Perayaan_Minggu_Natal_Tahun_Baru_dan_Epifani

Warna dasar kain adalah putih dengan lilin putih yang bercahaya warna kuning berbentuk lingkaran, wadah tempat lilin berwarna jingga terletak di atas palungan kandang Betlehem, yang disulam pada kain mimbar dan pada bagian atas stola. Sedangkan lambang salib yang bercahaya berbentuk bintang berkelip dan palungan bercahaya disulam pada bagian bawah stola.

Warna putih melambangkan sukacita yang suci atas kelahiran Yesus Kristus Juruselamat. Lilin yang berca-haya menjadi simbol Yesus sebagai Terang dunia (Yoh. 1:1). Ia datang ke dalam dunia, lahir dalam kesederhana-an di kandang hewan, dilambangkan dengan palungan. Bentuk cahaya lilin berupa lingkaran menjadi lambang Yesus Kristus sebagai Matahari Kebenaran yang disebut dalam nubuat nabi Maleakhi (Maleakhi 4:2). 

Dari segi historis, perayaan Natal Yesus diambil alih oleh orang Kristen dari perayaan pemuliaan bagi matahari yang tak terkalahkan (Sol Invictus). Perayaan ini diberi isi baru dengan pemahaman teologis, bahwa yang patut dimuliakan adalah Matahari Kebenaran (Sol Iustitiae) yakni Yesus Kristus yang lahir di Bethlehem. 

Dalam masa raya Epifani (minggu pertama sesudah tahun baru), orang Kristen memperingati penyataan diri Yesus kepada dunia, mulai dengan kunjungan orang Majus. Palungan di kandang Betlehem dan salib berben-tuk bintang bercahaya menjadi lambang kerendahan sekaligus penantian yang disaksikan oleh para gembala di Efrata dan para Majus (Lukas 2:16 dan Matius 2 :11)

Lambang/simbol ini mengungkapkan pengakuan iman GMIM bahwa Kristus adalah Imanuel yang telah men-jadi manusia dan membawa damai sejahtera dan yang menyatakan diri-Nya kepada umat manusia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here