TEMA BULANAN :“Persembahan Yang Menghidupkan”
TEMA MINGGUAN : “Kebangkitan Kristus Mengalahkan Takhayul”
Bacaan Alkitab : Lukas 24:36-49
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Pengertian takhayul menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sesuatu yang hanya ada di khayalan (angan-angan) belaka; kepercayaan kepada sesuatu yang dianggap ada tetapi tidak ada; dianggap sakti tetapi sesungguhnya tidak. Takhayul tentang hantu oleh sebagian orang dianggap sebagai dongeng nenek-nenek tua tapi juga ada juga yang percaya keberada-annya. Hantu adalah roh jahat yang dianggap terdapat di tempat-tempat tertentu, dapat menyebabkan seseorang sakit,  ketakutan, kecelakaan, bisa dipelihara oleh manusia untuk mencuri dan memberi keuntungan (mis. pocong, jailangkung, tuyul). Sedangkan setan adalah roh jahat yang selalu menggoda manusia. Tak dapat dipungkiri bahwa kepercayaan tentang hantu/setan masih banyak dipercayai oleh jemaat dan masyarakat Minahasa.

Bahkan sampai saat ini, masih ada kecenderungan untuk menghamba kepada hantu atau setan. Mereka mengadakan rutual-ritual penyembahan kepada hantu, setan dan kekuatan gaib lainnya dengan tujuan-tujuan tertentu, misalnya mendapat kekuatan, keuntungan, keberanian, dll. Di tengah-tengah situasi ini, kepercayaan kepada Yesus yang bangkit dari antara orang mati harus benar-benar menjadi pengajaran mendasar bagi warga gereja agar tidak terpengaruh dan menggantungkan harapan pada kuasa-kuasa yang tidak berasal dari Allah sebab kebangkitan Yesus membuktikan suatu kebenaran bahwa Ia adalah benar-benar Tuhan yang hidup dan memberikan pertolongan kepada umat yang percaya kepada-Nya.

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Dalam Kamus Alkitab, Hantu adalah roh yang tidak berwujud yang berdiam dalam “syeol” (Ayub 26:5; Yesaya.14:9). Sedangkan setan dalam bahasa Ibrani artinya “musuh atau lawan”, Iblis (Yun. diabolos) yang disamakan dengan Belzebul (Mat 12:26). Cerita tentang pencobaan Yesus menggunakan kata Iblis (Matius 4:1)dan dalam Wahyu 12:9, setan adalah salah satu malaikat yang diusir dari Sorga. Namun Yesus  memiliki kuasa untuk memerintah dan mengusir setan-setan yang dapat merasuki tubuh manusia (Markus 3:23-27).

Penulis Injil Lukas yaitu tabib (dokter) Lukas, menceriterakan tentang peristiwa luar biasa bahwa Yesus Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, artinya dibebaskan dari kuasa maut dan Dia benar-benar hidup. Ia sungguh-sungguh telah bangkit (Hidup kembali). Tradisi menyebutkan tentang ditemukannya kubur kosong oleh perempuan-perempuan yang datang untuk merempahi mayat Yesus (24:1-12), kemudian Yesus menam-pakkan diri (benar-benar berwujud) kepada dua orang murid di jalan ke Emaus (24:13-33) dan kepada semua murid-Nya (24:34-49).

Dalam perikop 24:39-49, diceritakan tentang Yesus yang tiba-tiba muncul dalam ruangan dimana murid-murid-Nya berkum-pul dan bercakap-cakap tentang kejadian yang baru saja mereka alami (24:13-25). Yesus memberi salam kepada mereka “Damai sejahtera bagi kamu”. Salam ini memang biasa diucapkan oleh orang Yahudi. Damai Sejahtera artinya tenang, aman, tanpa permusuhan, sehat, makmur atau sejahtera. Salam ini juga menunjuk pada damai sejahtera  dan keselamatan dari Tuhan Allah bagi para murid. Reaksi mereka terkejut dan takut serta berpikir melihat hantu. Pada masa itu, ada kepercayaan tentang hantu atau roh yaitu mahluk yang tidak mempunyai tubuh, tidak dapat dipegang tetapi terlihat mata. Oleh karena itu Yesus mau meyakinkan para murid bahwa ia bukan hantu dengan meminta mereka menggunakan mata dengan baik, “lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku (bekas luka menunjuk pada tanda-tanda  menya-libkan-Nya), Aku sendirilah ini,  rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku”. Ia mau meyakinkan bahwa Dialah Yesus, berwujud artinya memiliki tubuh jasmani, dengan tangan dan kaki (ada tulang dan daging) dan bukan mahluk supra alami seperti hantu yang arwahnya gentayangan. Ketika dilihat bahwa mereka belum percaya karena girang (terlalu gembira) dan heran (merasa ganjil) maka Yesus meminta sepotong ikan goreng dan memakannya di depan mata mereka. Yesus meyakinkan mereka melalui kehadiran-Nya bahwa Dia-lah Tuhan yang hidup dan bukan hantu. Dia telah bangkit dengan tubuh yang mulia sehingga Ia bisa hadir di tiap tempat dan ruang tanpa batas.

