TEMA BULANAN : “Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir
TEMA MINGGUAN : Mengikut Yesus dengan Menyangkal Diri

BACAAN ALKITAB: Matius 16:21-28

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Orang Kristen terpanggil untuk menjadi murid yang sejati dalam ketaatan mengikut Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat yang adalah Alfa (Awal) dan Omega (Akhir). Namun dalam realitas sekarang ini kekristenan terkadang hanya menjadi sebuah status yang menunjukkan identitas orang percaya. Padahal kekristenan men-cakup seluruh eksistensi hidup orang yang mengikut Kristus. Kekristenan adalah jatidiri orang yang percaya kepada Kristus dengan memprioritaskan pemberlakuan ajaran-ajaran-Nya yang sejati  dengan penyerahan diri kita  seutuhnya kepada  Tuhan Yesus.

Kemajuan diberbagai bidang kehidupan saat ini telah memberi kemudahan untuk memperoleh sesuatu dengan praktis, instan dan cepat (transportasi, informasi, komunikasi, media sosial dan sebagainya). Pola hidup seperti itu adalah gambaran kehidupan yang menghindari proses yang panjang, sukar dan “ribet”. Bahkan banyak orang telah membiasakan gaya hidup seperti ini dalam kekristenan yang menghasilkan iman “praktis” dan “instan”. Menjalani hidup dengan segala kemudahan dan tanpa perjuangan termasuk dalam mempertahankan keyakinan, kebenaran dan kekudusan  mengaki-batkan lunturnya kesetiaan kepada Tuhan dan tak sanggup menang-kal godaan dunia. Penyangkalan diri yang hendak dilakukan oleh orang percaya adalah dengan sungguh-sungguh percaya kepada Yesus Kristus dan menjauhi perbuatan dosa. Untuk itulah tema minggu ini ialah “Mengikut Yesus dengan Menyangkal Diri”.

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Penulis Injil Matius memberitakan dan membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Injil ini menguraikan silsilah Yesus  Kristus untuk menunjukkan keabsahan-Nya sebagai penggenapan janji Allah yang dinantikan oleh orang Yahudi. Karena itu mereka tak perlu menantikan Mesias lain yang akan melepaskan dari kesesakan, sebab Mesias telah hadir dalam diri Yesus Kristus. Situasi sekitar tahun  80-90 M, dimana komunitas Kristen dihambat dan dianiaya yang dapat dimengerti bahwa ini merupakan penguatan bagi orang percaya mula-mula pada masa itu. Dengan demikian Matius meyakinkan setiap orang bahwa Yesus adalah Mesias yang sudah lama dinantikan dan Kerajaan Allah dinyatakan kepada semua orang. Kehadiran Yesus  di dunia adalah bagian dari rencana Agung Allah untuk menyelamatkan semua ciptaan. Karya penyelamatan  melalui  Yesus tidaklah mudah, Ia harus melewati jalan sengsara, menderita dan mati untuk memberikan kehidupan dan kemenangan bagi yang percaya kepada-Nya.

Dalam Matius 16:21-23 Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya tentang penderitaan yang akan Ia alami sebagai Mesias. Suatu babak baru dalam pekerjaan-Nya yaitu memberitahu-kan secara gamblang kepada murid-murid-Nya tentang penderitaan yang akan dilalui di Yerusalem. Sesudah Petrus mengakui Yesus sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup (16:16) maka Yesus mem-perjelas maksud kedatangan-Nya sebagai Mesias yang harus men-derita, mati dibunuh tapi bangkit pada hari ketiga. Yesus menyatakan bahwa Ia akan melewati jalan salib. Ternyata konsep Mesias yang sengsara, menderita, mati dan bangkit tidak sejalan dengan konsep para murid termasuk Petrus. Karena itu secara spontan Petrus bereaksi dengan menarik Yesus ke samping dan menegor, katanya: ”Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau”(16:22). Pengakuan Petrus sebelumnya yang menyatakan Yesus sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup hanya dipahami dari segi kemuliaan dan kemenangan. Hubungan antara salib dan karya Mesias adalah suatu hal  yang tak  terpikirkan oleh Petrus dan murid lainnya. Pemikiran Petrus adalah pemikiran manusia yang sarat dengan kepentingan untuk menghambat rencana penyelamatan Allah, karena itu dengan tegas Yesus berkata, ”Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku (ayat 23). Usaha menggagalkan rencana Allah untuk penyelamatan adalah manifestasi kuasa Iblis karena itu Yesus mengusir iblis yang merasuki pikiran Petrus  dan para murid.

Ayat 24-25 berisi syarat utama yang harus dilakukan oleh orang-orang yang mau mengikut Yesus yakni menyangkal diri dan memikul salib. Menyangkal diri berarti bukan mementingkan kesenangan manusia tapi mementingkan kehendak Tuhan, menyerahkan diri sepenuhnya pada kehendak Tuhan, menolak semua keinginan manusiawi dan menerima semua kehendak Tuhan. Dengan demi-kian menyangkal diri adalah sebuah sikap yang diwujudkan dalam sebuah tekad, keinginan, komitmen, keberanian dan integritas. Memikul salib berarti menempuh jalan yang berat dan penuh penghinaan. Menurut peraturan Romawi  bahwa seorang yang hendak disalibkan dipaksa memikul salib di tengah para penonton menuju tempat penghukuman.

