TEMA BULANAN : “Keluarga Sebagai Pangkalan Misi”
TEMA MINGGUAN : “Hikmat Tuhan Dasar Pembentukan”

BACAAN ALKITAB: Amsal 3:11-20

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Hikmat artinya kebijaksanaan, kearifan dan kemampuan intelek-tual serta pemahaman akan apa yang benar dikaitkan dengan penilaian optimal terhadap suatu perbuatan. Berhubungan dengan Hikmat Tuhan dijelaskan bahwa hikmat diciptakan oleh Tuhan sebagai permulaan pekerjaan-Nya. Gereja harus meng-akui keabsolutan ‘hikmat Tuhan’, yang bersumber dari Tuhan. Hikmat Tuhanlah yang paling baik dalam segala sesuatu bagi orang yang menyerahkan diri pada kehendak-Nya. Sedangkan karakter adalah hal yang menyangkut sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang menjadi ciri khas seseorang. Karakter seseorang dapat dibentuk sesuai dengan kehendak Tuhan, agar perilakunya menggambarkan  seorang Kristiani yang beriman.

Realitas gereja sering diperhadapkan dengan berbagai macam budaya, agama, pendidikan, dan pola hidup dalam masyarakat. Perbedaan tersebut bukan tidak mungkin akan turut berperan dalam pembentukan karakter seseorang. Di satu sisi, ada yang memandang bahwa pluralitas atau keanekaragaman sebagai satu kekayaan yang jika dikelola dengan baik akan memberikan kontribusi bagi pembentukan karakter seseorang. Di lain pihak, apa yang kita anggap baik bagi pembentukan karakter tersebut secara pribadi dan keluarga, belum tentu benar di mata Tuhan. Karena itu, hikmat Tuhan harus menjadi dasar yang benar terhadap pembentukan karakter seseorang, yang kemudian akan turut berperan terhadap pembentukan karakter keluarga, jemaat dan masyarakat.

Dalam konteks seperti inilah diperlukan landasan yang kuat dan kokoh agar pengaruh lingkungan tidak akan mendominasi karakter warga gereja, melainkan hikmat Tuhanlah yang harus menjadi dasar utama dan yang pertama dalam pembentukan karakter tersebut. Karena itu tema minggu ini: “Hikmat Tuhan Dasar Pembentukan Karakter”.

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Hikmat (Ibr. hokhma: bijaksana) sebagai bahan pengajaran Israel terutama yang berkaitan dengan hikmat, biasanya berhubungan dengan etika dan praktis. Artinya mengandung bahasa penyataan Allah, dan berkaitan langsung dengan perilaku sehari-hari.

Amsal 3:11-20 tidak bisa dilepaskan dari ayat 1-10 karena memiliki corak paralel (sejajar dan kemiripan). Bagian ini dikelompokkan pada masa sesudah pembuangan dimana Bait Allah telah hancur, membuat umat bertanya tentang kekuasaan Tuhan. Budaya dan agama asing begitu mudah menggerogoti kehidupan umat. Karena itu diperlukan pemahaman bahwa Tuhan hadir di segala tempat, bukan hanya di Bait Allah melainkan dengan berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk ketika berinteraksi dengan orang lain. Hikmat Allah sempurna dan lengkap sebab mencakup semua segi kehidupan manusia, yang harus hidup dan menyelami jalan-jalan Allah.

Ayat 11-12, menjelaskan tentang pentingnya hikmat Tuhan karena sangat bermanfaat untuk mendatangkan berkat Tuhan melalui ketaatan dan penyerahan diri kepada Tuhan. Manusia diajak untuk tidak menolak didikan tapi mau menerimanya sebagai peringatan Tuhan. Didikan Tuhan (Ibrani. “musar adonay” berarti tepatnya disiplin dari Tuhan harus dilihat sebagai wujud dari tindakan kasih Tuhan. Sebab Tuhan mendidik dan mendisiplinkan umat dalam berbagai bentuk pengalaman hidup yang sering berbalutkan dengan hal-hal yang menyakitkan dan mendukakan hati manusia.

