TEMA BULANAN :  “Keluarga Sebagai Pangkalan Misi”
TEMA MINGGUAN : Beribadah dan Menghormati Tuhan Mendatangkan Berkat

BACAAN ALKITAB : Imamat 26:1-13

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Berkat dijanjikan bagi mereka yang taat kepada Tuhan dan hukuman bagi mereka yang tidak mematuhi perintah-perintah-Nya. Kehidupan di dalam perjanjian dengan Tuhan adalah kehidupan yang terus-menerus diatur dengan segala macam peraturan. Mengikuti ketetapan Tuhan merupakan keputusan yang dilandasi oleh komitmen, kesadaran, dan kepercayaan.

Di era postmodern yang dipengaruhi dengan zaman milenial, four poin zero (4.0) yang ditandai dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan arus informasi/komunikasi yang semakin pesat, dilain pihak, orang percaya diperhadapkan dengan kesibukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup namun sering mengabaikan tangungjawab iman antara lain: mengikuti ibadah, membaca firman dan berdoa.

Kenyataan yang terjadi sekarang dimana banyak orang lebih memilih rekreasi dan hiburan daripada beribadah. Tindakan dan gaya hidup sering tidak sesuai dengan etika Kristen. Inilah relitas yang terjadi dalam kehidupan jemaat saat ini. Allah akan menganugerahkan berkat-Nya ketika umat  mentaati dan beribadah kepada-Nya. Ibadah dilakukan sebagai bentuk ucapan syukur dan tanda ketaatan atas penyertaan dan pertolongan Tuhan. Ibadah juga sebagai sarana pertemuan antara Allah dengan umat-Nya, di mana inisiatif berasal dari Allah sendiri. Melalui ibadah, umat mengetahui maksud dan kehendak Allah dalam kehidupannya. Ibadah menjadi ciri khas dimana manusia hidup dalam relasi yang benar dengan Allah dan dengan sesamanya serta lingkungan. Beribadah di dalam kehidupan orang percaya sangat penting dan menjadi sentral dalam pertumbuhan iman. Karena itu tema minggu ini adalah “Beribadah dan Menghormati Tuhan Mendatangkan Berkat”

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Alkitab Ibrani, nama kitab Imamat diambil dari kata pertama yang muncul “Tuhan memanggil”.  Bahasa Indonesia kitab ini disebut “Imamat”. Kitab ini juga dikenal sebagai “Buku Panduan Iman,” sebuah nama yang diberikan para rabi Yahudi. Kitab Imamat menekankan peran imam-imam Israel yang dipilih untuk mewakili umat dihadapan Allah. Dalam upacara kurban, imam bersyukur kepada Allah, memohon berkat dan pengampunan dari Allah, dan menguduskan umat secara ritual. Imam berfungsi sebagai rantai penghubung yang penting dalam menjaga kesatuan antara Allah dan umat. Melalui ibadah, manusia mengadakan hubungan vertikal dengan yang Ilahi dan menunjukkan nilai-nilai rohaninya dalam kehidupan bersama dengan sesama (horizontal). Tanpa ibadah umat tidak akan mendapat kesempatan untuk merasakan berkat penyertaan Allah lewat kehadiran-Nya.

