gmim.or.id – Beberapa waktu lalu, Jemaat Petra Mahakeret Wilayah Manado Sentrum melaksanakan pelayanan Baptisan Kudus kepada 27 anak, yang dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) Pdt. Maurits M.L. Rumengan, S.Th.

Pada prosesnya, semua berjalan lancar, sebagaimana pelayanan Baptisan yang dilaksanakan di seluruh Jemaat GMIM. Namun, ada hal menarik dibalik terlaksananya pelayanan itu, sebagaimana diungkapkan Ketua KPA Jemaat Petra Mahakeret Pnt. Vivi Kaunang.

“Berawal dari ide saya. Bagaimana menjangkau semua anak yang belum dibaptis. Sebagian besar orangtua merasa “kurang lengkap” jika syukuran baptisan anak mereka tidak disertai dengan apa yang orang Manado bilang acara makang-makang.  Ini  jadi salah satu kendala.” ungkap enci Vivi, sapaan akrabnya.

“Mengatasi hal itu, akhirnya kami membentuk tim kerja yang bertugas mencari sponsor (donatur) dan memfasilitasi keluarga untuk membaptis anak mereka. Bahkan para Pelayan Khusus menunjang upaya kami dan turut memberikan partisipasi.  Dari dana yang terkumpul itu, kami pakai untuk beberapa keperluan, diantaranya konsumsi dan dokumentasi.  Seluruh undangan dan orangtua baptisan santap kasih bersama di aula Jemaat sesudah ibadah. Begitupun untuk dokumentasi (foto) baptisan. Dimana tim kerja yang menangani  langsung. Hasilnya diserahkan kepada yang bersangkutan. Begitu pun dengan Surat Baptis yang langsung diserahkan. Bahkan ada beberapa mama ani dan papa ani yang dihubungi oleh tim kerja.” terang dia.

Lanjut dia, program tersebut mendapat tanggapan positif dari anggota Jemaat dan Pelayan Khusus. “Bersyukur karena kami dapat membantu meringankan beban mereka (orangtua anak yang dibaptis). Pada awal pelaksanaannya di tahun 2017 ada sembilan anak yang dibaptis. Kemudian yang terakhir (29/04/2018)  ada 27 anak yang dibaptis melalui program kebersamaan ini. Jemaat sangat mendukung. Orangtua senang dan kami tidak meminta imbalan apa pun. Intinya, kami melakukan apa menjadi tugas sebagai Pelayan Khusus.” jelas enci Vivi.

Ketua KPA Sinode GMIM Pnt. Michael Mait, S.Kom sebagai pelayan firman dalam ibadah dan pelayanan Baptisan itu mengatakan, Baptisan adalah tanda (materai) perjanjian antara Allah dan manusia. Hal inilah yang direalisasikan lewat program Jemaat Petra Mahakeret yang disponsori oleh KPAJ.

“Sejak tahun 2017 mereka memprogramkan kegiatan pelayanan Baptisan bagi anggota Jemaat yang belum terlayani. Salah satu terobosan yang dilakukan ialah dengan mengunjungi setiap anggota jemaat, melakukan survey dan pendekatan sampai pada memfasilitasi pelaksanaan.” kata Mait.

“Saya berharap ini menjadi program andalan yang harus diperhatikan dan menjadi contoh bagi semua Jemaat. Khususnya Komisi Pelayanan Anak Jemaat (KPAJ). Sebab dalam rangka mewujudkan Gereja ramah anak, hal ini pun perlu mendapat dukungan dan perhatian yang baik. Salah satu jawaban iman atas kebutuhan Jemaat yang harus terpenuhi ialah pelayanan Baptisan. Baptisan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang percaya.” pungkas dia.

(Penulis: Frangki Noldy Lontaan. Foto: Dok.KPAS Editor: Pdt. Janny Ch. Rende, M.Th)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here