TEMA BULANAN : “Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Gereja”
TEMA MINGGUAN : “Peran Gereja Dalam Membangun Bangsa”
Bacaan Alkitab : Matius 22:15-22
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Manusia adalah makhluk sosial dan religius, karena manusia diciptakan Tuhan untuk hidup dalam dunia milik-Nya melalui ikatan bermasyarakat. Manusia diberikan mandat oleh Tuhan untuk mengatur, memelihara, merapikan dunia ini yang merupakan dunia ciptaan Tuhan, karena manusia dipanggil Allah untuk bekerja dalam masyarakat sambil berusaha menjadikan masyarakat lebih sesuai dengan kehendak-Nya. Tuhan tidak hanya perihatin terhadap seseorang tetapi juga terhadap masyarakat sebagaimana kesaksian Alkitab yang menyatakan bahwa tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah dan pemerintah yang ada ditetapkan oleh Allah (Roma 13:1) karena Allah adalah Raja atas bangsa (ay.5). Rasul Paulus mendidik jemaat agar takut dan taat pada pemerintah sebab pemerintah adalah hamba Allah dan sekaligus ditetapkan oleh Allah dan ketaatan warga gereja kepada pemerintah dengan mengambil contoh harus taat membayar pajak dan rasa hormat kepada pemerintah. Hal ini juga telah dipertegas oleh Luther, tokoh reformasi gereja yang menyatakan bahwa ketaatan warga gereja adalah sikap absolut gereja terhadap pemerintah; sedangkan Calvin menyatakan bahwa tanggungjawab kepada pemerintah merupakan arena yang tidak terpisah dari panggilan dan misi gereja. Namun demikian Calvin tetap mengingatkan dengan kritis terhadap pemerintah yang menyimpang dari tujuan negara itu sendiri yaitu membawa kedamaian, kerukunan dan kesejahteraan. Dengan demikian orang kristen harus memahami bahwa pembangunan yang sedang dilaksanakan di Indonesia sebagai anugerah Tuhan dan sebagai konsekuensinya/ resikonya gereja terpanggil dan berpartisipasi dalam berbagai dimensi pembangunan bangsa. Atas dasar pemahaman tersebut di atas, maka tema kita di minggu berjalan ini: “Peran Gereja dalam Membangun Bangsa”.

