TEMA BULANAN : “Mengembanngkan Spiritualitas Pelayanan”
TEMA MINGGUAN : “Diciptakan, Dibentuk, Ditebus, Dipanggil dan Disertai Untuk Kemuliaan Tuhan”
Bacaan Alkitab : Yesaya 43:1-7
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Nuansa pemilihan Pelayan khusus sangat terasa di lingkungan pelayanan GMIM, pro/kontra menjelang pemilihan bahkan jauh sebelumnya telah memberi cita rasa tersendiri di semua aras pelayanan yang ada di Sinode GMIM. Ada yang terpilih tetapi ada pula yang tidak terpilih, menjadi Pelayan khusus. Apakah ini akhir dari sebuah perjuangan untuk menjadi Pelayan Tuhan? Tentunya tidak. Ada yang tidak terpilih lagi karena usia dan kriteria lainnya, namun itu pun bukan akhir dari segalanya. Kesempatan untuk melayani di lingkungan GMIM sangat banyak dan terbuka lebar antara lain di Komisi P/KB, W/KI, Pemuda, Remaja dan Anak Sekolah Minggu; di Komisi PSD, KPDP, Kesehatan, Pendidikan, PWG, Pembangunan, Musik Gereja; Kelompok fungsional Lansia, BPPJ, Kostor, Pegawai, Panitia dan lain-lain. Seorang Pendeta GMIM pernah berkata: ”Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya” tidak ada orang yang akan ada dari masa ke masa atau pun sepanjang masa. Tepatlah firman Tuhan dalam kitab Pengkhotbah bahwa “…untuk segala sesuatu ada waktunya”.

Sebagaimana tema di minggu berjalan ini; Diciptakan, Dibentuk, Ditebus, Dipanggil dan Disertai untuk Kemuliaan Tuhan merupakan gambaran tentang hubungan manusia dengan Allah yang sangat unik. Bisa juga disebut sebuah rangkaian proses pembentukan manusia untuk bekerja-sama dengan Allah dalam rangka membawa semua orang percaya yang ditebus-Nya untuk menikmati keselamatan kekal. Dalam proses panjang ini Tuhan juga berjanji untuk memproteksi orang percaya yang dipilih dan ditebus-Nya dari berbagai ganguan dan ancaman yang membahayakan.

PEMBAHASAN TEMATIS.
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Yesaya 43 : 1 – 7.

Bagian perikop ini mengungkapkan nubuatan nabi Yesaya, tentang kasih Allah dan tujuannya bagi umat Israel yang berada di pembuangan di Babel serta berbagai berkat yang dianuge-rahkan Tuhan bagi mereka. Tuhan sendiri yang menyebutkan status mereka sebagai bangsa yang diciptakan Tuhan. Dari tidak ada menjadi ada, serta dibentuk Tuhan. Pemakaian nama Yakub dan Israel menunjuk pada umat perjanjian secara kolektif, yakni keturunan Abraham. Mereka telah ditebus Tuhan. Kata “menebus” menunjuk pada tindakan Allah yang melepaskan dari pihak tertentu dan menjadikan Israel sebagai keluarga-Nya.  Mereka dipanggil dengan nama mereka dan mendapatkan status sebagai kepunyaan Allah (ayat 1).

Selanjutnya mereka mendapat jaminan penyertaan Tuhan. Oleh sebab itu mereka tidak boleh takut ketika  menyeberang melalui air, atau melalui sungai-sungai, mereka tidak akan dihanyutkan; apabila berjalan melalui api, tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar mereka (ayat 2).

Tuhan menegaskan siapa diri-Nya. Ia sebagai Allah yang Mahakudus, Allah Israel juruselamat mereka.  Bukti historisnya mereka telah ditebus dari Mesir, dan Etiopia dan Syeba serta bangsa-bangsa sebagai ganti nyawa mereka,  karena mereka berharga di mata Allah dan dikasihi-Nya (ayat 4); dan semua keturunannya yang disebut sebagai anak-anak Allah, laki-laki dan perempuan, dari timur dan barat, dari utara dan selatan bahkan dari ujung-ujung bumi akan dikumpulkan Allah (ayat 5-6), artinya mereka akan kembali terkumpul ke Yehuda.

Ayat 7 merupakan ringkasan maksud Allah menebus Israel, bahwa mereka yang disebutkan dengan nama Allah dan yang diciptakan-Nya,  adalah untuk kemuliaan Allah, demikian juga yang dibentuk  dan yang dijadikan-Nya. Dengan demikian rangkaian kasih Allah bagi umat Israel, bahwa mereka diciptakan, dibentuk, ditebus, dipanggil dan disertai adalah dalam rangka satu maksud, yaitu untuk kemuliaan Allah.

