TEMA BULANAN :“Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir
TEMA MINGGUAN :Andalkan Allah dan Bukan Manusia

BACAAN ALKITAB: Mazmur 146:1-10

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Mengandalkan Allah adalah hidup yang hanya berpusat kepada-Nya. Berpusat kepada kuasa yang tidak terbatas dan yang mampu melakukan hal-hal di atas kemampuan manusia. Tuhan Allah menciptakan manusia agar supaya manusia memuji dan me-muliakan Tuhan dalam seluruh hidupnya. Memberi segenap hidup pada Tuhan sebagai bukti mempercayai dan mengandalkan Dia.

Gereja berada di era modern ini ditantang dengan berbagai bentuk cara hidup manusia yang lebih mengandalkan diri atau kekuatan manusia. Seperti merasa lebih kuat, mengandalkan kekuatan diri sendiri bergantung kuasa dan harta, lebih mengejar kehormatan, sifat merendahkan orang lain, suka menguasai, acuh tak acuh, tidak peduli dan adanya tindakan-tindakan kekerasan. Manusia lupa bahwa sehebat apapun yang ia miliki, semua itu terbatas dan suatu ketika tidak akan mampu memberikan jawaban. Sebab letak kekuatan sebenarnya bukan di tangan manusia namun sebenarnya ada di tangan Allah. Manusia lebih baik mengandalkan kekuatan Allah yang jelas tak terbatas daripada mengandalkan manusia yang kekuatannya terbatas. Oleh karena itu perenungan Gereja kita minggu ini diberi tema: “Andalkan Allah dan Bukan Manusia”

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kitab Mazmur ini berasal dari zaman sesudah pembuangan dan diucapkan dalam suatu konteks ibadah meskipun pembu-kaannya bernada perseorangan. Suatu madah kepada Tuhan yang setia di mana selalu memperhatikan orang-orang yang menderita dan orang-orang kecil. Mazmur ini juga mengundang bangsa Israel untuk percaya dan berharap hanya kepada Allah.

Dalam perikop ini menjelaskan tentang si pemazmur yang berbicara kepada dirinya sendiri dan menyatakan maksudnya untuk memuji Tuhan. Kata ”Puji” dalam kamus bahasa Indonesia diartikan dengan pernyataan rasa pengakuan dan penghargaan yang tulus akan kebaikan yang melahirkan kekaguman dan penghargaan kepada sesuatu yang dianggap indah, baik, gagah berani. “Pujian” dalam bahasa Ibrani adalah tindakan untuk mengagungkan atau membesarkan dan memuliakan Tuhan atas apa yang telah diperbuat-Nya bagi kita. Kata “Mulia”, kemuliaan, adalah termasuk keindahan, kebesaran. Kemuliaan adalah suatu kualitas yang ber-kenan kepada Allah. Memuliakan Allah berarti memberi-Nya kemuliaan. Istilah kemuliaan dalam kaitannya dengan Allah dalam PL mengandung ide kemegahan yang luar biasa. Di dalam PB istilah kemuliaan berarti martabat, kehormatan, pujian dan syukur. Jadi makna memuliakan Allah adalah mengakui kebesaran-Nya dan menghormati-Nya melalui pujian dan penyembahan. Kemuliaan adalah bagian pokok dari kodrat-Nya dan kita memuliakan Dia, dengan mengakui bagian pokoknya itu. Si pemazmur hendak memuji dan memuliakan Tuhan selama hidup. Dia mau menjadikan dirinya suatu puji-pujian bagi kemuliaan Tuhan (ayat 2). Oleh karena pengalamannya sendiri, pemazmur meminta manusia untuk tidak mengandalkan kebaikkan para bangsawan. Manusia tidak layak menjadi obyek kepercayaan. Manusia hanyalah sekedar manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. Si pemazmur menyadari tidak dapat mengharapkan dari manusia yang fana karena hidup dan pemikirannya akan berakhir dan tubuhnya kembali menjadi debu (ayat 3-4). Tetapi berbahagialah orang yang mengandalkan Tuhan yang Mahakuasa sebagai penolongnya dan harapannya (ayat 5). Dia-lah Allah pencipta langit dan bumi. Allah yang setia untuk selama-lamanya. Kesetiaan-Nya ditunjukkan terutama dengan mene-gakkan keadilan bagi orang yang diperas  dan memberikan makanan kepada orang yang lapar. Tuhan membuka mata orang-orang buta dan menegakkan orang-orang yang tertindas dan mengasihi orang benar. Tuhan menjaga orang-orang asing atau pendatang dan menopang serta memberikan kekuatan kepada anak-anak yatim dan janda. Orang-orang fasik jalannya dibengkokkan sehingga tidak mencapai tujuan sesuai rencananya (ayat 6-9). Tuhan akan memerintah sebagai Raja dan Ia akan menjalankan kuasa kedau-latan-Nya selama-lamanya. Oleh karena itu ada seruan untuk Sion agar supaya menerima Tuhan dengan penuh kepercayaan dan sukacita (ayat 10).

