TEMA BULANAN : “Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir
TEMA MINGGUAN : Lebih dari Pemenang”
 BACAAN ALKITAB: Roma 8:28-39
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Perjalanan hidup manusia ibarat suatu perlombaan. Ada yang sekedar coba-coba  siapa tahu beruntung; ada yang ikut dengan harapan tinggi untuk menang; ada yang penuh percaya diri merasa sudah menang sekalipun belum bertanding; ada juga yang apatis dan pesimis karena ikut atau tidak tetap sama saja. Apapun alasan dan tujuan dari semua perlombaan adalah meraih kemenangan. Kemenangan memberikan kebanggaan dan prestise tersendiri bagi mereka yang meraihnya namun tidak boleh dalam perlobaan dengan  menghalalkan segala cara untuk memperoleh  kemenangan.

Tema minggu ini: “Lebih Dari Pemenang” diangkat untuk mengantar setiap orang percaya pada pemahaman iman bahwa kemenangan bukan hanya dilihat dari sudut pandang manusia tetapi yang terpenting dari sudut pandang firman-Nya. Kemenangan bukan hanya sekedar kemenangan duniawi (mendapat piala, medali, kedudukan, jabatan, kesuksesan, pujian sesaat, dan lain-lain) tetapi bagaimana setiap orang berusaha mendapatkan kemenangan sorgawi. Ketika kita mampu menjawab anugerah Tuhan maka mahkota kehidupan kekal dinyatakan. Dia adalah Alfa dan Omega, yang Awal dan Yang Akhir. Yang menyertai semua orang dari zaman ke zaman, dari generasi ke generasi, dan memberi kemenangan sejati, sampai pada kesudahannya.

 Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kitab Roma ditulis oleh Rasul Paulus ketika berada di Korintus di akhir perjalanan penginjilannya yang ketiga (+57-59 M). Paulus sendiri bukanlah yang mendirikan jemaat Roma, besar kemungkinan jemaat Roma dibentuk oleh mereka yang percaya pada peristiwa Pentakosta di Yerusalem (bnd. Kisah Para Rasul 2:10). Paulus memiliki kerinduan untuk mengunjungi mereka sebelum dia ke Spanyol (15:24, 28).

Surat Roma 8:28-39 dikirim dengan maksud untuk meredakan perselisihan yang sedang berlangsung dalam jemaat (14:1-15:13) dan sebagai penghiburan bagi jemaat Kristen Roma yang sedang dirundung penderitaan dari banyaknya tekanan (1:18;2:1-3;3:9-10). Hal ini disebabkan pertama; perlakuan pemerintah Roma yang selalu menyalahkan mereka dalam segala sesuatu yang terjadi. Tokoh Romawi, Tasitus pernah menuduh orang-orang Kristen sebagai odium generis humani, artinya mereka dituduh rasis, tidak patriotik dan anti sosial. Ketika Kaisar Nero membakar kota Roma juga yang disalahkan adalah orang Kristen. Ketika Kaisar Klaudius mengusir orang Yahudi dari kota Roma juga dituduhkan karena huru-hara orang Kristen. Kedua;  tekanan yang tidak kalah hebatnya juga datang dari kaum Yahudi yang mempraktekkan proselitisme, yakni suatu paham yang menekankan bahwa untuk memperoleh keselamatan harus menjadi “Yahudi” dulu dalam kaitan dengan status mereka sebagai bangsa dan umat pilihan, misalnya harus disunat. Praktek ini dipaksakan oleh beberapa orang Kristen asal Yahudi kepada mereka yang bukan Yahudi yang sudah percaya dan coba dijadikan prasyarat bagi bukan Yahudi yang akan menjadi Kristen.

Dalam penderitaan dan banyaknya tekanan, orang percaya terlihat seperti orang-orang yang kalah dalam segala hal. Karena selalu berada dalam bahaya maut dan menjadi korban keadaan (bnd. Ayub. 36). Tetapi Rasul Paulus menegaskan bahwa justru karena penderitaan dan tekanan hebat tersebut, Allah menjadikan semua orang yang mengasihi Dia lebih dari pada orang-orang yang menang (ayat.37). Hal ini  terjadi karena: Allah turut bekerja dalam segala sesuatu artinya Allah bekerja untuk  mereka yang mengasihi Allah termasuk mereka yang mengalami  penderitaan orang percaya pada Kristus, sedangkan menghasilkan kebaikan adalah bertahan pada iman percaya kepada Tuhan Yesus sekalipun dalam bahaya. Kristus akan menghasilkan kebaikan yakni menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya. Kita dipanggil sesuai dengan rencana Allah yang tidak hanya mendengar tetapi juga melakukannya. Mereka yang mengasihi Allah terpanggil menurut rencana Allah dan rencana Allah yang menjadi serupa  dengan gambaran Anak-Nya. (ayat. 28).

