TEMA BULANAN : “Peran Gereja Dalam Menghadirkan Tanda-tanda Kerajaan Allah
 TEMA MINGUAN : Jadilah Teladan

BACAAN ALKITAB : 1 Timotius 4:1-16

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Teladan menurut kamus bahasa Indonesia artinya sesuatu yang patut ditiru. Hal yang baik untuk ditiru diharapkan tampil dari figur pemimpin yang takut akan Tuhan dan memiliki kecerdasan: spiritual, emosional dan intelektual. Menyangkut kedewasaan spriritual, usia bukanlah menjadi ukuran. Ada banyak orang Kristen dipandang dari usia menerima Injil sudah dewasa namun sifat serta sikap masih menunjukkan ke-kanak-kanakan (bnd. Ibrani 5:12,13) sebaliknya ada yang usia muda namun sudah mampu tampil sebagai figur memberi contoh teladan yang baik dan memelihara iman, tutur kata yang santun, giat beribadah, tekun berdoa suka bekerja keras, rajin belajar Firman Tuhan.  Karena itu tema minggu ini adalah “Jadilah Teladan” adalah hal yang mutlak dimiliki oleh setiap pemimpin atau pelayan dalam memimpin maupun melayani seperti yang diteladankan oleh Yesus Kristus.

 

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Surat Rasul Paulus kepada Timotius adalah surat Pastoral yang ditulis sekitar tahun 55-60 M dari Makedonia untuk menghadapi pengajar sesat yang membuat orang bisa murtad mengikuti roh penyesat dan ajaran setan-setan. (Ayat 1) tipu daya, pendusta-pendusta, (ayat 2) larangan: orang kawin, makan makanan yang diciptakan Allah, (ayat 3) ajaran sesat yang berwujud sinkristisme merupakan perpaduan dari unsur gnostik dan unsur-unsur agama Yahudi.

Isi ajaran sesat ini adalah pantangan-pantangan yang berat (agama Yahudi) dan pengetahuan yang tinggi (unsur gnostik) Timotius masih relatif muda belum punya “kuasa” rasuli (1 Timotius 4:12) karena itu Timotius oleh Rasul Paulus memberi jaminan untuk menguatkan bahwa ia sudah dididik (bahasa Yunani Entrepho) yang berarti “diberi makan” dalam soal-soal pokok iman dalam ajaran yang sehat untuk diteruskan kepada jemaat (1 Timotius  4:6) sehingga jemaat Efesus bisa mengandalkan kepemimpinan Timotius sebagai pelayan Yesus Kristus yang baik. Isi ajaran sesat yang ada di Efesus yaitu: melarang orang nikah karena menganggap seks dan nikah sebagai dosa badani (ajaran gnostik), melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah karena dianggap mengandung dosa bendawi (tradisi Yudaisme).

Ajaran ini oleh Paulus disebut ajaran sesat sebagai takhayul dan dongeng yang harus dijauhi  (1 Timotius  4:7a). Takhayul bahasa Yunani “bebolos” artinya cerita-cerita yang tercemar atau kosong. Sedang kata “dongeng” (kata Yunani muthos) artinya cerita-cerita isapan jempol yang bersifat turun-temurun dari para nenek tua. Terhadap takhyul dan dongeng Paulus perintahkan Timotius untuk menjauhi atau menolaknya.

Timotius adalah anak yang lahir dari perkawinan campur Ibu seorang Yahudi bernama Eunike dan ayah seorang Yunani. Neneknya Lois (Kisah Para Rasul 16:1). Timotius bahasa Yunani “Timotheos” artinya memuliakan. Ia sudah mengenal Kitas Suci dari kecil (2 Timotius 3:15). Timotius ditahbiskan sebagai Rasul dan menerima penumpangan tangan dari Rasul Paulus dalam sidang Penatua (1 Timotius 4:14). Pada usia 80 tahun Timotius dilontari dengan batu dan diseret di jalan karena ia berkhotbah menghalangi prosesi penyembahan berhala oleh orang-orang di Efesus.

Menurut Rasul Paulus untuk menjauhkan diri dari takhyul, dongeng nenek-nenek tua, Timotius harus terus melatih diri dengan beribadah (ayat 7). Melatih diri dalam dua hal yang berbeda (ayat 7,8) latihan badan seperti olahraga teratur, makan makanan bergizi agar kebugaran tubuh tetap terjaga namun latihan ini terbatas ketika ada di dunia. Tetapi melatih diri beribadah memiliki manfaat melampui baik untuk kini maupun untuk masa depan (ayat 8). Timotius diperintahkan “memagari” membentengi dirinya dan jemaat dengan ajaran-ajaran yang benar (ayat 6) yaitu rajin beribadah, melayani sesuai dengan karunia (ayat 7, 9, 14). Tetap berjuang dalam kebenaran Allah (ayat 10). Bertekun dalam firman dan pengajaran (ayat 11, 13, 15) dan menjadi teladan (ayat 12)

