TEMA BULANAN : “Allah Pencipta, Penyelamat dan Pemelihara Manusia dan Alam Semesta”
TEMA MINGGUAN : Ketaatan Mendatangkan Kesejahteraan”
BACAAN ALKITAB: Keluaran 23:20-33
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Kesejahteraan merupakan suatu keadaan yang didambakan oleh setiap insan manusia yang ada di tengah dunia ini. Kesejahteraan dari kata sejahtera menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia artinya aman sentosa dan makmur. Karena itu Kesejah-teraan artinya hal atau keadaan sejahtera, keamanan, keselamatan dan ketentraman. Ada berbagai cara yang dilakukan manusia, baik secara kelompok maupun pribadi untuk menggapai atau mencapai keadaan sejahtera atau kesejahteraan. Dan yang sangat disayangkan ialah ada saja orang yang menghalalkan segala cara, yang penting baginya agar sejahtera atau hidup dalam kesejahteraan.

Panggilan gereja di tengah dunia ini adalah menyatakan kehendak Tuhan dalam segala aspek kehidupan manusia. Perang melawan kemalasan menjadi komitmen Gereja di masa kini. Karena kema-lasan yang mengakibatkan kesejahteraan sulit untuk di capai dan dimiliki oleh setiap orang. Kemalasan sering menjadi penyebab bagi seseorang untuk melakukan dosa, seperti mencuri untuk mendapat-kan sesuatu untuk kebutuhan hidup.

Sehubungan dengan hal ini maka diangkatlah tema: Ketaatan Mendatangkan kesejahteraan. Hal ini bermaksud memberikan pemahaman bahwa untuk mencapai kesejahteraan, orang percaya dituntut untuk hidup dalam ketaatan. Dengan hidup dalam ketaatan menghindarkan orang percaya pada tindakan menghalalkan segala cara hanya untuk mencapai kesejahteraan.

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kitab Keluaran menceritakan orang Israel di tanah Mesir dan ketika mereka ada dalam pengembaraan di padang gurun. Di dalamnya ada dua peristiwa besar yang dilakukan oleh Tuhan Allah atas umat/bangsa Israel. Kedua peristiwa besar tersebut ialah, pertama keluarnya umat Israel dari tanah Mesir yang diawali dengan cerita kelahiran Musa. Dan melalui Musa, Tuhan Allah menyatakan kehendak-Nya untuk membebaskan umat dari perbudakan di tanah Mesir. Peristiwa penting pada bagian pertama ini ialah mengenai keajaiban dari ketika umat menyeberangi Laut Teberau. Peristiwa besar kedua ialah, peristiwa yang terjadi di gunung Sinai. Dalam kisah Gunung Sinai dimana Tuhan Allah memberikan Sepuluh Firman dan hukum-hukum kepada Musa dan kepada umat Israel. Melalui Sepuluh Firman dan hukum-hukum ini diberikan agar untuk membimbing umat dalam mana mereka harus beribadah kepada Tuhan Allah dan hidup bersama sebagai umat.

Kitab Keluaran 23:20-33, tergolong pada peristiwa bagian kedua, dimana Tuhan menyatakan ketetapan hukumnya kepada umat dalam hal menduduki dan mendiami Tanah Perjanjian yakni Kanaan. Tuhan menyiapkan rencana strategis jauh melampaui pemi-kiran umat-Nya. Dalam merealisasi janji-Nya, Tuhan akan menyertai umat-Nya, langkah demi langkah. Jika orang Israel dibiarkan bertindak sendirian, mereka akan menghadapi berbagai kesulitan. Untuk merealisasikan rencana Tuhan tersebut, maka Tuhan Allah mengutus malaikat-Nya menjadi utusan yang akan menjaga, melin-dungi dan membawa umat ke tempat tujuan sebagaimana yang dijanjikan Tuhan. Hal ini menjadi penting, karena mengingat umat Israel harus berhadapan dengan bangsa-bangsa lain yang mendiami tempat-tempat yang akan dilalui. Di antaranya, orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Kanaan, orang Hewi dan orang Yebus. Tuhan Allah dengan firman-Nya mengajak umat untuk menjaga diri mereka (21) dan hendaklah umat mendengar setiap perkataan dari utusan Allah ini. Peringatan Tuhan atas umat ialah jangan mendurhaka. Dan jika mereka taat dan mendengar setiap perkataan-Nya, maka Tuhan Allah akan berjalan di depanmu (23) dan akan melenyapkan bangsa-bangsa yang ada di depanmu (Israel). Ketaatan umat Israel juga dituntut, termasuk untuk tidak sujud menyembah (24) kepada allah bangsa-bangsa kafir, yakni bangsa yang akan dilewati dan yang akan mereka duduki. Tuhan Allah menghendaki mereka untuk menghancurkan (meremukkan) patung-patung dan tugu-tugu berbahala.

