TEMA BULANAN : “Yesus Datang Menghadirkan Kedamaian, Keadilan dan Keutuhan Ciptaan”
TEMA MINGGUAN : “Pemulihan yang Membawa Harapan Baru”
Bahan Alkitab : Yeremia 30:1-11
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Gereja hadir dan terpanggil untuk menggumuli perma-salahan seperti kemiskinan, ketidak-adilan, radikalisme dan kerusakan lingkungan, sebagaimana Yesus datang ke dunia untuk menghadirkan kedamaian, keadilan dan keutuhan ciptaan-Nya.

Tahun baru 2017 adalah tahun harapan dan iman, tahun yang membawa umat-Nya untuk lebih dekat kepada Tuhan. Tema minggu ini: “Pemulihan yang Membawa Harapan Baru.” Pemulihan asal kata “pulih,” yakni kembali (baik, sehat) sebagai semula, sembuh atau baik kembali. Dengan kata lain pemulihan adalah salah satu proses, cara, perbuatan memulihkan, pengembalian dari yang tidak baik menjadi baik kembali, yang sakit menjadi sehat. Sebagaimana  janji pemulihan bagi umat Israel yang berada dalam keterpurukan karena dosa-dosa mereka, maka Tuhan Allah berjanji untuk mengembalikan mereka seperti pada keadaan semula yakni keselamatan dan memiliki kehidupan yang penuh dengan damai sejahtera.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Yeremia (Ibrani:יִרְמְיָה , Ibrani Modern : Yirməyāhū, Yeremia mungkin berarti “Allah meninggikan”. Yeremia adalah salah satu nabi perjanjian lama yang berkarya sebelum bangsa Israel (Kerajaan Yehuda) ditaklukkan dan dibuang ke Babel. Yeremia lahir di Anatot dan hidup sekitar tahun 645 SM, tidak lama setelah pemerintahan raja Manasye berakhir, ia adalah anak imam Hilkia dari Anatot. Yeremia dipanggil sebagai nabi ketika ia masih muda dan belum pandai bicara, pada tahun ke-13 pemerintahan Yosia 626 sampai jatuhnya  Yerusalem 587 dan dalam kurun waktu 40 tahun Yeremia bernubuat pada  pemerintahan 5 raja Yehuda terakhir, yaitu raja Yosia, Yoahas, Yoyakim, Yoyakhin dan Zedekia. (Yeremia 1 : 3).

Yeremia sering kali disebut “nabi peratap,” seorang yang membawa amanat keras namun berhati lembut dan hancur (Yer 8:21-9:1). Sifatnya yang lembut itu menjadikan pen-deritaannya makin mendalam ketika firman Allah ditolak dengan angkuh oleh kerabat dan sahabat, imam dan raja, dan sebagian besar bangsa Yehuda. Yeremia termasuk nabi yang paling tegas dan berani walaupun berhadapan dengan perlawanan yang berat, tapi dengan setia ia memperingatkan bahwa hukuman Allah makin dekat.

Perikop ini merupakan bagian dari pasal 30-33 dengan tema tunggal yaitu pembaharuan bangsa Yehuda yang mengalami kesengsaraan yang sangat mengerikan. Yeremia, menyampaikan bahwa akan datang waktu dimana Tuhan akan memulihkan dan membebaskan mereka serta mengem-balikan mereka ke tanahnya. Tuhan mengambil prakarsa untuk menyampaikan janji-Nya kepada Israel, untuk setia berpegang pada janji, dan waktu yang Tuhan tetapkan. Yehuda akan menjadi lumpuh dan terpuruk total sebab para pahlawannya seperti wanita yang akan melahirkan dan ditimpa kegentaran yang luar biasa sehingga hanya dapat menjerit-jerit (5-6). Pembaharuan yang dilakukan Allah adalah pembaharuan yang sejati untuk membebaskan bangsa Yehuda dari jajahan bangsa lain (ay 8,9) dan memberikan kehidupan yang tenang dan aman. (ay 10). Pembaharuan itu adalah anugerah Allah karena mereka adalah bangsa yang berdosa (ay 11). Pembaharuan sejati adalah mengembalikan manusia ke dalam hubungan yang benar dengan Allah yaitu untuk menyembah, memuliakan dan mentaati kehendak-Nya.

