Menjadi Korban

Roma 8:36

Menjadi korban sungguh sangat tidak menyenangkan, terasa berat dan sangat menyakitkan. Apalagi jika menjadi korban black campaign dan hoax (kampanye hitam dan berita kebohongan). Paulus mengutip Mazmur 44:23 untuk menggambarkan situasi kondisi terburuk umat Allah yang berada dalam bahaya maut sepanjang hari karena dianggap sebagai domba-domba sembelihan. Nyawa mereka seakan tidak berharga. Mereka tidak bersalah tetapi mengapa mengalami penderitaan dan tekanan seperti ini.

Ada seorang ibu berkeluh kesah ketika anak gadisnya yang masih berusia belia menjadi korban perdagangan anak perempuan, ditipu dan tertipu untuk kemudian masuk dalam dunia prostitusi. Kepada setiap orang yang menemuinya, ibu ini selalu berkata: “saya rajin masuk gereja, saya rajin berdoa, dan menanamkan itu kepada anak-anak, tetapi mengapa saya mengalami hal ini?” Penderitaan batin ibu korban menjadi gambaran bahwa  Allah  peduli terhadap penderitaan umat-Nya.

Sebagai keluarga Kristen, mungkin kita pernah mengalami situasi tersulit seperti itu dalam hidup. Ada saat di mana kita merasa tidak dihargai. Ada saat dimana kita menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, dan korban politik. Ada saat dimana kita berada di posisi seperti “telur di ujung tanduk”. Yesus Kristus sendiri adalah korban penebusan dosa untuk keselamatan semua orang. Kita diajak untuk mengikuti jalan sengsara Yesus supaya kita memperoleh mahkota kemenangan. Amin.

Doa: Ya Tuhan, tolong dan kuatkanlah kami ketika beban hidup terlalu berat untuk kami tanggung. Berilah kekuatan serta penghiburan bagi kami untuk memperoleh kemenangan di dalam Tuhan Yesus. Amin.