gmim.or.id – Kelompok Pendamping, Pembina, Pelayan Anak (KP3A) pasti terus mendukung pelayanan KPA Sinode GMIM. Hal ini dikatakan Ketua KP3A periode 2018-2022 Pnt. Prof. Paula Lumentut-Runtuwene, MS, DEA pada pertemuan KP3A bersama KPA Sinode GMIM dan Kelompok Kerja (pokja), di rumah dinas Walikota Manado, Minggu (16/9).

Ia mengakui, sejauh ini tanggung jawab pelayanan KPA Sinode GMIM berjalan dengan baik dan perlu untuk terus ditingkatkan. “Saya memantau pembahasan kurikulum yang melibatkan para pakar didalamnya. Termasuk teman-teman senior kita. Sebagaimana semangat Ketua KPA Sinode periode 2018-2022 bersama tim dan pokja untuk menjangkau jemaat di kepulauan, bahkan menjangkau tempat-tempat terpencil dengan Program Sesawi dan Bulan Peduli Anak. Ini satu hal yang luarbiasa,” aku enci Paula sapaan akrab Rektor UNIMA tersebut.

Lanjut dia, pola-pola pelayanan yang terstruktur jelas sangat penting. Namun yang menjadi persoalan sekarang ini adalah sejauh mana para pimpinan Gereja menjadikan pelayanan anak sebagai yang utama. Tentunya hal ini perlu disuarakan oleh engku Michael (ketua kpas) dalam setiap rapat Sinode, terutama saat pelaksanaan Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST). “Pelayan Anak GMIM sudah diperlengkapi dengan berbagai pelatihan. Telah memiliki kurikulum yang berkualitas. Tapi kebutuhan yang perlu menjadi prioritas saat ini adalah ruang kelas khusus yang representatif untuk sekolah minggu.” terang dia.

Menanggapi hal itu, Ketua KPA Sinode GMIM Pnt. Michael Mait, S.Kom mengakui, hal itu sudah dipikirkan oleh KPA Sinode GMIM dan akan menambahkan poin-poin tersebut dalam rencana strategi (renstra) yang sedang dirampungkan. “Banyak yang kami buat ketika menyusun renstra dan saat ini masih dalam tahap pemantapan. Beberapa poin yang disampaikan oleh enci Paula akan kami masukkan dalam renstra,” ujar dia.

“Selain ruang kelas khusus, Gereja tentunya perlu menyiapkan fasilitas lainnya menyangkut kebutuhan sekolah minggu, dimana semuanya itu demi mewujudkan Gereja Ramah Anak (GRA),” kata dia.

Terkait penyampaian, evaluasi dan rencana program yang dipaparkan oleh seluruh Sekretaris Pokja, menurutnya, itu akan diakomodir oleh KPA Sinode GMIM. “Pada dasarnya semua program itu sangat baik.  “Singkatnya kami (kpas gmim) bakal meneruskan itu ke seluruh Jemaat dan Wilayah lewat Konsultasi Tahunan KPA Sinode GMIM yang akan dilaksanakan di Wilayah Kawangkoan Satu pada tanggal 11-13 Oktober mendatang.” pungkas dia.

(Penulis dan Foto: Frangki Noldy Lontaan. Editor: Pdt. Janny Ch. Rende, M.Th)