Selanjutnya, Yesus mengingatkan mereka tentang hal-hal yang telah dikatakan-Nya ketika Ia bersama-sama dengan para murid dalam berbagai pelayanan dan pengajaran sebelum Ia ditang-kap, menderita sengsara, disalib dan mati. Apa yang telah terjadi adalah sesuai dengan yang telah tertulis dalam Kitab Taurat, Kitab nabi-nabi dan kitab mazmur. Yesus berusaha menolong mereka untuk mengingat bahwa Mesias harus menderita, mati dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga. Bangkit berarti hidup kembali. Selanjutnya Yesus menyampai-kan tentang tugas penting yang harus diberitakan oleh para murid kepada segala bangsa yaitu berita pertobatan dan pengampunan dosa. Bertobat berarti berpaling dari jalan yang sesat, hal-hal yang jahat dan hidup taat kepada Allah yang telah mengampuni dosa-dosa manusia melalui Yesus Kristus. Berita besar inilah yang harus diberitakan mulai dari Yerusalem sampai ke segala bangsa di dunia.

Kamu adalah saksi, menunjuk pada siapa tugas ini diberikan. Para murid ditugaskan untuk menyaksikan/memberitakan/me-nyampaikan/menceritakan tentang semua yang mereka lihat dan alami bersama Yesus. Ayat 49 merupakan janji Tuhan Yesus tentang Roh Kudus (band. Kisah Para Rasul.1:4,5) Mereka diperintahkan untuk tetap tinggal di Yerusalem sampai diper-lengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi. Mereka harus taat menunggu sampai kemudian kuasa yang memungkinkan mereka bersaksi itu diberikan oleh Tuhan. Diperlengkapi dengan kuasa menunjuk pada pemberian Roh Kudus untuk memam-pukan mereka melakukan tugas.

Makna dan Implikasi Firman

Bagi orang percaya, kesaksian tentang kebangkitan Kristus merupakan karya Allah yang besar kepada umat manusia. Dengan jalan itu, orang percaya memperoleh keselamatan dan pengampunan dosa. Kepercayaan tentang Yesus yang benar-benar bangkit dan hidup kekal seharusnya menjadi pegangan hidup yang kuat bagi warga gereja di tengah-tengah berbagai pengaruh kebudayaan baik yang datangnya dari kebudayaan asli daerah (agama suku, agama asli) maupun karena kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang berkembang pesat.

Gereja hidup di tengah-tengah perjumpaan budaya dan karena itu harus dibangun dasar iman yang kuat supaya amanat untuk menyampaikan berita Injil tetap mampu dilaksanakan dengan berani dalam kuasa Roh Kudus. Munculnya komunitas masyarakat yang mau menghidupkan “agama malesung” yang katanya agama asli Minahasa  harus disikapi dengan penuh hikmat. Apakah di dalam agama tersebut mengakui tentang kuasa kebangkitan Yesus atau justru mau mengembalikan masyarakat yang adalah warga gereja pada kepercayaan terhadap roh-roh (opo-opo). Secara jujur diakui bahwa masih banyak warga gereja yang mencari kekuatan dan perlindungan dari kuasa-kuasa yang tidak berasal dari Allah. Dalam masyarakat masih sering didengar dilaksanakannya ritual-ritual seperti: “mandi kebal”, ”pemanggilan roh nenek moyang”  bahkan dalam hal mencari kesembuhan.

Seyogyanya, pemahaman dan keyakinan tentang kebangkitan Yesus telah membuat warga gereja semakin berani dan tidak takut pada kekuatan-kekuatan yang telah dikalahkan-Nya yaitu hantu, setan, ataupun kuasa-kuasa kegelapan lainnya. Dengan demikian warga gereja hanya akan hidup bergantung pada Tuhan sebagai satu-satunya kekuatan dalam kehidupan. 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Mengapa Yesus harus menampakkkan diri kepada murid-murid-Nya setelah kebangkitan-Nya?
  2. Apakah ada dualisme kepercayaan yang tumbuh bersama saat ini? (Percaya kepada Yesus yang bangkit dan kepada kekuatan-kekuatan di luar Tuhan)
  3. Bagaimana gereja harus berbicara di tengah-tengah situasi itu, dalam tanggungjawab menjadi saksi Kristus di tengah-tengah dunia ini? 

NAS PEMBIMBING: Kisah Para Rasul 3:15 

POKOK-POKOK DOA:

  • Warga gereja semakin bertumbuh dan percaya bahwa Yesus sudah bangkit.
  • Warga gereja hidup taat dan mengimani kuasa Yesus yang mengalahkan maut dan meniadakan takhayul.
  • Warga gereja hidup dalam pertobatan.
  • Supaya warga gereja tidak mengikat dan menyerahkan hidupnya pada kuasa-kuasa kegelapan.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK IV 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan : KJ.No.3 Kami Puji Dengan Riang

Pembukaan : KJ.No.194 Dikau yang Bangkit Mahamulia

Pengakuan Dosa dan Pengampunan: NNBT No. 29 Apakah Yang T’lah Engkau Lakukan

Persembahan: NNBT. No. 20 Kami Bersyukur pada-Mu, Tuhan

Penutup: KJ.No.339 Maju, Laskar Kristus.

ATRIBUT:

Warna dasar putih dengan lambang bunga bakung dengan salib berwarna kuning.

SHARE
Ingin Publikasi informasi kegiatan jemaat/wilayah atau kegiatan apa saja tentang GMIM di website ? Silakan Hubungi Bidang Data dan Informasi Telp : (0431) 352123 Email : info@gmim.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here