Dipilih dan ditentukan Allah dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya. Kata “Dipilih dari semula” dalam kata Yunani “proginosko” berarti menjadi satu dengan seseorang sebelumnya atau hubungan seorang sebelum ada waktu dalam arti dinamis bukan statis. Hal ini dimaksudkan supaya orang tersebut masuk ke dalam persekutuan dengan Dia untuk memberikan sesuatu yang baik. Orang-orang yang sudah dipilih, ditentukan, dipanggil dan dibenarkan Allah sejak dari semula (predestinasi) untuk mendapat mahkota kemenangan (ayat 29-30).

Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita maksudnya menunjuk pada banyak orang dan kuasa yang melawan kita namun kita yakin segala sesuatu turut menghasilkan kebaikan. Semua yang melawan kita  sebenarnya menjadi alat Tuhan Allah  yang sungguh  mengasihi kita. Hanya orang percaya yang mengasihi Allah bahwa dimana tidak ada yang dapat melawan kita. Sebab Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit yang menjadi Pembela kita (ayat 31-34).

Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Kalau Allah ada di pihak kita dan menjadi Pembela kita, maka tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Ada tujuh istilah yang menjadi pengalaman manusia yang rupanya menantang hadirnya kasih Allah yakni penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya dan pedang. Penderitaan apapun itu tidak akan dapat memisahkan mereka dari kasih Allah di dalam Kristus. Allah sendiri yang telah menjadikan mereka hupernikômen atau lebih dari pada orang-orang yang menang atau lebih dari pemenang. Ungkapan hupernikômen mengacu dari tradisi kepahlawanan Romawi yang kuat dan tidak mudah menyerah serta selalu pulang dengan membawa kemenangan. Rasul Paulus memaknai bahwa pengikut Kristus lebih dari itu, karena kemenangan sejati ada dalam karya kematian dan kebangkitan Kristus sebagai wujud kasih Allah terbesar di sepanjang sejarah. (ayat. 35-39).

Makna dan Implikasi Firman
  • Rasul Paulus dalam menyelesaikan perselisihan jemaat menekankan kesatuan dalam Injil bahwa baik orang Yahudi maupun non Yahudi sama-sama adalah umat pilihan yang dibe-narkan karena iman dalam Yesus Kristus. Sejak semula gereja sudah ditentukan dan ditetapkan untuk menerima keselamatan. Dan sebagai praktek iman hendaknya kita menjadi “serupa” dengan Tuhan yakni hidup dengan melakukan kehendak-Nya.
  • Sebagai warga gereja sering kali mengalami tekanan yang disebabkan oleh perbedaan agama dan golongan. Ada di daerah tertentu orang Kristen mengalami kesulitan beribadah dan penderitaan. Namun kita diajarkan bahwa Allah turut berkerja dalam segala hal termasuk orang percaya yang mengalami penderitaan.
  • Kita sebagai orang Kristen disebut lebih dari pemenang berarti orang-orang percaya yang telah melewati jalan penderitaan yang tidak biasa untuk mencapai tingkat kedewasaan penuh dan kesempurnaan hidup. Hal ini terjadi karena kasih Allah yang selalu menjawab pergumulan dan penderitaan orang percaya.
  • Kemenangan orang percaya terletak pada bagaimana dia menggunakan kemenangannya untuk hormat dan kemuliaan nama Kristus, sebab di luar Kristus tidak ada artinya. Kasih Kristus yang akan menjadikan kita lebih dari pemenang.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Apa arti “lebih dari pemenang” menurut Roma 8:28-39?
  2. Bagaimana warga gereja memahami kemenangan duniawi dengan kemenangan sorgawi?
  3. Bagaimana bentuk-bentuk kemenangan dalam pengajaran gereja.

NAS PEMBIMBING: 1 Yohanes 5:4

POKOK-POKOK DOA:

  • Keluarga dan jemaat GMIM menjadi lebih dari pemenang.
  • Masa kampanye pemilihan eksekutif dan legislatif sebagai ladang kampanye iman.
  • Semua calon eksekutif dan legislatif, pemilih dan penyelenggara.

 

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

HARI MINGGU BENTUK IV

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan: NNBT No.3  Mari Kita Puji Allah

Pembukaan: NKB No.126 Tuhan Memanggilmu

Pengakuan Dosa Dan Pengampunan: NKB.No.14 Jadilah, Tuhan, Kehendak-Mu

Ses Pembacaan Alkitab: KJ No. 49 Firman Allah Jayalah

Persembahan: NKB.No.204  Di Dunia Yang Penuh Cemar

Penutup: NKB.No.163 Tak Mudah Jalanku.

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.