Tradisi orang Yahudi bahwa seorang yang belum berusia 40 tahun belum layak untuk suatu posisi pemimpin (band. 1 Samuel 17:33). Karena itu Rasul Paulus meminta Timotius untuk tampilkan peran sekalipun masih relatif muda tapi terampil sebagai pemimpin dewasa yang memberi teladan di tengah-tengah pelayanan di Efesus melalui karunia yang ia miliki sehingga tidak di pandang rendah. Pemberitaannya akan didengar sehingga “menyelamatkan” semua orang yang mendengar setiap perkataannya (ayat 16 band 2 Timotius 3:15) juga Timotius diingatkan supaya mengawasi dirinya dan ajarannya.

Makna dan Implikasi Firman
  • Pertumbuhan gereja pada beberapa dekade sekarang ini begitu cepat dengan berbagai aliran karena itu sangat rentan terhadap munculnya ajaran-ajaran yang menyesatkan atau dapat menjadi batu sandungan bagi anggota gereja yang lain. Karena itu nasihat Rasul Paulus kepada Timotius di masa lampau menjadi peringatan bagi gereja. Berbagai doktrin ajaran seperti: Hari Tuhan, baptisan, sabat, makanan, kenikmatan/ hedonistis, kedudukan, jabatan, harta, uang, popularitas bisa menjebak pada pembenaran diri, kelompok bahkan saling menghakimi.
  • Di zaman modern ini masih banyak orang Kristen percaya takhayul seperti tuyul, santet, roh-roh leluhur, cari-cari mimpi, penyembahan berhala, hobatan jampi-jampi sehingga menjadi batu sandungan dalam pelayanan gereja Tuhan. Kita percaya hanya kepada Yesus Kristus orang percaya diselamatkan. Mari kita lakukan Firman Tuhan dengan benar supaya iman bertumbuh, sehat dan kuat sehingga tidak tertipu oleh ajaran-ajaran yang menyesatkan. Yesus Kristus mengajarkan bahwa Dia datang supaya manusia mempunyai hidup dalam segala kelimpahan.
  • Taatilah dirimu dalam beribadah. Data empiris membuktikan kehadiran warga jemaat GMIM dalam beribadah tiap minggu 40-50 %. Marilah terus melatih diri dalam hal ibadah agar jemaat memagari/ membentengi diri dengan Firman Tuhan supaya tidak muda diombang-ambingkan oleh rupa-rupa ajaran yang menyesatkan.
  • Marilah terus melatih diri dengan rajin beribadah, tekun berdoa, giat baca Firman Tuhan, terus bekerja keras, suka mengucap syukur. Karena dengan berbuat demikian, engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.
  • Sebagai gereja marilah terus waspada untuk mengawasi anak-anak remaja, pemuda yang tidak saja berkaitan dengan ajaran, tetapi masalah penyakit sosial masyarakat yang ada di depan mata seperti narkoba, seks bebas, LGBT, Materialisme, penggunaan media elektronik, media sosial yang merusak moral, bahaya radiasi akibat berjam-jam dihadapan layar elektronik.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

  1. Apa tugas orang Kristen menghadapi pengajar-pengajar sesat menurut 1 Timotius 4:1-16?
  2. Mengapa warga gereja sangat rentan dipengaruhi oleh ajaran-ajaran kepercayaan takhayul?
  3. Bagaimana melatih, mengajar, membimbing warga gereja agar tidak lalai mempergunakan berbagai karunia Tuhan?

NAS PEMBIMBING : 2 Timotius 2:15-16

 POKOK – POKOK  DOA :

  • Usaha gereja melatih warga jemaat supaya setia dalam beribadah, rajin baca Firman Tuhan, tekun berdoa, giat berkerja keras dan sadar dalam mempersembahkan korban syukur.
  • Pelayan khusus maupun pemimpin jadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Gereja di dunia termasuk GMIM supaya terus menyebarkan api injil ke seluruh dunia.
  • GMIM akan merayakan 85 tahun bersinode.
  • Pemerintah Republik Indonesia, bangsa-bangsa di dunia untuk memelihara perdamaian dunia serta keselamatan lingkungan hidup.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

HARI MINGGU BENTUK IV

 NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan: NNBT  No. 5 Sorak-sorailah

Pembukaan: KJ No. 426 Yesus Menginginkan Daku

Pengakuan Dosa: NNBT No. 10 Ya Tuhan Yang Kudus

Berita Pengampunan: NNBT No 26 Tuhan Yesusku, Mutiara Hatiku

Ses Pembacaan Alkitab: KJ No. 54 Tak Kita Menyerahkan

Persembahan: KJ No. 407 Tuhan Kau Gembala Kami

Penutup: KJ.No. 438  Jika Padaku Ditanyakan

 

ATRIBUT :

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang