TEMA BULANAN : “Mengembangkan Spiritualitas Pelayanan”
TEMA MINGGUAN : “Peran Keluarga Dalam Pelayanan”
Bacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 21:1-9
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Keluarga adalah lembaga terkecil dalam jemaat dan masyarakat yang oleh anugerah Tuhan  memunculkan pelayan khusus gereja dan pelayan masyarakat untuk memimpin dan melayani warga jemaat dan masyarakat. Itulah sebabnya tema: Peran Keluarga dalam Pelayanan hendak menyoroti keber-adaan keluarga di tengah keadaan Gereja Tuhan dalam meng-hadapi dunia yang menggandrungi kemajuan dengan berinovasi diberbagai bidang kehidupan. Di sisi lain ada juga fenomena (gejala) manusia berlomba untuk saling mengungguli satu dengan yang lain dengan berbagai cara, tanpa peduli apakah ada yang menjadi korban, sehingga kerja keras seringkali hanya demi mengejar prestise, harta, jabatan dan kuasa. Bagi mereka itu semua menjadi kriteria unggulan agar seseorang dapat dipandang dan didengar serta dihargai. Disinilah peran keluarga yang patut memberikan kontribusinya dengan tidak terseret derasnya arus paradigma (wawasan  berpikir) seperti itu, sebab keluarga harus menjadi contoh dan teladan dalam menyatakan  peradaban yang menjunjung tinggi kerja keras dalam rangka menyatakan kasih Allah diseluruh bidang kehidupan demi kesejahteraan dan kedamaian manusia.

Keteguhan hati dalam melayani dari seorang pelayan khusus gereja sangatlah berdampak pada keberhasilan pekerjaan Tuhan bagi dunia melalui gereja. Itulah sebabnya betapa peran keluarga dalam pelayanan gereja turut menentukan keberhasilan itu.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Pada pasal 21:1-9 dicatat tentang sebagian perjalanan pekabaran Injil ke-3 Rasul Paulus dan rombongannya dimulai dari perpisahan di Miletus (Asia Kecil Barat) dengan para penatua di Efesus berakhir di Kaisarea dekat Yerusalem.

Lukas penulis kitab Kisah Para Rasul mencatat tempat-tempat yang dikunjungi Rasul Paulus dan rombongan yaitu Kos, Rodos, Patara, Tirus, Ptolemais dan Kaisarea. Tempat-tempat itu dikunjunginya dalam perjalanan menuju Yerusalem untuk dapat merayakan hari raya Pentakosta. Itulah sebabnya ia tidak mau menghabiskan waktunya di Asia (20:16). Perjalanan dari Asia Kecil Selatan (Patara) dilanjutkan kebandar laut utama Tirus di Fenisia/Siria. Di Tirus Roh Kudus membisikan kepada Rasul Paulus bahwa ia akan mengalami pembelengguan/pemenjaraan dan penderitaan di Yerusalem (Ayat 4 dan 11). Hal ini yang membuat murid-murid menasehati Rasul Paulus untuk jangan pergi ke Yerusalem. Meskipun demikian tekadnya untuk ke Yerusalem tidak tergoyahkan (20:22-24, 21:13). Perpisahan Rasul Paulus dengan para murid dan keluarganya  (isteri dan anak-anak) adalah  yang mengesankan, karena disatu sisi para murid dan keluarga tahu apa yang kelak dialami Rasul Paulus di Yerusalem, yaitu penderitaan tapi disisi lain mereka semua merasakan kehangatan kasih persaudaraan. Diakhir kunjungan Rasul Paulus dan rombongannya di Tirus, para murid dan keluarga bersama rasul Paulus serta rombongannya berlutut dan berdoa bersama sehingga semua mendapat kekuatan untuk melanjutkan tugas (ayat 5).

Para murid dan keluarga kembali ke rumah. Kata ‘rumah’ (bah.Yunani ‘ta idia’ berarti ‘milik’, ‘rumah sendiri’) memberi pemahaman tentang kepemilikan atas rumah sendiri dari para murid yang dimanfaatkan untuk tempat memelihara keutuhan keluarga dan memberi tumpangan serta menjamu dalam keramahtamahan dan kesederhanaan kepada sesama yang membutuhkan tumpangan (Ayat 4a). Di Ptolemais Rasul Paulus dan rombongannya mempunyai kesempatan walau hanya sehari untuk tinggal disana dan saling menguatkan sebagai saudara-saudara seiman. Penulis Kisah Para Rasul agaknya membedakan penyebutan murid-murid/disciples (bah.Yunani ‘mathetes’) di Tirus, sementara di Ptolemais ia menyebutkan ‘saudara-saudara seiman’/brethren (bah. Yunani adelphous). Jika mencermati peta perjalanan pekabaran Injil oleh Rasul Paulus, maka di dapati catatan bahwa ia sempat berkunjung di Tirus pada perjalanan pekabaran Injil kedua dan ketiga. Sementara di Ptolemais dia hanya sekali berkunjung yaitu pada perjalanan pekabaran Injil ketiga. Itu berarti, sangatlah mungkin telah terbentuk persekutuan orang-orang percaya Injil Yesus Kristus di Tirus dan para murid terus mengerjakan pelayanan. Pada perjalanan pekabaran Injil ketiga pada saat di Tirus Rasul Paulus memguatkan mereka untuk melaksanakan terus tugas sebagai murid-murid Tuhan dan tidak gentar pada penderitaan sebagai konsekuensinya. Sedangkan di Ptolemais orang-orang percaya melalui para pengikut Kristus dari Yerusalem yang tersebar karena penganiayaan (bandingkan 8:1b). Orang-orang percaya yang ada di Ptolemais barulah bertemu dengan Rasul Paulus pada perjalanan ketiga, sehingga hubungan mereka (oleh Penulis Kisah Para Rasul) adalah sebagai saudara-saudara seiman.

