TEMA BULANAN :“Pendidikan Sebagai Misi Gereja Dalam Pembentukan Karakter”
TEMA MINGGUAN : Pendidikan Seumur Hidup”

BACAAN ALKITAB: Mazmur 71:17-24

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Pendidikan berarti cara, proses atau perbuatan mendidik. Jadi pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang; usaha mendewasakan manusia melali upaya pengajaran dan pelatihan. Dihubungkan dengan pendidikan Kristen, maka Pendidikan Kristen merupakan proses belajar mengajar yang Alkitabiah, dengan kuasa Roh Kudus dan berpusatkan Kristus. Ini adalah suatu usaha seumur hidup untuk membimbing setiap pribadi untuk bertumbuh sesuai dengan tarafnya melalui cara-cara mengajar yang cocok agar mengetahui dan mengalami maksud dan rencana Allah melalui Yesus Kristus dalam setiap segi kehidupan dan me-lengkapi mereka untuk pelayanan yang efektif dan efisien.

Konsep pendidikan seumur hidup dipopulerkan oleh Paul Langrend, dalam bukunya; “An Introduction to Life Long Education”. Kemudian GBHN 1978 menyatakan bahwa pendi-dikan berlangsung seumur hidup dan UU Nomor 2 tahun 1989, Dalam Agama Kristen, Pendidikan seumur hidup juga telah diajarkan dalam Alkitab, yakni Ulangan 6:7-8 dan II Timotius 3:10-15.

Konsep pendidikan seumur hidup merumuskan suatu asas bahwa pendidikan merupakan suatu proses kontinyu, yang bermula sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal. Proses ini mencakup bentuk-bentuk belajar secara informal, non formal maupun formal baik yang berlangsung dalam keluarga, di sekolah, dalam pekerjaan dan dalam kehidupan masyarakat.

Pendidikan Seumur Hidup atau Life Long Education adalah makna yang seharusnya benar-benar terkonsepsikan secara jelas serta komprehensif dan dibuktikan dalam pengertian, sikap, perilaku dan dalam penerapan terutama bagi para pendidik. Tujuannya untuk pengembangan potensi-potensi, meningkatkan produktifitas, melan-jutkan belajar (putus sekolah), memperbaharui pengetahuan dan ketrampilan agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan dunia yang terus berubah. Dengan kata lain untuk menciptakan manusia yang beriman dan taat kepada Tuhan dan mengembangkan potensi, bakat, keahlian, dan ketrampilan secara maksimal.

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Mazmur 71 tergolong dalam mazmur minta tolong perorangan dengan nada doa kepercayaan. Pendoa tampak berdiri dalam tradisi doa Israel dan menggunakan rumus dan kiasan yang diwarisinya dari angkatan yang mendahuluinya, tetapi kesungguhan imannya men-jadi teladan untuk angkatan-angkatan baru yang turut menggunakan mazmur ini sebagai doa.

Mazmur 71 ini dibagi dalam 3 pokok pikiran: ayat 1-8, doa minta tolong yang mengarah pada puji-pujian; ayat 9-16, doa minta tolong dengan pengakuan akan keadilan Tuhan; dan ayat 17-24, puji-pujian seseorang yang yakin bahwa doanya akan dikabulkan Tuhan. Mazmur ini menyatakan bahwa dimana seseorang yang sudah lanjut umurnya (ay.7,9,17-18) datang minta tolong pada Tuhan dalam marabahaya yang mengancam hidupnya (ay.4,9-11,20) . Terlihat dalam Mazmur 71 ini Pemazmur mengekspresikan pendidikan Allah yang telah dirasakannya sejak kecil sampai masa tuanya, oleh sebab itu ia terus mengharapkan tuntunan Tuhan, agar sepanjang hidupnya dapat bersyukur dan mengajarkan atau men-ceritakan kemuliaan-Nya

Mazmur 71:17-24; sejak kecil (Ibr.: nauwr: masa muda) pemazmur telah diajar: (Ibr.: lamad: diajarkan, terlatih) seperti raja diajar berperang oleh Tuhan ALLAH (Mazmur 18:35), manusia diajarkan-Nya kebijaksanaan (Mazmur 94:10). Ia sudah mengenal keadilan TUHAN dari sejak kecil (ay.5-7,17) dan yakin bahwa Ia akan menyelamatkannya, sama seperti Allah menyelamatkan umat-Nya dengan perbuatan ajaib. Di lain pihak ia bermohon agar sampai masa tua dan putih rambutnya, Tuhan tetap menjaganya agar ia dapat terus memberitakan (Ibr.: nagad: memberitahukan), perbuatan yang ajaib (Ibr.: pala’), kuasa (Ibr.: zrowa: tangan, kekuatan) dan keperkasaan (Ibr.: gbuwrah: kepahlawanan) Allah itu kepada ang-katannya dan kepada semua orang yang akan datang; karena pengetahuan ini sungguh menentukan keselamatan hidup orang banyak (ay.17-18).