Ayat 26-28, Yesus mengajarkan bahwa kalaupun kehilangan nyawa, hanya semata-mata karena mengikut Yesus akan tetapi jika seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya yaitu menunjuk pada kehilangan hidup dalam persekutuan dengan Tuhan. Tetapi kehilangan nyawa karena Tuhan Yesus itu berarti kita memperoleh hidup yang kekal atau keselamatan. Setiap yang mem-pertarukan nyawa sekalipun mati “martir” maka kepadanya diberi-kan keselamatan yang dianugerahkan Tuhan Allah dalam Yesus Kristus. Nyawa Yesus menjadi tebusan bagi banyak orang. Yesus menggunakan pandangan ini bahwa memang Yesus disalibkan sebagai  Anak Manusia yang  akan datang dengan kemuliaan Bapa-Nya.

Makna dan Implikasi Firman
  • Salib melambangkan beban berat yang harus dipikul oleh pengikut Yesus. Pengikut Yesus yang memikul salib berarti siap menerima kenyataan hidup yang menderita, dihina, ditolak bahkan dibunuh karena taat kepada Yesus Kristus. Dengan mengikut Yesus berarti mempersembahkan ketaatan sempurna kepada Yesus Kristus, tidak sebatas identitas Kristen tapi mampu menunjukkan integritas yang berkarakter kristiani yaitu kuat iman, setia melayani, hidup dalam kasih dan rela berkorban.
  • Gereja tidak sekedar hadir di dunia tapi menjalani kehidupan yang berbuah bagi Tuhan. Menjadi pengikut Kristus berarti harus meninggalkan kenikmatan dunia, memelihara konsistensi iman yang benar, pengakuan dan kelakuan, berserah penuh kepada Tuhan agar tidak diperdaya oleh iblis dan menjadi batu san-dungan dalam pelayanan. Hendaknya dosa jangan menguasai kita, sehingga dosa dapat saja dipakai oleh Iblis untuk mem-pengaruhi orang lain dan tidak percaya akan janji sebagaimana Petrus menarik dan menegor Yesus yang tidak pantas diperton-tonkannya. Beri ruang kepada Roh Kudus supaya kita tidak jatuh ke dalam pencobaan.
  • Di era yang menawarkan berbagai kemudahan, warga gereja harus tetap kokoh dan teguh untuk  mengakui Yesus yang  adalah Mesias sepanjang hidup meski banyak penderitaan, hinaan dan aniaya. Hidup tidak hanya mementingkan dan kesenangan sendiri tetapi kita tetap  memelihara iman yang berbuah dengan rajin mengikuti persekutuan yang beribadah. Memang kita tidak lagi secara langsung memikul salib terbuat dari palang kayu, tetapi beban yang kita miliki adalah rasa tanggungjawab untuk menyangkal diri dengan menjauhkan dari  perbuatan dosa yang bertentangan dengan kehendak Allah.
  • Penghayatan minggu-minggu sengsara hendaknya mempersiap-kan diri menanti kedatangan-Nya kembali dengan setia mengikuti-Nya. Kita terpanggil untuk tidak menyangkal Dia, tetapi sesungguhnya harus menyangkal diri sebagaimana Abraham yang rela meletakkan harapannya kepada Tuhan. Abraham sampai usia lanjut (99 tahun) belum mempunyai anak tetapi dia tetap setia dan taat berpegang pada janji-janji Tuhan (Kejadian 17:1-8,15,16). Harapan kita kepada Tuhan Yesus yang adalah Awal  dan Akhir  telah membuka jalan untuk orang percaya yang telah menerima  keselamatan dari Tuhan Yesus yang menderita sengsara.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

  1. Mengapa Yesus memberitahukan tentang penderitaan-Nya kepada para murid?
  2. Apa syarat mengikut Yesus?
  3. Bagaimana menjadi pengikut Yesus yang setia?

NAS PEMBIMBING:  2 Timotius 2 : 11- 13.

POKOK DOA:

  • Agar warga gereja sungguh-sungguh menghayati sengsara Yesus.
  • Warga gereja menjadi pengikut Yesus yang setia, mampu menyangkal diri dan memikul salib.
  • Masa kampanye Pemilihan Legislatif dan Presiden supaya berlangsung kondusif, aman dan damai.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

MINGGU SENGSARA I.

 NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan:KJ. No 175  Penebusku  Disalib.

Ses. Nas Pembimbing: KJ  No.372 Inginkah Kau Ikut Tuhan.

Pengakuan Dosa:KJ No. 34 Di Salib Yesus  Di Kalvari .

Pemberitaan Anugerah Allah: NKB No. 17 Agunglah Kasih Allahku

Ajakan Untuk Mengikut Yesus di Jalan Sengsara:  KSK No 110 Siapa Yang Setia

Persembahan: NKB   No. 125   Kudengar Panggilan Tuhan.

Penutup:KJ No 370  Kumau Berjalan Dengan Juruselamatku.

ATRIBUT:

Warna dasar ungu dengan simbol XP (Khi-Rho), cawan pengu-capan, salib dan mahkota duri.