Ratap Tangis Iringi Ibadah Pemakaman Jenasah Pnt. Edwin Tulungen

di Kantor Sinode

Suasana dukacita melingkupi Kantor Sinode GMIM Senin 10 November, manakala kembali berada sosok Ketua Komisi Pelayanan Anak Sinode Pnt. Edwin Laurenhenel Tulungen, SE, MM namun di dalam keadaan berbeda. Kehadiran Engku Edwin di kantor Sinode bukan lagi seperti waktu sebelumnya, melainkan dalam keadaan kaku tidak bernyawa dibalut setelan jas hitam dalam sebuah peti mati.

Sanak saudara, kenalan, sahabat, Komisi Pelayanan Anak, Anggota BPMS, pegawai Kantor Sinode dan rekan sepelayanan tak luput larut dalam duka mengiringi kepergian sosok Engku Edwin yang dikenal murah senyum.

Sebelumnya, Ibadah Pelepasan jenasah dari rumah duka di Tompaso dilayani Pjs. Sekretaris BPMS GMIM, Pdt. Janny Ch. Rende, M.Th, yang juga Wakil Sekretaris Bidang Data dan Informasi. Sedangkan di kantor sinode, Ibadah dipimpin oleh Wakil Ketua Bidang PSD, Pdt. Petra Rembang M.Th selaku Pjs. Ketua BPMS GMIM. Dalam khotbahnya melalui bacaan  Alkitab Markus 4:35-41, diingatkan bahwa goncangan kehidupan bisa datang tanpa disadari, tanpa dipikirkan dan tanpa diperhitungkan sebelumnya, bahkan sangat tidak diharapkan, tetapi dapat menjadi sebuah kenyataan. Goncangan hidup seakan menyadarkan dan memberikan sebuah gambaran keterbatasan manusia, yang senantiasa membutuhkan pertolongan Tuhan. Karena Sesungguhnya Tuhan dapat memakai kepedihan dan dukacita untuk menguji kemurnian iman umatnya. Ada banyak kemelut hidup yang menyakitkan, tapi apapun itu hidup harus tetap dijalani dalam pengharapan dan terus bersandar pada tuntunan dan kuasa-NYA.

Lebih lanjut kepada Keluarga Tulungen-Pandeirot yang ditinggalkan, diajak untuk senantiasa berpegang teguh dalam iman percaya kepada Yesus Kristus, yang akan memberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan. Bersyukurlah kepada Tuhan sekalipun ini sulit dan rumit, bersyukurlah karena Tuhan pernah menghadirkan seorang sosok anak, kakak, saudara yang terkasih, yang telah membaktikan hidupnya membangun jemaat dan masyarakat, membangun persekutuan umat Tuhan. 

Sebelum ibadah pemakaman, dilaksanakan penerimaan jenasah di lobi kantor sinode sinode, dari BPMJ Efata Tompaso kepada BPMS yang diwakili Ketua Komisi P/KB Pnt. Ir. Stefanus B.A.N. Liow. Acara diawali ucapan selamat datang mewakili BPMS oleh Wakil Sekretaris BPMS GMIM Bidang Hukum, HAM dan Sertifikasi Asset, Pnt. Jhonly Wendur,SH,MH,MM. Sedangkan sambutan dibawakan oleh Wakil Ketua BPMS GMIM Bidang APP Pdt Arthur Reinhard Rumengan, M.Teol, MPdk. Mewakili segenap BPMS GMIM, Pdt. Rumengan menyatakan dukacita yang mendalam atas meninggalnya rekan sekerja dalam pelayanan yang selama ini dinilai sebagai sosok yang penuh perhatian, tidak hanya bagi komunitas anak Sekolah Minggu dan rekan-rekan Guru Sekolah Minggu, tapi juga dalam memikirkan kemajuan pelayanan GMIM kedepan. Kiranya karya dan nilai-nilai pelayanan Engku Edwin, senantiasa akan dihayati dan diteruskan teman-teman sekerja, baik BPMS maupun semua Komisi Pelayanan Anak di semua aras.

Selanjutnya Pdt. Rumengan mengungkapkan, bahwa bukan persoalan seorang meninggal di usia muda atau tua, tapi sejauh mana dalam perjalanan hidup menyenangkan hati Tuhan, dan menjadi berkat bagi banyak orang. Selaku BPMS GMIM juga tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada keluarga yang ditinggalkan, yang selama ini telah merelakan almarhum mengambil bagian, menjadi berkat bagi pelayanan GMIM untuk sekian tahun lamanya, terlebih khusus bagi pelayanan Komisi Pelayanan Anak di aras jemaat, wilayah dan sinode.

Dalam kesempatan tersebut, turut memberikan puji-pujian dari Anak-anak Sekolah Minggu, para Guru Sekolah Minggu, Komisi Pelayanan Anak, dan BPMS GMIM. Juga diadakan penyerahan diakonia dari BPMS kepada keluarga yang berduka. Selanjutnya Pemberian tanda kasih terakhir dari rekan-rekan komisi Pelayanan Anak Sinode GMIM, dan ungkapan kasih terakhir penyematan bunga dari keluarga. Usai ibadah, jenasah diantar ke Pekuburan Keluarga di desa Kamanga Kecamatan Tompaso untuk dimakamkan.

Diketahui, almarhum Pnt. Edwin Tulungen meninggal pada Jumat 7 November 2014 sekitar pukul 05.00 WITA di Rumah Sakit Siloam Manado, tutup usia 39 tahun, 11 bulan 24 hari.Sekilas jejak pelayanan almarhum dalam Gereja Masehi Injili di Minahasa, yakni sebelum dipercayakan sebagai Ketua KPA Sinode GMIM periode 2014-2018, Penatua anak di Jemaat Efata Tumompaso Wilayah Tumompaso Satu ini telah banyak berkiprah dalam pelayanan anak, mulai dari jemaat, wilayah hingga sinode. Sejak tahun 1999 ia sudah menjadi anggota KPA Sinode GMIM. Kemudian pada periode 2005-2010 sebagai Wakil Ketua KPA Sinode GMIM, dan periode 2010-2014 sebagai Sekretaris KPA Sinode GMIM.//

Penulis: Verna A. Dotulong

Editor: Pdt. Janny Ch. Rende, M.Th

Foto : Frangky Lontaan

{oziogallery 266}

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here