Ayat 13, memberi penekanan tentang manfaat yang besar ketika seseorang memiliki hikmat. Hikmat mendatangkan sukacita yang besar, sebab orang itu akan berbahagia. Kata berbahagia dalam Perjanjian Lama sering digunakan untuk kelimpahan materi dan sukacita rohani. Dengan demikian seseorang yang memiliki hikmat akan mengalami kebahagiaan, yakni kelimpahan materi dan rohani.

Ayat 14-15, dengan memiliki hikmat, manusia akan mengalami keuntungan yang melebihi perak. Walaupun perak dimasa itu digunakan sebagai mata uang dan bisa juga sebagai modal, sehingga bisa memberi keuntungan yang sangat banyak dari segi materi, tetapi hikmat masih jauh lebih berharga. Bahkan lebih berharga dan bernilai dibandingkan emas dan permata sebagai barang-barang yang sangat berharga. Dilain pihak, batu permata bukan hanya dilihat punya keuntungan dari sisi materi (batu berharga), tetapi masyarakat diwaktu itu percaya bahwa batu permata memiliki kekuatan magis dan karena itu sering digunakan dalam ritual-ritual keagamaan, bahkan sering juga digunakan di bidang kesehatan untuk penyembuhan bagi yang sakit. Tetapi sekali lagi, hikmat Tuhan tetap menjadi bagian yang lebih penting dari segala-galanya.

Ayat 16-18, menekankan kembali tentang pentingnya memiliki hikmat Tuhan. Hikmat di sini berguna untuk memberikan kehidupan dan umur panjang;  kekayaan dan kehormatan serta kebutuhan lainnya yaitu kebahagiaan dan kesejahteraan. Bahkan peran dan fungsi hikmat diibaratkan seperti pohon kehidupan yang akan memberi buah kehidupan bagi orang benar yang memegangnya dan janji pemenuhan keinginan dan kebahagiaan.

Ayat 19-20, kata hikmat di sini disandingkan dengan kata pengertian (Ibrani. tevuna) karena memiliki arti yang sama. Hikmat juga dikaitkan dengan pekerjaan penciptaan Allah. Hikmat inilah yang dipergunakan oleh Allah sebagai prinsip dalam kegiatan dan seluruh proses penciptaan alam semesta, yang terdiri dari langit, bumi dan samudera raya. Allah dalam bagian ini digambarkan sebagai arsitek dalam pembangunan ilahi, yang merancang seluruh alam semesta seperti sebuah bangunan. Dalam bagian ini penulis mengunakan dua kata kunci dalam bahasa Ibrani yakni “yasadh” yang berarti meletakkan dan kata “konen” yang berarti menetapkan. Dengan demikian hal ini hendak menekankan bahwa Tuhanlah yang telah meletakkan dasar bumi dan menjadi tempat kediaman manusia di atas tiang-tiang penopang (Mazmur.18:16), sekaligus mempertegas bahwa Tuhanlah yang telah menciptakan bumi (Ibrani.arets) dan langit (Ibrani. syamayim); (bnd. Kejadian.1:1).

