TEMA BULANAN : “Memperkokoh Sinergisme Demi Keutuhan dan Kesinambungan Pelayanan”
TEMA MINGGUAN : “Doa dan Puasa Menopang Kesinambungan Pelayanan”
Bacaan Alkitab : Ester 4:1-17
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Menjawab tugas dan tanggungjawab gereja untuk bersekutu bersaksi dan melayani di dalam dunia sekarang ini semakin berat, rumit, kompleks dan penuh persaingan. Itulah sebabnya berbagai cara dilakukan antara lain peningkatan sarana penunjang, penataan administrasi, memperbanyak fasilitas, dan memperkuat sumber daya manusia dengan pengetahuan dan keterampilan. Semua ini dilakukakan agar kesinambungan tugas tanggungjawab gereja tidak terbengkalai apalagi kehilangan arah, jati diri dan integritas sebagai gereja Tuhan.

Hal penting yang sering terabaikan oleh warga gereja di dalamnya pelayan khusus adalah doa dan puasa, padahal kedua hal ini adalah sarana yang diberikanTuhanbagaikan “nafas” rohani da-lam kesinambungan pelayanan. Tak heran ada yang melakukan pelayanan dengan setengah hati, tanpa pertobatan, sembrono, tak beretika, lebih mengandalkan kemampuan manusia dan teknologi akibatnya ada berbagai aspek pelayanan terbagi-bagi, bersifat parsial, temporer dan tak mencapai sasaran yang diharapkan. Oleh sebab itu diharapkan setiap warga gereja dapat memiliki sikap bergantung kepada Tuhan, antara lain melalui doa dan puasa sehingga dapat menopang kesinambungan pelayanan dapat terjadi, sebagaimana tema yang dibuat untuk minggu ini.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Secara garis besar, kitab Ester menceriterakan tentang umat  yang masih tinggal di Persia sesudah pembuangan. Mereka mengalami pergumulan yang hebat sehubungan dengan adanya iri hati dari Haman yang menyalahgunakan kedudukannya di istana raja dan kapasitasnya sebagai penduduk asli Persia. Diceriterakan bahwa Ester sebagai perempuan Yahudi yang dijadikan isteri oleh raja Ahazyweros (485-465 SM), menunjukkan kesetiaannya kepada bangsanya terhadap rencana jahat Haman, perdana menteri Persia yang berencana membinasakan mereka. Dengan strategi iman, Ester, berdoa dan berpuasa, ia dapat mempengaruhi raja Ahazyweros dalam keputusannya, sehingga menghukum Haman. Dipasal 3 diceriterakan bagaimana Haman membenci Mordekhai karena tidak mau sujud menyembahnya. Ia mencari alas an untuk membunuh Mordekhai dan seluruh orang Yahudi dengan cara menghasut raja bahwa ada bangsa lain di tengah mereka yang berlainan aturannya, oleh sebab itu mereka harus dibinasakan. Akhirnya titah raja dikumandangkan di seluruh negeri untuk membinasakan semua orang Yahudi. Mengetahui rencana jahat Haman ini, maka Mordekhai menyatakan kesedihan, rasa duka atau rasa sesal atas dosa-dosa, dengan cara mengoyakkan pakaiannya, lalu memakaikain kabung dan abu, kemudian keluar berjalan di tengah-tengah kota, sambil melolong-lolong dengan nyaring dan pedih (sebagai ekspresi doa). Dan orang yang melakukan hal ini, hanya boleh berjalan sejauh pintu gerbang kota (di luar gerbang istana), sebab dia dianggap tidak suci. Demikian hal yang sama dilakukan oleh setiap orang Yahudi ketika titah raja itu tiba di tiap-tiap daerah. Mereka berkabung, berpuasa dengan ratap tangis. Memakai kain kabung dengan abu sebagai lapik tidurnya. Ester mengetahui rencana Haman dari sida-sida atas keterangan Mordekhai. Mordekhai meminta Ester menghadap raja untuk memohon karunianya dan untuk mem-bela bangsanya di hadapan baginda. Ester takut melakukan hal itu karena orang yang menghadap raja tanpa dipanggil, berlaku satu undang-undang yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Mordekhai menanggapi sikap Ester itu dengan mengata-kan bahwa “jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi. Sebab sekalipun Ester berdiam diri, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan Ester dengan kaum keluarganya akan binasa.Mendengar ucapan Mordekhai, Ester meminta kepadanya supaya ia mengumpulkan semua orang Yahudi yang ada di Susan untuk berpuasa baginya. Tidak makan dan tidak minum selama tiga hari, siang dan malam. Ia dan dayang-dayangnya juga akan berpuasa sebelum ia masuk menghadap raja. Tindakan berpuasa bagi orang Yahudi, termasuk yang dilakukan oleh dayang-dayang (mungkin mereka orang Yahudi atau karena diajarkan oleh Ester), biasanya dilakukan bersamaan dengan doa (bnd. Dan 9 : 3; Yoel 1 : 14). Doa dan Puasa dilakukan mereka dalam keyakinan bahwa Allah tidak akan membiarkan mereka, itulah sebabnya Ester berani melakukannya sekalipun ia harus berhadapan dengan resiko kematian. Semua ini dilakukan supaya ada kelangsungan hidup, di dalamnya kesinambungan pelayanan bagi Allah dalam berbagai aspek hidup mereka. Hal-hal ini terlihat di pasal-pasal selanjutnya ketika mereka mengalahkan musuh-musuh mereka bahkan dapat merayakan pesta Purin sebagai bentuk ucapan syukur.