PEMBAHASAN TEMATISPEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Matius 22:15-22 menyaksikan tentang perdebatan Yesus dengan orang-orang Farisi dan ahli-ahli taurat mengenai boleh tidaknya membayar pajak kepada Kaisar. Orang-orang Farisi melihat bahwa Yesus telah menjadi suatu masalah dan ancaman yang dapat mengganggu posisi mereka sebagai pemimpin umat, sehingga dengan berbagai cara menyingkirkan Yesus, dimana mereka mengajak orang-orang Farisi dan orang-orang Herodian (pendukung Herodes) untuk menjebak dan menjatuhkan Yesus dengan pertanyaan “Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”. Bagi orang Yahudi memberi pajak kepada Kaisar merupakan keterpaksaan sebab pada waktu itu ada ketegangan pemahaman antara dasar-dasar keagamaan dengan kewajiban mereka sebagai jajahan, bahkan orang Yahudi memahami bahwa harta milik orang Israel adalah milik Allah, sehingga jika membayar pajak berarti memberikan milik Allah kepada penjajah. Dengan pertanyaan ini, orang Yahudi berharap Yesus akan terjebak. Bilamana Yesus mengatakan untuk tidak membayar pajak, maka Yesus dituduh menghasut rakyat melakukan perlawanan kepada penjajah Romawi dan sebaliknya bilamana Yesus mengatakan harus membayar pajak, maka Yesus dianggap tidak memiliki keberpihakkan pada bangsa-Nya. Tetapi Yesus mengetahui kejahatan, kemunafikan hati orang Yahudi untuk mencobai-Nya (ayat 18). Yesus hanya menjawab: “Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Kebetulan mereka membawa satu dinar kepada-Nya. Dinar adalah mata uang Romawi dan satu dinar biasanya dibayar untuk pekerja harian sehari. Kemudian Yesus bertanya kepada mereka “gambar dan tulisan siapakah ini?” Gambar dan tulisan itu sesungguhnya menyinggung perasaan orang Yahudi, sebab mereka cenderung menganggap kaisar itu dewa. Lalu Yesus menjawab kepada mereka, “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kami berikan kepada Allah.” Jawaban Yesus ini sesuatu yang jitu, sakti dan tepat mengenai persoalan. Bagi Yesus Kaisar adalah mewakili pemerintah yang sah dan dengan demikian pemilik mata uang dan karenanya berhak memungut pajak. Tetapi sebaliknya manusia mempunyai gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26) dan karenanya kepatuhan manusia dengan seluruh hidupnya haruslah kepada Allah. Di sini Yesus membuat perbedaan untuk meluruskan pemahaman tentang ketaatan bahwa tidak boleh disamakan ketaatan kepada Kaisar dan ketaatan pada Tuhan, karena segala sesuatunya berada di bawah kuasa Allah yang dapat membinasakan tubuh dan jiwa (Matius 10:28, Kisah Para Rasul 5:29). Dengan kata lain untuk taat kepada Allah tidak dapat dibatasi dengan apapun juga yang ada di dunia ini, seperti kata Yesus “Kerajaanku bukan berasal dari dunia” (Yohanes 18:36). Membayar pajak kepada Kaisar wajib diberikan tetapi sebaliknya Kaisar tidak boleh disembah dan hanya Tuhan yang patut disembah yang merupakan inti pengajaran iman, penginjil Matius di Antiokhia (Siria) yang merupakan juga pusat penginjilan Paulus. Para pejabat dan aturan tradisi keagamaan Yahudi yang dikecam oleh Yesus sekaligus diingatkan supaya merubah visi mereka agar memberlakukan firman Allah yang sebenarnya. Gerakan dan terobosan Yesus ini selain mengubah tradisi keagamaan Yahudi yang kaku, tetapi juga semakin banyak orang yang datang dan percaya pada Yesus.