Imamat 26 : 1 – 13  berisikan tentang jani-janji berkat Allah bagi umat yang taat kepada-Nya. Tuhan melarang umat membuat berhala (Ibrani. elilim: benda-benda tidak berarti) dan patung (Ibrani. pesel: berhala yang diukir atau dipahat) untuk disembah. Sebab Akulah Tuhan Allahmu, perintah untuk sujud menyembah hanya kepada Allah, sebab tidak ada Allah lain yang disembah (ayat 1). Pelihara hari Sabat (Ibrani. syabbat: istirahat atau berhenti), tempat kudus di sini adalah kemah suci dan pelataran-Nya. Semasa pemerintahan Salomo sebagai raja, tempat kudus Israel kemudian menjadi Bait Allah  di Yerusalem (ayat 2). Jika umat hidup menurut ketetapan Tuhan dan berpegang pada perintah-Nya dan melakukannya. Tuhan menjanjikan kecukupan materi kepada umat bila mereka taat dan memegang teguh perjanjian (ayat 3). Yakni, berkat hujan pada masanya, tanah akan menghasilkan panen yang berlimpah ruah dan tanaman pohon berbuah lebat. Mereka diberkati dengan makanan yang cukup dan menikmati keamanan dan ketentraman (ayat 4-5). Tuhan menganugerahkan berkat damai sejahtera dimana mereka hidup bersama secara aman dan nyaman yang melahirkan kerukunan. Kehidupan yang bebas dari gangguan dan ancaman yang jahat dan serangan dari binatang buas. Berkat  kemerdekaan di mana mereka bebas dari serangan musuh dan ketika ada musuh yang akan menyerang, kemenangan akan dialami oleh umat sebagai anugerah Tuhan (ayat 6-8). Anak cucu akan diberkati bahkan perjanjian (Ibrani berith) akan diteguhkan. Berkat keturunan yang akan diberkati, di mana anak cucu akan bertambah banyak. Dan umat akan terus menikmati kelimpahan makanan (ayat 9-10). Berkat di mana Tuhan hadir dengan menempatkan Kemah Suci dalam kehidupan umat Israel dan mereka dikasihi-Nya. Ditegaskan kembali bahwa Tuhan akan terus-menerus hadir bersama dengan umat, Ia akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Nya. (ayat 11-12). Satu hubungan yang terjalin akrab ibarat bapa dan anak yang tak terpisahkan. Mereka akan selama-lamanya menjadi umat kesayangan-Nya yang dilimpahkan dengan berkat ketika mereka hidup taat. Mereka akan mengalami hukuman apabila mereka hidup dalam ketidaktaatan dengan menyembah allah lain (patung, berhala). Ayat 13, Akulah Tuhan, Allahmu; sebuah pernyataan Iman. Pembebasan gemilang yang baru saja dilakukan Tuhan yaitu pelepasan umat dari kuk (perbudakan) di Mesir merupakan kesaksian tentang kenyataan bahwa janji-janji Tuhan  harus  diandalkan dan dipercaya. Sehingga umat menikmati kebebasan yang melahirkan keamanan dan ketentraman. Dengan demikian, ketaatan (beribadah) umat menjadi penjaga hubungan antara mereka  dengan Tuhan yang telah membawa mereka keluar dari perbudakkan sehingga berkat-berkat yang dijanjikan teralami.

Makna dan Implikasi Firman
  • Ketika umat Allah menaati firman-Nya, maka Allah memberkati tanah mereka sehingga menghasilkan panen yang berlimpah, berkat damai sejahtera, kemenangan, keten-teraman, dan keturunan.
  • Jangan pernah menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu, tetapi hiduplah dalam ketaatan kepada Tuhan dengan rajin beribadah, maka Tuhan akan memberkati. Berkatnya antara lain berkat jasmani dan materi bagi orang yang menaati-Nya. Namun jika seseorang memiliki harta yang banyak tetapi hidupnya tidak tenang, apalah artinya. Itulah sebabnya, Allah bukan saja mengaruniakan kekayaan, tetapi juga ketenangan dalam menikmati kekayaan itu.
  • Allah menjanjikan berkat rohani melalui kehadiran-Nya kepada setiap orang yang hidup dalam ketaatan dan melakukan perintah-Nya. Kehadiran Allah ditengah-tengah umat-Nya menjadi berkat karena ketaatan mereka itu menghasilkan persekutuan dengan Allah yang Maha Kudus.
  • Beribadah dan menghormati Tuhan mendatangkan berkat bagi manusia. Seperti Rasul Paulus mengingatkan tentang ibadah yang sejati adalah mempersembahkan tubuh yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah (Roma 12:1). Ibadah dilakukan sebagai bentuk ucapan syukur atas penyertaan dan berkat yang Allah berikan (Maz 100:2).

 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

  1. Apa yang anda pahami tentang beribadah dan menghormati Tuhan mendatangkan berkat menurut Imamat 26 : 1-13?
  2. Menurut saudara, bagaimana seharusnya orang percaya mengelola berkat Tuhan yang dimiliki?
  3. Berikan contoh konkrit bentuk ketaatan orang percaya dalam mensyukuri segala berkat yang Tuhan berikan!

NAS PEMBIMBING: Roma 12:1

 POKOK – POKOK  DOA:

  • Ketaatan sebagai orang percaya dalam mensyukuri berkat Tuhan
  • Orang percaya sebagai gereja yang rajin beribadah
  • Hari Kejaksaan
  • Hari Anak nasional

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

HARI MINGGU BENTUK III

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Nyanyian masuk :  Ku Masuk Ruang Mahakudus

Ses Nas Pembimbing : NNBT No. 9  Ku Akan Selalu Bersyukur

Pengakuan Dosa :  NNBT No. 10 Ya Tuhan Yang Kudus

Pemberitaan Anugerah Allah: KJ No. 178 Kar’na KasihNya Padaku

Persembahan  :  NKB No. 197 Besarlah Untungku

Penutup :  Bernyanyilah Bagi Tuhan Hua

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.