Makna dan Implikasi Firman

Setiap  situasi dan kondisi yang nampak sulit untuk diperbaharui tidaklah membuat orang percaya menjadi pesimis (tidak berpengharapan), skeptis (ragu-ragu), apatis (masa bodoh), statis (diam di tempat). Orang percaya membutuhkan anugerah Allah agar dapat mengalami pem-baharuan untuk menuju arah yang benar dalam berbagai sisi kehidupan. Bergumul dalam doa agar Tuhan Allah mencurahkan anugerah-Nya untuk membaharui manusia.

Tahun Baru 2017 adalah tahun pemulihan yang membawa harapan baru dari setiap keterpurukkan hidup yang diakibatkan karena kesalahan/dosa kita di masa lalu. Kita jangan lagi berpaling pada masa lalu dengan segala perbuatan dosa/ pelanggaran sehingga kita mengalami kerterpurukan. Yesus berkata: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yoh. 8:11)

Pemulihan Tuhan adalah pemulihan yang murni dan sempurna dan itu adalah suatu proses yang tidak sebatas dari kondisi fisik saja, tapi kondisi spiritual kerohanian bagi umat-Nya. Tuhan Allah memulihkan hubungan umat-Nya yang terputus walaupun umat-Nya menjauh dari-Nya. Pemulihan yang Tuhan tawarkan kepada kita yaitu jangan keraskan hati kita yang masih terpikat oleh dosa. Jangan menolak tawaran dan kesempatan yang telah dianugerahkan Tuhan di dalam Yesus Kristus bagi kita di masa kini. Manusia harus menyambut tawaran pengampunan-Nya dan masuk dalam pengabdian kepada-Nya.

Orang percaya harus keluar dari dosa perjudian, korupsi, perzinahan, narkoba, kemabukan, tawuran, peram-pasan hak, perusakan lingkungan, pembuangan sampah sembarangan, dll. Orang percaya harus berjuang untuk memulihkan diri sendiri dari dosa-dosa. Pemulihan harus dimulai dari hubungan antara  Allah dan manusia, suami dan istri serta anak-anak, di antara pelayan khusus dan sesama manusia. Segala akar kepahitan harus dipulihkan, luka-luka batin harus disembuhkan. Keterpurukan dan kehancuran akan mengakibatkan kekecewaan dan luka batin yang memerlukan waktu lama, untuk mengobati luka dan kekecewaan tersebut. Saat kita berada dalam keadaan terjatuh, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Manusia yang sadar dan bertobat serta kembali kepada Tuhan, maka Ia akan menentukan waktu untuk segera menolong dan memulihkan kita. Pertolongan itu ada dalam Yesus Kristus hingga kini.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Mengapa dan bagaimana cara Allah memulihkan umat-Nya Israel menurut perikop ini ?
  2. Apakah saudara, gereja atau masyarakat membutuhkan pemulihan Allah ?
  3. Bagaimana caranya supaya kita dipulihkan dan dipakai Tuhan untuk memulihkan ? 

NAS PEMBIMBING : Mazmur 60:3 

POKOK-POKOK DOA:

  • Mereka yang mengalami keterpurukan karena kemiskinan, ketidak-adilan, radikalisme dan kecenderungan untuk merusak lingkungan secara semena-mena.
  • Pemulihan pribadi akibat dari dosa-dosa yang menghimpit kehidupan umat Kristiani.
  • Kehidupan Gereja, masyarakat dan pemerintah dari kecenderungan melakukan dosa dan pelanggaran. 

TATA  IBADAH  YANG DIUSULKAN : HARI  PERMULAAN  TAHUN  I 

NYANYIAN  YANG  DIUSULKAN

Persiapan : NNBT No. 4  Naikkan Doa Pada Allah

Ses. Nas Pemb:  NNBT  No. 1 Pujilah Dia, Pujilah Dia

Pengakuan Dosa : NNBT No. 9. Ku Akan Selalu Bersyukur

Ses Puji-pujian : NNBT No. 33. Dunia Semakin Berkabut

Ses. Hukum Tuhan : NKB. No. 201. Di jalan Hidupku

Ses. Doa Pemb. Alkitab : Bagaikan Bejana

Persembahan : NNBT No. 16 Hai Seluruh Umat Tuhan

Penutup : KJ. No. 277  Tuhanku Seg’ra ‘Kan Kembali Ke dunia 

ATRIBUT

Warna dasar putih dengan simbol salib di atas palungan.

SHARE
Ingin Publikasi informasi kegiatan jemaat/wilayah atau kegiatan apa saja tentang GMIM di website ? Silakan Hubungi Bidang Data dan Informasi Telp : (0431) 352123 Email : info@gmim.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here