Makna dan Implikasi Firman

  • Kepekaan dan keprihatinan terhadap nasib umat dan bangsa yang terancam diskriminasi dan kematian, mendorong Mordekhai untuk bertindak sesuai dengan iman dan per-cayanya. Oleh sebab itu orang yang percaya kepada Tuhan tidak boleh berpikir hanya untuk diri sendiri. Tapi harus mampu membaca tanda-tanda zaman yang terus berubah dengan berbagai dampak positif dan negatifnya, terutama harus mampu membaca upaya-upaya dari orang atau kelompok yang berencana untuk mendiskriminasi, mengin-timidasi dan mengancam kehidupan umat Allah.
  • Upaya yang pertama dilakukan oleh Mordekhai adalah bertindak dengan doa dan puasa disertai penyesalan dan pertobatan sebagai tindakan iman yang percaya bahwa Tuhan tidakakan meninggalkan mereka. Inilah tindakan iman yang harus dilakukan warga gereja kini. Berdoa dan berpuasa harus menjadi upaya utama untuk menolong orang lain, keluarga, jemaat bangsa dan Negara terutama orang-orang yang terancam kematian karena diskriminasi, tindakan terorisme, kemiskinan, bencana alam dan ancaman kehidupan lainnya.
  • Komunikasi antara orang percaya, seperti yang dilakukan oleh Mordekhai dengan Ester, harus dilakukan. Ini menunjukkan sinergisitas dalam pelayanan. Jadi hal penting untuk diper-hatikan adalah sikap kerjasama untuk menghadapi masalah bersama.
  • Doa dan puasa bersama merupakan sarana yang dikaruniakan Tuhan bagi umat-Nya. Ini yang menjadi andalan dan dipakai oleh Mordekhai, Ester, dayang-dayang dan semua orang Yahudi, oleh sebab itu mereka dapat mempengaruhi Raja, kebijakan bangsa dan dapat mengalahkan musuh-musuh mereka. Dengan demikian dapat dikatakan di sini bahwa doa dan puasa telah menopang adanya kesinambungan kehidupan orang Yahudi, di dalamnya kesinambungan pelayanan bagi Tuhan.
  • Sebagai gereja Tuhan, harus mengandalakan doa dan puasa dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman bagaikan singa yang mengaum-ngaum (1 Pet 5:8) dalam berbagai bentuknya pada masa kini. Kita berdoa dan berpuasa untuk menghadapi berbagai masalah pribadi, masalah keluarga (suami, isteri da nanak-anak), masalah gereja, bangsa dan negara (a.l penyakit masyarakat, ketidakadilan, terorisme, fanatisme agama, kebijakan, keputusan dan produk hukum yang tidak memihak pada semua anak bangsa).

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Apa yang menjadi latarbelakang pelaksanaan doa dan puasa yang dilakukan oleh Mordekhai, Ester, Dayang-dayangdan orang Yahudi, dan mengapa mereka melakukannya? (hubungkan dengan tema minggu ini)
  2. Bagaimana caranya supay setiap warga gereja dapat mengandalkan doa dan puasa dalam menghadapi berbagai ancaman “kematian” masa kini, di dalamnya dapat menopang kesinambungan pelayanan?

NAS PEMBIMBING: Efesus 6:18b

POKOK-POKOK DOA:

  • Jemaat dapat memprogramkan doa dan puasa bersama
  • Kesinambungan pelayanan gereja
  • Kerjasama semua perangkat pelayanan termasuk kerjasama dengan masyarakat dan pemerintah.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK IV 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN :

Pembukaan: NNBT No 4 Naikkan Doa Pada Allah

Ses Nas Pembimbing: Doaku dan Keluhku Hu

Pengakuan Dosa & Pengampunan: KJ No. 26 Mampirlah Dengar Doaku

Ses Pembacaan Alkitab: Jam Sembayang Yang Kudus

Persembahan: KJ. No. 410 Tenanglah Kini Hatiku

Penutup: NNBT No 28 Ya Tuhan Tolong Aku

ATRIBUT:

Warna dasar putih dengan lambang bunga bakung dengan salib berwarna kuning.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here