Makna dan Implikasi Firman

  • Penebusan yang dilakukan Allah bagi umat Israel, sekalipun mereka telah berbuat dosa dan telah mendapatkan hukuman melalui pembuangan di Babel, merupakan tindakan Allah yang tak melupakan janji-Nya bagi mereka. Penebusan ini merupakan bayangan dari karya Allah dalam Yesus Kristus yang menebus umat-Nya dari dosa, dengan maksud kemuliaan, sebagaimana yang dikatakan Paulus kepada jemaat di Roma. “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara . Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya”(Roma 8 : 29 – 30). Jadi setiap orang yang dipilih-Nya, dipanggil-Nya, dibenarkan-Nya adalah orang-orang yang dimuliakan-Nya, yakni untuk kemuliaan Tuhan.
  • Setiap orang percaya telah diciptakan dan dibentuk Allah sesuai dengan nama, jenis kelamin, karakter dan potensi -Nya. Semua ini mencerminkan anugerah Allah yang patut dihormati dan dikembangkan kwalitasnya. Karena berasal dari Allah yang sama, maka masing-masing tidak boleh menjadi sombong, egois dan angkuh, apalagi menggunakan potensi dirinya untuk menjatuhkan satu sama lain.
  • Orang yang dipangil dan dipilih Tuhan, tidak boleh ragu dalam perjalanan pelayanannya sebab mereka disertai  Tuhan dalam berbagai tantangan, pergumulan, masalah dan penderitaan hidup. Oleh sebab itu majulah terus dalam pelayanan, jangan takut, baik karena air yang bisa menghanyutkan maupun dalam bentuk api yang bisa menghanguskan, sebab Dia berkuasa memelihara apa yang telah dipercayakan kepada kita hingga pada hari Tuhan. (band. 2 Tim. 1:12).
  • Setiap orang percaya adalah pelayan Tuhan, baik anggota jemaat maupun pelayan khusus termasuk yang mengambil bagian dalam komisi kategorial, komisi kerja dan perangkat pelayanan lainnya. Semua ini dikaruniakan Tuhan bagi kita untuk kemuliaan nama-Nya. Oleh sebab itu jangan kita menggunakan semua karunia ini untuk kepentingan pribadi, prestasi dan prestise, tetapi untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan.
    • Jadi terpilih atau tidak terpilih sebagai pelayan khusus, itu bukan tujuan dan prioritas hidup kita, karena yang terpenting dalam hidup ini adalah mencapai tujuan dan maksud Allah menebus kita, yakni hidup yang memuliakan Dia dalam segenap talenta yang dianugerahkan-Nya bagi kita. Amin.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Apa yang kita pahami dari perikop ini tentang Penciptaan, Pembentukan, Penebusan, Panggilan dan Penyertaan Allah bagi umat Israel, untuk kemuliaan Allah?
  2. Apa relasinya, jika perikop ini dihubungkan dengan Roma 8: 28-30?
  3. Apa yang perlu kita lakukan supaya pelayanan kita memuliakan Tuhan?

NAS PEMBIMBING: Yohanes 15:16 

POKOK-POKOK DOA:

  • Proses pemilihan pelayan khusus dan komisi Kategorial dapat berjalan dengan baik.
  • Semua perangkat pelayanan, khususnya anggota sidi dituntun Roh Kudus untuk memilih dengan hati nurani.
  • Yang terpilih memiliki komitmen untuk memuliakan Tuhan.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK III

NYANYIAN YANG DIUSULKAN :

Nyanyian  Masuk : NKB No. 3 Terpujilah Allah

Pengakuan Dosa : KJ No 29 Di Muka Tuhan Yesus

Pemberitaan Anugerah Allah: NNBT No. 30 Allah Tuhan Kekuatan-Mu

Ses Pembacaan Alkitab: KJ No. 49 Firman Allah Jayalah

Pengakuan Iman : KJ No. 38 T’lah Kutemukan Dasar Kuat

Persembahan : KJ No. 289 Tuhan Pencipta Semesta

Nyanyian Penutup : NNBT  No. 34 Tuhanlah Perlindunganku 

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

SHARE

Ingin Publikasi informasi kegiatan jemaat/wilayah atau kegiatan apa saja tentang GMIM di website ?
Silakan Hubungi Bidang Data dan Informasi
Telp : (0431) 352123 Email : info@gmim.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here