TEMA BULANAN :“Mengembangkan Spiritualitas Pelayanan”
TEMA MINGGUAN : “Pahlawan Iman”
Bahan Alkitab : Ibrani 11:17-40
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Kehidupan rohani (spiritualitas) masyarakat Kristen masa kini mulai  tergerus/hancur seiring dengan peradaban manusia yang dipegaruhi oleh padangan yang mengutamakan kebenaran rasional (kebenaran berdasarkan pikiran), lalu mengabaikan hal yang Ilahi.  Karena spiritualitas yang tergerus itu, akibatnya iman Kristen menjadi tumpul ketika berhadapan dengan pesona duniawi.  Pada satu pihak, demi jabatan, harta,  wanita dan pria, maka ada yang tega  meninggalkan imannya kepada Yesus Kristus. Sementara itu pada pihak yang lain, ada orang Kristen karena tekanan ekonomi, sosial, hukum, dll, imannya menjadi lemah.

Oleh karena itu, orang percaya pada Kristus harus membuktikan imannya yang sungguh-sungguh memiliki jiwa kepahlawanan. Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebe-naran (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Iman (Yunani:  πιστις – Pistis) memiliki arti: 1) berpikir bahwa sesuatu adalah benar (Matius 24:23), 2) menerima pesan Allah yang disampaikan oleh mereka yang ditunjuk oleh Allah (Kis.24:14). 3) menerima Yesus sebagai Mesias, sumber keselamatan kekal yang ditetapkan secara ilahi (Yoh.3:16). Tema minggu ini:  Pahlawan Iman, dimaksudkan agar warga GMIM dan orang Kristen pada umumnya memperoleh pesan firman Tuhan (Ibrani 11:17-40) sehingga dapat memperkuat iman kepada Tuhan, dan dapat melakukan perkara-perkara yang besar.

PEMBAHASAN TEMATISPEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Surat Ibrani secara umum menegaskan agar  orang Kristen asal Yahudi, tetap percaya dan teguh dalam iman kepada Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit, sekalipun menghadapi penderitaan dan penganiayaan.  Secara khusus penulis surat Ibrani mendefinisikan : “ Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Pasal 11:1).

Penulis menunjukkan adanya saksi-saksi iman Ayat 17-22; Abraham rela mempersembahkan anaknya Ishak bagi Tuhan (Kejadian 22:1-18), sekalipun secara manusiawi tak dapat diterima dengan akal tetapi karena iman ia yakin bahwa Allah akan membangkitkan Ishak (bnd. Roma 4:17).  Ishak  memberikan berkat kepada Yakub dan Esau (Kejadian 27:28, 29, 39 dan 40), kepada Yakub, Allah akan memberikan embun dari langit, tanah-tanah gemuk, gandum serta anggur yang melimpah, bangsa-bangsa akan takluk dan sujud padanya. Kepada Esau, bila ia bersungguh-sungguh maka akan mendapat embun dari langit dan tanah yang ge-muk. Yakub memberkati kedua anak Yusuf yakni, Manasye dan Efraim (Kejadian 48:16) akan menjadi bangsa yang besar dan  berkuasa. Yusuf (Kejadian 50:22-26), menjelang ajalnya ia menyuruh orang-orang Israel berkumpul supaya  mereka tidak meninggalkan tulang-belulangnya di Mesir, tetapi memba-wanya  ketika hendak keluar dari sana menuju tanah perjanjian.

Ayat 23-29, Musa ketika ia lahir (Keluaran 2:1-10), orang tuanya tidak takut menentang raja Mesir  yang memerintahkan untuk membunuh setiap anak laki-laki yang baru lahir  dari orang Israel, tetapi membiarkan anak itu tetap hidup dengan cara meletakkannya di dalam peti dan membiarkannya di sungai Nil. Musa,  setelah dewasa menolak status  sebagai anak puteri Firaun dan kemuliaan istana tetapi justru membelah hak-hak orang Israel (Keluaran 2:11-14). Ia mengadakan Paskah dan pemercikan darah pada ambang pintu rumah orang Israel (Keluaran 12:12-49) supaya anak-anak sulung mereka tidak dibunuh oleh malaikat maut. Ia juga yang  membawa bangsanya keluar dari Mesir (Keluaran 14:15-31) sekalipun harus menentang raja, sebab yakin bahwa Tuhan Allah akan menyertai dan menolong bangsa-Nya.

Ayat 30-31, Umat Israel yang percaya akan perin-tah  Tuhan (Yosua 6:1-20)  mengelilingi tembok Yerikho selama 6 hari berturut-turut  (satu hari satu kali mengelilingi kota) tanpa bersuara, dipimpin oleh tujuh orang imam  yang berjalan di depan tabut perjanjian dengan membawa tujuh sangkakala tanduk domba. Pada hari ketujuh setelah tujuh kali mengelilingi kota itu, para imam meniup sangkakala dan umat bersorak dengan suara yang nyaring lalu tembok kota itu run-tuh.  Rahab (Yosua 2:1-22), yang melindungi menyem bunyikan dan membantu  dua orang pengintai Israel melarikan diri dari kejaran tentara Yerikho sebab ia yakin bahwa dengan pertolongan Tuhan,  Israel akan merebut kota itu.