Sebelum ke Yerusalem Rasul Paulus dan rombongan nya ke Kaisarea dan masuk ke rumah Filipus. Berbeda dengan kata ‘rumah’ pada ayat 6, kata ‘rumah’ (Ayat 8) dalam bah.Yunani ‘Oikon/Oikos’ yang dapat juga memiliki arti keluarga atau umat. Ini memberi pemahaman suasana kekeluargaan dari Filipus dan keempat anak gadisnya yang dikaruniai bernubuat oleh Tuhan menyambut Rasul Paulus dan rombongannya menumpang di rumahnya. Penulis  memperkenalkannya sebagai pemberita Injil yang berarti adalah bagian/kesatuan dengan Rasul Paulus dan rombongan nya dalam tugas pekabaran Injil.

Makna dan Implikasi Firman

  • Gereja perlu mengajar dan membentuk warganya serta ke-luarga untuk memiliki wawasan berpikir tentang pengorbanan sebagai bentuk yang tertinggi dari pelayanan (sebagaimana yang telah diteladankan Yesus Kristus dan juga Rasul Paulus) agar tidak terjebak pada pemahaman tentang mengejar prestise, harta dan jabatan dan kekuasaan agar dapat dihargai. Penghargaan/apresiasi bukanlah diberikan kepada manusia yang dapat memiliki segalanya, tetapi kepada siapa yang memberi diri dan berkorban dalam pelayanan dengan tulus hati bagi sesama (band. Markus 12:42-44).
  • Keluarga adalah pangkalan pelayanan jemaat karena menjadi basis jemaat, sehingga pertumbuhan Jemaat dimulai dari keluarga/jemaat rumah. Keluargalah tempat mula-mula untuk memberdayakan generasi muda yang tangguh dan menjadi berkat bagi dirinya, keluarga, gereja dan masyarakat. (seperti pola pelayanan Rasul Paulus yang mengunjungi rumah/ keluarga untuk dilayani agar keluarga dapat diberdayakan dalam pelayanan Gereja Tuhan).
  • Pelayan khusus adalah barisan terdepan dalam gereja untuk melaksanakan tugas panggilan gereja.Itulah sebabnya, betapa berartinya bagi para pelayan khusus akan peranan dari keluarganya yang mau saling mendoakan dan menguatkan serta menjadi teladan dalam gaya hidup ugahari dan rendah hati (modest lifestyle) serta penuh keramahtamahan (hospitality) dalam mengabdikan diri bagi pelayanan gereja di tengah dunia. Hal inilah yang patut diapresiasi (bandingkan 1Korintus 16:15,16).
  • Segala bentuk upaya pengembangan semua potensi yang ada pada manusia dan alam hanyalah demi kesaksian tentang kasih Allah bagi dunia. Itu berarti warga gereja harus bekerja keras meraih kemajuan dan keberhasilan dalam berbagai bidang kehidupan, demi memelihara keutuhan ciptaan Tuhan agar tidak ada yang tergilas/dikorbankan melainkan bersama-sama menikmati damai dan sejahtera.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

  1. Apa yang saudara pahami tentang “peran keluarga dalam pelayanan” menurut perikop ini?
  2. Apa Teladan yang didapati dari Rasul Paulus dalam tugas penginjilan sesuai bacaan ini ?
  3. Mengapa gaya hidup yang ugahari (kesederhanaan) dan keramatamahan patut menjadi gaya hidup warga gereja dan keluarga?

NAS PEMBIMBING : 1 Korintus 16:15-16 

POKOK – POKOK  DOA :

  • Keluarga dijadikan pangkalan pelayanan jemaat.
  • Semua anggota keluarga mengambil bagian dalam tugas pelayanan gereja.
  • Warga gereja terus mengembangkan gaya hidup keugaharian dan keramahtamahan.
  • Masyarakat luas / dunia dapat menerima Kasih Allah dan mengenal kehendak-Nya melalui pelayanan Gereja-Nya. 

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK III 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Nyanyian Masuk: KJ No. 355 Yesus Memanggil

Ses Nas Pembimbing: Besar Anug’rah-Mu

Pengakuan Dosa: NNBT No. 10 Ya Tuhan Yang Kudus

Berita Anugerah Allah: NNBT No. 20 Kami Bersyukur

Ses Doa Pembacaan Alkitab: KJ No. 318 Berbahagia Tiap Rumah Tangga

Ses Pengakuan Iman: KJ No. 252 Batu Penjuru G’reja

Persembahan NNBT No. 15 Hai Seluruh Umat Tuhan

Nyanyian Penutup: KJ No. 451 Bila Yesus Berada Di Tengah Kelaurga

ATRIBUT :

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

SHARE

Ingin Publikasi informasi kegiatan jemaat/wilayah atau kegiatan apa saja tentang GMIM di website ?
Silakan Hubungi Bidang Data dan Informasi
Telp : (0431) 352123 Email : info@gmim.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here