Makna dan Implikasi Firman

  • Yesus memberikan hidup-Nya kepada manusia karena Ia menghargai nilai luhur dan martabat manusia dan itu berarti landasarn moralitas orang Kristen adalah menghormati kebaikan dan keselamatan-Nya. Pelayanan yang dilakukan Yesus adalah mencakup seluruh sisi kehidupan manusia, sehingga sebagai pengikut Yesus harus melakukan apa yang dilakukan Yesus yaitu “vox dei voxpopuli” (suara Tuhan itulah yang seharusnya dilakukan oleh warga gereja) dan bukan “vox populi vox dei” (suara rakyat adalah suara Tuhan) karena suara rakyat belum tentu adalah suara Tuhan.
  • Gereja ada di dunia tapi bukan berasal dari dunia, karena gereja ada karena pekerjaan kuasa Roh Kudus, demikian juga kehadiran gereja di Indonesia. Gereja dipanggil untuk bersekutu, bersaksi dan melayani umat di Indonesia. Kontribusi dan partisipasi warga gereja dalam pembangunan bangsa sangat penting dan diperlukan saat ini, karena bangsa sedang mengalami kemerosotan moral seperti adanya penyalahgunaan/penggelapan uang rakyat yang didapat dari pemberian pajak warga gereja.
  • Pengakuan dan ketaatan kita kepada pemerintah adalah wujud iman kita kepada Tuhan bahwa negara yang kita bangun dan tempati ini adalah anugerah Allah untuk menya-takan keselamatan-Nya. Namun ketika suatu pemerintah tidak berjalan dengan prinsip keselamatan dan kesejahteraan yang dikerjakan oleh Allah dalam Yesus Kristus, maka gereja harus mengingatkan pemerintah dengan posisi dan peran suara kenabiannya yaitu kritis, konstruktif dan realistis.
  • Pajak adalah anugerah dan berkat Tuhan yang harus dipergunakan sesuai maksudnya yaitu untuk kesejahteraan dan kesinambungan pembangunan. Jauhkan sifat, perilaku, kultur/budaya korupsi uang rakyat untuk kepentingan pribadi dan kelompok.
  • Iman dan tanggung jawab warga gereja sesungguhnya berdimensi vertikal (Tuhan) dalam hal memberi persembahan syukur melalui persekutuan-persekutuan gereja, tetapi juga berdimensi horisontal (pemerintah) dalam hal ini memberi diri, kontribusi pikiran, partisipasi dalam segala aspek pembangunan bangsa di dalamnya kewajiban membayar pajak. Berikanlah persembahan sebagai hak Tuhan untuk menunjang pelayanan gereja dan berikanlah juga tenaga, pikiran dan membayar pajak untuk pemerintah demi kesinambungan pembangunan bangsa.
  • Kehidupan iman Kristen tidak hanya diberlakukan di dalam lingkungan gereja saja tetapi juga diberlakukan dalam kehidupan masyarakat luas. Gereja tidak boleh mengasingkan diri dari lingkungan, tetapi kewajiban gereja untuk men-dukung proses pembangunan bangsa yang sedang berlang-sung berdasarkan ketaatan kepada Allah. Dengan demikian apa yang diimani oleh warga gereja kepada Tuhan harus nampak bukan hanya di dalam persekutuan-persekutuan gereja tetapi juga nampak di tengah-tengah masyarakat sebagai wujud implementasi/ perbuatan iman dan ketaatan kepada firman dan Tuhan-Nya, sebab sebagai warga gereja yang baik itu berarti juga akan menjadi warga negara yang baik pula.
  • Penyimpangan dan penggelapan pajak oleh sebagian pejabat apalagi menghindari membayar pajak dengan memarkir/ menyimpan uang di luar negeri hendaknya dihentikan melalui pertobatan iman, karena perilaku korupsi dan apalagi menghindar membayar pajak, selain mendatangkan dosa dan kutukan dari Tuhan, tetapi juga akan merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa sekaligus merusak generasi baru bangsa.
  • Bersyukurlah kita sebagai warga gereja dan bangsa bahwa di perayaan HUT ke-72 kemerdekaan RI, bangsa kita semakin maju, pembangunannya semakin merata mulai dari kota sampai di desa, ekonomi semakin bertumbuh bahkan semakin diperhitungkan sebagai salah satu negara kompetitor/pesaing ekonomi negara-negara di dunia. Semua ini karena Anugerah Tuhan yang memberi hikmat dan rasa takut pemimpin kepada Tuhan yang di dukung oleh partisipasi dan kesadaran iman warga gereja membangun dan sekaligus mengelola pajak itu sendiri. 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

  1. Menurut konteks bacaan ini, apa yang dimaksud oleh Yesus “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Jelaskan?
  2. Menurut saudara apa dan mengapa perlu membayar pajak kepada pemerintah?
  3. Apakah tidak membayar pajak kepada pemerintah adalah dosa? Berikan penjelasan! 

POKOK-POKOK DOA

  • Syukur untuk kemerdekaan yang Tuhan anugerahkan bagi bangsa Indonesia.
  • Gereja dimampukan mendukung program pemerintah dengan taat pada peraturan terutama taat untuk membayar pajak juga taat melakukan perintah Tuhan sesuai yang di firmankan Allah.
  • Pemerintah diberi hikmat dan kebijaksanaan dalam memimpin bangsa Indonesia. 

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN : HARI MINGGU BENTUK II 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN

Kemuliaan Bagi Allah: KJ No. 337 Betapa Kita Tidak Bersyukur

Ses Doa Penyembahan: KJ  No. 293 Puji Yesus

Pengakuan Dosa: NNBT. No. 9 ’Ku Akan Selalu Bersyukur

Janji Anugerah Allah: KJ. No. 40 Ajaib Benar Anugerah

Puji-pujian: NNBT No.3 Mari Kita Puji Allah

Seb.Pembacaan Alkitab: KJ No 50a Sabda-Mu Abadi

Ses Pengakuan Iman: KJ No 246 Ya Allah Yang Mahatinggi

Persembahan: NKB No. 133 Syukur Pada-Mu Ya Allah

Nyanyian Penutup: KJ No. 336 Indonesia Negaraku

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

SHARE
Ingin Publikasi informasi kegiatan jemaat/wilayah atau kegiatan apa saja tentang GMIM di website ? Silakan Hubungi Bidang Data dan Informasi Telp : (0431) 352123 Email : info@gmim.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here