Ayat 32-34, pada bagian ini penulis teringat sosok ksatria di zaman hakim-hakim yang memiliki jiwa kepahla-wanan. Gideon artinya penebang pohon kayuyakni orang perang (Hakim-hakim 6 dan 7), hanya dengan tiga ratus orang berhasil mengalahkan bangsa Midian. Barak artinya kilat atau halilintar (Hakim-hakim 4 dan 5) bersama Deborah seorang nabiah, menghimpun sepuluh ribu orang muda menghadapi bangsa Kanaan yang menakutkan karena memiliki sembilan ratus kereta perang dari besi, namun dapat dikalahkannya. Simson artinya matahari yang kecil (Hakim-Hakim 13-16), dengan kekuatannya yang aneh dan luar biasa, ia mengalahkan orang Filistin. Yefta artinya Allah membuka rahim (Hakim-Hakim 11 dan 12), berhasil mengalahkan bangsa Amon. Daud artinya yang dikasihi, panglima, seorang gembala domba menjadi raja besar atas umat Israel (I Semuel 16:1-13), menaklukkan kerajaan-kerajaan dan melakukan kebenaran ( 2 Samuel 8:15). Samuel artinya Allah mendengar, nama Allah itu besar (1 Samuel 1), ia bergerak sendiri sebagai orang kuat dan setia kepada Allah diantara bangsanya yang muda takut, tidak puas dan suka memberontak. Para nabi dengan peran serta akibat-akibat buruk, mereka terima sebagai konsekuensi dari iman pada Allah.

Ayat  35-40,  menceriterakan tentang pengalaman mereka yang menang dengan sangat menderita. Daniel adalah tokoh iman yang menutup mulut singa-singa (Daniel 6:18,23). Sadrak, Mesakh dan Abednego memadamkan api ( Daniel 3:19-28). Elia dan Elisa luput dari mata pedang (1 Raja-raja 19:1 dst, 2 Raja-raja 6:31 dst). Hizkia menjadi kuat dalam peperangan. Zakharia dan Yeremia (menurut tradisi) dilempari dengan batu. Yesaya (menurut tradisi) digergaji.

Baik bapa-bapa leluhur  maupun, hakim-hakim, imam dan nabi serta semua orang percaya pada Yesus Kristus, Allah menyediakan sesuatu yang lebih baik yakni kehidupan yang kekal di surga (band. Roma 8:30, 1 Yohanes 5:1-5, Wahyu 21:1-4).

Makna dan Implikasi Firman

  • Orang yang beriman  dapat juga  disebut sebagai pejuang iman akan selalu siap sedia mengorbankan apapun yang dimiliki/kasihi demi kemuliaan Allah, sebab jika hal itu dikendaki-Nya, Ia akan mengembalikannya juga.
  • Jika kita percaya dengan sungguh-sungguh dan menuruti firman Allah  serta mempertaruhkan segalanya  kepada-Nya, walaupun menghadapi kebuntuan yang besar, jalan keluar pasti akan terbuka.
  • Orang beriman akan setia pada bangsa Indonesia, siap bela Negara melawan kelompok radikalis dan anti  Pancasila.
  • Setiap orang percaya diberikan tugas dan tanggung jawab yang hebat untuk menjadi kawan sekerja Allah  supaya janji-Nya menjadi kenyataan. Tugas dan tanggung jawab itu dapat dilakukan melalui aksi menjadi  berkat bagi sesama.
  • Orang beriman akan meninggalkan kemuliaan duniawi (keinginan daging)  dan memilih hidup dalam Roh (keinginan Roh) Galatia 5:16-26.
  • Orang beriman akan  selalu berpikir: “apa yang akan Tuhan Allah lakukan bagi hidupnya dan bukan apa yang dapat ia lakukan”. Bagi Tuhan tak ada yang mustahil (Markus 14:6, Lukas 1:37).
  • Orang benar akan selalu hidup oleh iman (Roma 1:17).
  • Para Rasul (Paulus, Petrus, Stefanus, dll) memberitakan Injil Yesus Kristus  dengan penuh keyakinan  sekalipun harus menderita.
  • Pengorbanan Yesus Kristus di salib serta kebangkitan-Nya, merupakan puncak rencana selamat Tuhan Allah bagi dunia dan manusia. 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

  1. Apa yang dapat kita pelajari mengenai manifestasi iman dalam bacaan Alkitab ini?
  2. Bagaimana caranya orang percaya mewujudkan imannya ditengah kehidupan masyarakat masa kini ?
  3. Sebagai pelayan Tuhan apa visi dan misi  saudara bagi gereja (GMIM) khususnya di jemaat setempat?

POKOK – POKOK  DOA :

  • Para misionaris yang diutus  ditempat-tempat terpencil.
  • Pelayanan gereja-gereja di Indonesia untuk kaum marginal
  • Hamba-hamba Tuhan yang berjuang menegakkan keadilan, kebenaran di bidang sosial, ekonomi, hukum dan kemasyarakatan.
  • Komunitas Kristen di Indonesia yang ditekan dan diintimidasi oleh kaum radikalis.
  • Pejuang iman dibidang Kesehatan
  • Tanggung jawab para ayah di hari ‘Hari Ayah Nasional’. 

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK II 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Kemuliaan Bagi Allah: PKJ.No.9 Dengan Malaikat, Angkatlah.

Ses Doa Penyembahan:NNBT No. 4 Naikkan Doa Pada Allah

Ses Pangakuan Dosa: NNBT. No. 10 Ya Tuhan Yang Kudus.

Ses Janji Anugerah Allah: NNBT.No.9 ‘Ku Akan Selalu Bersyukur.

Ses Puji-Pujian: KJ.No. 293. Puji Yesus

Ses Pembacaan Alkitab: Kuyakin Saat Kau berfirman

Ses Pengakuan Iman : KJ.No. 263. Yang T’lah Menang.

Persembahan: K.J.No.287b. Sekarang Bersyukur.

Nyanyian Penutup: NKB. No. 143. Janji Yang Manis

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

 

SHARE

Ingin Publikasi informasi kegiatan jemaat/wilayah atau kegiatan apa saja tentang GMIM di website ?
Silakan Hubungi Bidang Data dan Informasi
Telp : (0431) 352123 Email : info@gmim.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here