Makna dan Implikasi Firman
  • Memuji dan memuliakan Tuhan adalah perintah dari Tuhan untuk semua yang bernafas ( Mazmur 150:6). Itu berarti menjadi kewajiban dan gaya hidup setiap orang Kristen. Tidak ada pribadi yang lebih layak untuk dipuji sebab hanya Tuhan yang layak dipuji dan dimuliakan (Yesaya 42:8). Memuji Tuhan itu baik dan indah ( Mazmur 147:1). Ada kuasa dalam pujian dan Allah bersemayan di atas puji-pujian (I Sam 16:14,23, Mazmur 22:4). Tuhan menciptakan manusia supaya manusia tahu bahwa ia harus percaya dan memuji Dia. Memuji Tuhan bukan hanya sebatas kata-kata namun dalam seluruh hidup dan dalam keadaan apapun juga. Sebagai umat Tuhan kita seharusnya punya janji kepada Tuhan bahwa selagi kita ada dan hidup hanya Dia yang dipercaya dan dipuji. Segala sesuatu di kehidupan ini hanya tertuju kepada Allah yang satu-satunya yang layak dipercaya dan dipuji. Roma 11:36 tertulis: “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dia-lah kemuliaan sampai selama-lamanya!”.
  • Manusia mempunyai keterbatasan dan tidak sama dengan Allah. Manusia ada hanya karena kasih Allah dan karena itu Dia-lah Allah pencipta satu-satunya yang patut dipercayai. Sehebat apapun manusia dia hanyalah sekedar manusia dan tidak dapat memberikan keselamatan hidup yang kekal. Segala kemegahan yang dimiliki oleh manusia akan lenyap. Umat Tuhan diajar untuk tidak mengandalkan kekuatan manusia dan tidak ber-gantung kepada manusia yang fana. Sebab percaya dan bergantung kepada manusia hanyalah menjadi sia-sia. Hanya Tuhan yang dapat diandalkan bagi setiap orang percaya.
  • Manusia yang paling berbahagia adalah yang mempunyai Allah yang hidup di dalam Tuhan Yesus Kristus. Umat Tuhan yang percaya dan mengandalkan Allah ada kepastian untuk menikmati kebahagiaan. Orang yang menjadikan Allah sebagai penolong dan harapan-Nya maka benar-benar berbahagia. Menjadi peringatan bagi umat Tuhan untuk tidak mencari pertolongan dan berharap kepada allah-allah lain yang tidak dapat mem-berikan harapan dan hidup. Berharap pada manusia dan dunia ini bukanlah kebahagiaan yang sejati. Tetapi marilah kita mengucap syukur atas kesempatan untuk mempunyai Allah yang hidup, penolong yang sejati, Alfa Omega, yang memberi kebahagiaan sejati yakni keselamatan hidup kekal. GMIM mempunyai tanggung jawab untuk mengingatkan kekuatan Allah yang memberi pertolongan dan harapan yang pasti. Di masa-masa kampanye ini orang percaya tidak mengandalkan kekuatan, penguasa, uang dan jabatan manusia.
  • Allah Pencipta adalah yang tetap setia dan kesetiaan-Nya ditunjukkan kepada umat yang percaya bahkan kepada mereka yang diperas dan tertindas. Allah berjanji tetap setia untuk selama-lamanya (Yesaya 54:10). Kesetiaan Allah kepada manusia sampai selama-lamanya adalah suatu hubungan kasih yang abadi yang tak terpisahkan (Roma 8:38-39). Umat Tuhan layaknya bersyukur dan menjawab kesetiaan Allah dalam hidup nyata di tengah keluarga, jemaat dan masyarakat. Kesetiaan dan kasih dinyatakan dalam hidup bersama dengan sesama bahkan bagi mereka yang menderita.
  • Tuhan sebagai Raja yang memerintah dan Ia akan menjalankan kuasa kedaulatan-Nya selama-lamanya. Umat Tuhan menyadari bahwa Dia-lah Allah yang berkuasa dan memerintah akan dunia ini. Raja di atas segala raja dan Dia-lah Allah yang mengen-dalikan hidup. Karena itu umat Tuhan menyatakan ketaatan dan kesetiaannya kepada Tuhan. Gereja melaksanakan tugas dan pelayanan dalam kekuasaan pemerintahan Allah yang setia dan berdaulat selama-lamanya.

 PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

  1. Apa yang kita pahami tentang Allah yang dipuji, dipercayai dan yang setia selama-lamanya menurut kitab Mazmur 146:1-10?
  2. Sebutkan cara-cara orang yang tidak mengandalkan Allah tapi mengandalkan kekuasaan manusia dan bagaimana cara mengatasinya?
  3. Bagaimana umat Tuhan merespon akan kesetiaan Allah dihubungkan dengan konteks hidup dizaman modern ini?

 NAS PEMBIMBING: Yeremia 17:5 dan 7

 POKOK-POKOK DOA:

  • Tuhan adalah Allah yang layak dipuji, dimuliakan dan dipercayai karena kesetiaan-Nya untuk selama-lamanya.
  • Umat Tuhan hendaknya mengandalkan Allah sebagai penolong sejati satu-satunya yang memberi keselamatan dan menolong hidup, kerja dan pelayanan kita.
  • Agar setiap umat Tuhan mampu merespon kesetiaan Allah dalam hidup sehari-hari.

 TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

HARI MINGGU BENTUK III

 NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Kemuliaan Bagi Allah: NNBT No.1 Pujilah Dia, Pujilah Dia

Doa Penyembahan: NNBT No.6 Allah Bapa Yang Kumuliakan

Pengakuan Dosa: NNBT.No.8 Banyak Orang Suka Diampuni

Janji Anugerah Allah: NKB No. 197 Besarlah Untungku

Puji-Pujian: NNBT. No. 19 Allah Besar Agung Nama-Nya

Ses Pembacaan Alkitab: KJ. No. 53 Tuhan Allah T’lah Berfirman

Pengakuan Iman: KJ. No. 242 Muliakan Allah Bapa

Persembahan: KJ No. 367 Pada-Mu Tuhan Dan Allahku

Nyanyian Penutup: NNBT. No. 28 Ya Tuhan Tolong Aku

 ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.