Makna dan Implikasi Firman
  • Kebahagiaan menjadi dambaan setiap manusia. Dan bagi orang percaya, hal ini diperoleh bukan karena memiliki harta yang melimpah melainkan ketika memiliki hikmat Tuhan. Orang yang mencari dan mengutamakan hikmat akan memperoleh berkat yang tak ternilai karena keuntungannya melebihi dari apapun yang dianggap paling berharga oleh manusia. Ada manusia yang lebih condong hatinya pada harta, jabatan dan pada segala sesuatu yang mendatangkan kenikmatan tetapi kemudian mengorbankan hikmat Tuhan. Hikmat ini harus menjadi dasar disetiap interaksi dengan sesama tetapi juga ketika merencanakan atau menggapai sebuah harapan bahkan dalam pekerjaan.
  • Hikmat yang sejati adalah pengenalan akan Allah dan kasih kita kepada-Nya serta ketaatan terhadap segala kehendak-Nya. Hikmat sering membawa kita masuk dalam berbagai lorong masalah dalam kehidupan ini. Namun jika kita tahu bahwa ini adalah jalan Allah dan kita berserah penuh pada Tuhan, maka hikmat akan memberi kita ketenangan, ketentraman dan kedamaian. Pergumulan yang sering kita alami bisa diibaratkan seperti halnya pohon yang dibersihkan dari benalu atau tumbuhan parasit lainnya. Juga seperti batu permata harus diasah untuk mendapatkan hasil terbaik dengan cahaya yang berki Dalam konteks inilah karakter kita sedang di bentuk oleh Tuhan agar kita mampu melewati berbagai tantangan dan persoalan dalam hidup ini sehingga membuat iman kita tetap kuat dan teguh.
  • Karakter setiap orang percaya harus dibentuk dan didasari pada hikmat Tuhan. Sebab hikmat Tuhan menuntun kita pada pengenalan yang benar tentang Tuhan yang mencip-takan langit, bumi dan segala isinya. Sebagai Pencipta, mengajarkan kita untuk bergantung penuh dan tidak meragukan tentang kuasa-Nya yang tak terbatas itu. Hikmat Tuhan juga menuntun kita pada jalan yang benar bahkan ada jaminan untuk menikmati berbagai kelimpahan sukacita, kesejahteraan, kebahagiaan dan umur panjang.
  • Gereja ditempatkan Tuhan di dunia ini dengan segala bentuk persoalan dan pergumulannya. Karena itu setiap warga gereja harus memiliki hikmat Tuhan sebagai penangkal godaan dan cobaan. Keluarga adalah tempat pertama-tama untuk menjadi penangkal, dengan demikian setiap keluarga Kristen harus mengundang dan memiliki hikmat Tuhan. GMIM saat ini masih berada dalam suasana perayaan syukur HUT ke-188 Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen GMIM, dengan demikian membuat kita meyakini tentang kuasa Allah dengan menempatkan keluarga sebagai dasar pengajaran tentang hikmat Tuhan sehingga menjadikan keluarga-keluarga semakin dewasa dalam pengenalan akan kehendak-Nya.

 PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

  1. Apakah pemahaman saudara tentang hikmat Tuhan sebagai dasar pembentukan karakter menurut Amsal 3:11-20?
  2. Bagaimana menjadikan hikmat Tuhan sebagai dasar pembentukan karakter keluarga, jemaat dan bangsa?
  3. Jelaskan hambatan-hambatan yang menjadikan hikmat Tuhan sebagai dasar pembentukan karakter bagi seseorang?

 NAS PEMBIMBING: Kolose 2:3

 POKOK-POKOK DOA:

  • Menjadikan hikmat Tuhan sebagai dasar dalam aktivitas hidup.
  • Membuat keluarga sebagai pangkalan pembentukan karakter kristiani.
  • Warga gereja yang bekerja di bidang eksekutif, legislatif dan yudikatif supaya bekerja berdasarkan hikmat Tuhan.

 TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

HARI MINGGU BENTUK III

 NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Nyanyian Masuk: NNBT No.2  Dunia Tercipta Oleh Kar’na Tuhanmu.

Ses Nas Pembimbing: NKB No.3 Terpujilah Allah

Ses Pengakuan Dosa: NNBT No.29 Apakah Yang T’lah Engkau Lakukan.

Ses Pemberitaan Anugerah Allah: NKB No. 17 Agunglah Kasih Allahku.

Ses Pemb Alkitab: KJ No. 405 Kaulah, Ya Tuhan, Surya Hidupku

Ses  Pengakuan Iman: KJ No.280 Aku Percaya

Persembahan: KJ No.289  Tuhan, Pencipta Semesta

Nyanyian Penutup: NNBT No. 35  Tuhan Kau Gembala Yang Baik.

 

ATRIBUT

Warna Dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.