Rancangan indah Tuhan Allah atas umat Israel ialah agar mereka hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Dengan menjawab kehendak Tuhan Allah, maka umat Israel akan menikmati kehidupan yang diberkati melalui makan dan air minum. Selanjutnya Tuhan Allah akan menjauhkan sakit dan tidak akan ada perempuan keguguran atau mandul. Maksudnya ialah agar bangsa Israel beranak-cucu dan menduduki negeri yang dijanjikan Tuhan kepada mereka. Hidup dalam kedengar-dengaran kepada Tuhan Allah melalui utusan-Nya dan hidup dalam ketaatan menjadi bangsa Israel sebagai bangsa yang kuat dan kokoh. Dengan demikian mereka akan mengalahkan setiap musuh yang ada di depan mereka. Hal ini sejalan dengan janji Tuhan untuk melenyapkan setiap musuh yang ada di depan serta menghalau setiap kekuatan yang menghalangi umat untuk menduduki tanah Kanaan. Dalam tuntunan Tuhan Allah dalam kuasa-Nya yang besar yang dinyatakan malaikat-Nya, serta dalam hidup yang taat beribadah kepada Tuhan dan menjauhkan diri dari penyembahan berhala mengantar umat Israel menikmati tanah Kanaan yang berlimpah susu dan madu. Dengan demikian umat Israel boleh menikmati kesejahteraan hidup.

Makna dan Implikasi Firman

Awal Tahun 2019 yang adalah tahun anugerah Tuhan, selalu diawali dengan setiap perencanaan di antaranya ada program pemerintah dan gereja. Program pemerintah baik pusat sampai kesetiap daerah bertujuan agar masyarakat dapat menikmati kesejahteraan hidupnya. Demikian juga dengan gereja memberikan perhatian pada program-program yang menunjang jemaat untuk dapat menikmati kesejahteraan. Karena itu berbagai program yang dijalankan baik oleh Gereja dan Pemerintah tujuannya adalah demi kesejahteraan hidup warga gereja dan warga masyarakat. Tantangan bagi Gereja dan Pemerintah sekarang ini ialah lapangan kerja, tingkat daya saing sangat rendah dan tingkat pengangguran semakin meningkat, walau pun ada usaha pemerintah untuk menekan angka pengangguran.

Kitab Keluaran 23:20-33 mengingatkan setiap orang percaya betapa pentingnya hidup dalam kedengar-dengaran kepada Tuhan, hidup dalam ketaatan yang diwujudkan dengan setia beribadah hanya kepada-Nya. Dengan demikian warga gereja/orang-orang percaya terhindar dari berbagai kunsekuensi hukum dan terhindar dari penghukuman Tuhan. Tuhan Allah dalam Yesus Kristus mela-kukan perbuatan-perbuatan besar-Nya, agar hidup dalam kasih karunia-Nya dan beroleh segala berkat bagi kesejahteraan umat Tuhan di segala zaman.

Marilah kita menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada bimbingan dan pemeliharaan Tuhan. Hidup dalam kesetiaan dan ketaatan kepada-Nya. Karena orang-orang percaya/warga gereja hidup dan ada di dalam dunia dengan kekuatan dan kuasa yang ada. Hidup dalam kesetiaan dan ketaatan kepada Tuhan Allah, menjadikan orang percaya kuat, tabah dan mampu menghindarkan diri dari berbagai keadaan yang membuat orang percaya hidup dalam penderitaan.

Tuhan Allah dalam Yesus Kristus tidak pernah berubah dari dulu, kini dan akan datang. Bahwa Dia setia pada janji-Nya, setiap orang yang hidup dalam ketaatan dan kesetiaan kepada-Nya, maka Dia akan hadir dalam setiap perjalanan/perjuangan hidup, Dia akan menghalau berbagai penderitaan dan menuntun orang-orang yang taat dan setia kepada-Nya untuk hidup dan menikmati kesejahteraan hidup.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

  1. Ketaatan yang bagaimana yang diharapkan TUHAN atas umat-nya menurut Keluaran 23:20-33 ini?
  2. Bentuk ketaatan yang bagaimanakah yang harus dinyatakan oleh umat untuk menjawab kasih karunia Tuhan dalam hidup?

 NAS PEMBIMBING: Ulangan 7:9

 POKOK-POKOK DOA:

  • Memohon pemeliharaan Tuhan bagi umat untuk tetap hidup dalam ketaatan di tengah pergumulan.
  • Memohon ketaatan dan kesetiaan umat kepada Tuhan dalam menjalani kehidupan di tahun baru.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

HARI MINGGU BENTUK III

 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Pembukaan : KJ No. 5 Tuhan Allah Nama-Mu.

Ses Nas Pembimbing: KJ No. 406 Ya Tuhan Bimbing Aku

Ses Pengakuan Dosa: O Tuhan Yang Mahakuasa

Ses Berita Pengampunan : NNBT No. 9 Ku Akan Selalu Bersyukur

Ses Pengakuan Iman:

Persembahan : KJ No. 381 Yang Maha Kasih

Nyanyian Berkat: KJ No. 412 Tuntun Aku Tuhan Allah.

ATRIBUT:

Warna dasar Hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.