TEMA:  Pemuda Milenial yang Beriman”

BACAAN ALKITAB : 1 Korintus 15:33-34

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan. Shalom dan selamat Paskah bagi kita sekalian.

Pemuda adalah generasi yang handal untuk merangkumi banyak hal dalam perkembangan sosial dari zaman ke zaman. Dimasa kini pemuda sering disebut sebagai “generasi milenial” yang zaman ini menghadapi dan bergelut dengan berbagai perkembangan dunia, antara lain perkembangan revolusi industri di era four point zero (4.0), yang ditandai dengan ekonomi berbasis teknolgi digital atau digital ekonomi. Perkembangan ini bukan harus ditakuti melainkan harus dihadapi dengan iman yang kuat. Karena itu diperayaan Paskah hari kedua ini kita digugah dengan dua ayat yang menjadi nasihat rasul Paulus kepada jemaat di Korintus.

Bacaan 1 Korintus Pasal 15 pada umumnya berisi tentang keyakinan Paulus bahwa kebangkitan kita adalah manifestasi dari kebangkitan Yesus sebagai pewujudan bahwa Allah telah mengalahkan kematian dan menjanjikan kebangkitan bagi semua orang percaya kepada Yesus Kristus bahkan menceritakan pengajaran iman yang sangat penting dalam kehidupan  jemaat mula-mula yaitu kebangkitan Kristus merupakan titik awal dari pekabaran Injil sampai Tuhan Yesus Kristus datang kembali. Memang ada orang yang menyangkal tentang kebangkitan Kristus sehingga Paulus menyatakan jika Kristus tidak dibangkitkan maka tidak ada kelepasan dari dosa dan iman Kristen menjadi sia-sia.  Permasalahan yang muncul di jemaat Korintus adalah mereka angkuh secara intelek,  kaya materi dan bejat secara moral yang suka dengan perbuatan percabulan dan hawa nafsu.

Saudara-saudara yang dikasihi Yesus Kristus

Khusus 1 Korintus 15:33-34,  Paulus hendak menegur orang-orang di Korintus “janganlah kamu sesat”. Hal ini  memperingatkan  mereka supaya  tidak disesatkan oleh filsafat yang salah. Sebab ada beberapa orang dalam jemaat Korintus yang dipengaruhi oleh sahabat-sahabat mereka yang kafir. Paulus tidak mau jemaat itu dipengaruhi oleh beberapa orang yang sesat dalam pergaulannya.  Mereka  harus menjauhkan diri dari orang yang sesat dan jahat itu sebab “pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik“. Artinya Paulus tidak pernah melarang orang Korintus untuk bergaul dengan siapapun, namun bila mereka salah bergaul bahkan membaur pada hal-hal yang buruk, maka tentu kebiasaan iman yang selalu berbuat kebaikkan dan memuliakan Allah akan menjadi rusak. Karena itu Paulus mengatakan “janganlah kamu sesat” artinya jangan membiarkan diri dibelokkan pada ajaran atau pergaulan yang buruk. Sebab orang Yunani mempunyai kebiasaan yang buruk yaitu, makan secara berlebihan tapi tidak memperhatikan orang lain dan minum sampai mabuk dan akhirnya melibatkan diri dalam kehidupan seksual yang tidak terpuji, selain itu mereka sangat kuat dalam penyembahan terhadap kaisar sebagai dewa.

Sudah tentu perkataan Paulus ini diakui di mana-mana terlebih di antara orang Kristen. Kehidupan rohani yang dipegaruhi oleh suasana duniawi akan mempengaruhi iman mereka. Ajaran bidat (sesat) memabukkan jemaat dan pergaulan dengan dunia akan  melemahkan kasih seseorang kepada Allah.  Paulus  menyampaikan peringatan ini agar jemaat Korintus membatasi diri agar tidak bergaul dengan orang-orang yang merusak kepercayaan dan iman mereka terutama tentang kebangkitan dan menasihati orang-orang percaya itu supaya sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi. Paulus menuduh jemaat  Korintus yang memegahkan diri atas pengetahuan mereka sebagai orang yang tidak mengenal Allah. Hal ini dikatakannya  supaya kamu merasa malu. Pergaulan menunjuk pada  prilaku dan tindakan yang tidak  mencerminkan nilai-nilai Kristen yang sudah ditetapkan melalui pengajaran Paulus  seperti menjauhi yang jahat dan mengutamakan kasih kepada Tuhan dan sesama manusia.

Ayat 34, “Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi”. Paulus mendesak mereka supaya mereka jangan mabuk terus dalam dosa melainkan menjadi sadar kembali. Rupanya mereka tidak sepenuhnya tahu akan keadaan hidup mereka yang duniawi, itulah sebabnya beberapa di antara mereka dengan mudah disesatkan oleh pengetahuan yang ada di sekitar mereka. Suatu peringatan bagi jemaat bahwa ada di antara orang-orang yang menyangkah mereka lebih tahu dari pada Rasul Paulus. Paulus berkata tentang mereka “ Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah”, karena itu mereka menyangkal kebangkitan. Mereka sudah bergaul dengan orang-orang yang sesat dan mendengarkan guru-guru yang sesat. Dan mereka tetap tinggal di dalam dosa mereka. Dalam jemaat Tuhan orang yang demikian membuat malu semua anggota dan hal itu menjadi peringatan atas bahaya yang mengancam mereka. Karena itu, seluruh jemaat patut merasa malu sebab ada beberapa orang di antara mereka yang meragukan atau menyangkal adanya kebangkitan itu.

Saudara-saudara yang diberkati Tuhan

Sebagai Pemuda GMIM janganlah kita bergaul dengan kebiasaan buruk seperti seks bebas, narkoba, mabuk-mabukkan yang merusakkan tubuh. Dunia di era melenial ini sering menawarkan kemudahan yang membuat Pemuda terjerumus dalam perbuatan dosa. Pemuda harus positif dan realistis serta bertindak sesuai iman Kristen dan jauhilah  perbuatan dosa. Hari ini sebagai hari pemuda GMIM,  dengan mengikuti ibadah dan pawai Paskah  juga sebagai hari bumi se-dunia diperhadapkan  dengan sebuah era yang disebut Milenial dengan karakteristik generasi  yang  ditandai oleh peningkatan penggunaan dan keakraban dengan komunikasi, media, dan teknologi digital sedangkan  revolusi four point zero (4.0), merupakan fase keempat dari perjalanan revolusi industri  dengan perubahan yang sangat cepat terkait dengan segala dimensi kehidupan dengan adanya sebuah digitalisasi serta kegiatan memproses atau mengelola barang dengan menggunakan sarana  peralatan mesin yang  merupakan  tren otomatis dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik seperti unicorn, starup sebagai gojek yang memudahkan masyarakat bisa memesan transportasi atau makanan hanya dengan sekali klik. Pemuda Milenial Yang Beriman harus  menggunakan teknologi dengan baik dan membangun iman yang kokoh kepada Yesus Kristus yang sudah bangkit dan mengalahkan maut. Pemuda Kristen GMIM harus berpikir kritis sebagai pemuda gereja yang percaya kepada Yesus Kristus hal ini merupakan tantangan dan peluang bagi pemuda gereja. Jangan menggunakan teknologi digital  sebagai pergaulan yang buruk  tetapi gunakanlah dengan hal-hal yang positif untuk membangun iman kita. Amin.