Perbuatan-perbuatan Allah yang ajaib karena melebihi apa yang manusia dapat bayangkan dan perhitungkan adalah sama dengan tindakan-tindakan keadilan: dalam ukuran besar untuk menyelamat-kan umat seluruhnya (bnd.Mazmur106:21) dan dalam ukuran kecil yang menyangkut hidup satu orang atau si pendoa. Keduanya tidak dapat dan tidak boleh dipisahkan satu dengan yang lain.

Pendoa mengalami banyak kesusahan dan malapetaka; sedang tenggelam dalam samudera raya, yaitu ia sedang turun ke dunia orang mati. Dari situ Tuhan mengangkat/menaikkan dia kembali, sama seperti Ia membawa umat-Nya keluar dari Mesir (bnd. Keluaran 13:14). Siapakah seperti Tuhan yang dapat melakukan semua ini? Yang melepaskan orang sengsara (Mazmur 35:10), membebaskan umat yang tertindas dalam perbudakan (Keluaran 13:14) dan mengampuni dosa (Mikha 7:18). Dengan rasa kagum diakui bahwa TUHAN sajalah yang patut dipuji sebagai sang kudus Israel, karena di atas segala sesuatu hanya kekudusan-Nya-lah yang menjadi sumber puji-pujian dari pemazmur (pendoa).

Itulah sebabnya Allah dipuji dalam kekudusan-Nya dan ditaati. Dalam kekudusan-Nya Tuhan melakukan tindakan-tindakan kea-dilan yang membebaskan (menebus), termasuk nyawa si pendoa. Hal ini membuat ia berjanji untuk memuji kesetiaan Allah dengan gambus dan kecapi di sepanjang hidupnya.

Makna dan Implikasi Firman

Usia dini atau sejak dari kecil, anak-anak harus diajar untuk mengenal Allah seperti diajar berdoa, menyanyi, mengenal cerita Alkitab, pergi ke gereja dan melalui keteladanan kata dan perbuatan dari keluarga. Pendidikan tersebut akan memproses iman dari apa yang diterima dan dilihatnya, dan itu memperteguh keyakinannya sampai masa tua. Bahwa Allah adalah dasar hidup; sekalipun akan mengalami tantangan dan kesulitan, ia akan mempercayakan diri kepada Tuhan dan akan mengalami perlindungan, sebagai tanda bukti bahwa Allah setia kepada orang-orang-Nya dan ia patut dipuji.

Dalam penderitaan yang mencobai makna hidup orang percaya, doa menjadi kekuatan sehingga kita tidak mengalah, tetapi menaruh harapan pada Tuhan bahwa Ia akan bertindak. Dengan demikian Iman telah disaksikan pada umat bahwa keadilan Allah selalu dinyatakan, dimana Ia peduli kepada mereka yang setia dan meminta tolong. Itulah yang harus diberitakan dan diajarkan kepada generasi muda atau angkatan baru tentang kesetiaan Tuhan

Sehubungan dengan pendidikan seumur hidup yang sifatnya holistik (utuh, sempurna) maka setiap warga gereja terpanggil untuk melakukannya dengan tujuan menjadikan manusia yang taat dan setia pada Tuhan, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertang-gungjawab, serta dapat memuji Tuhan dan menceritakan segala kebaikan Tuhan seumur hidupnya.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

  1. Apa yang anda pahami tentang “pendidikan seumur hidup” menurut perikop?
  2. Bagaimana peran keluarga, gereja dan pemerintah sehubungan dengan pendidikan?

NAS PEMBIMBING: 2 Timotius 3:15

POKOK-POKOK DOA:

  • Peran Keluarga dalam Pendidikan Iman.
  • Gereja dalam mengsuport Pendidikan GMIM.
  • Pemerintah dalam mengatasi masalah pendidikan anak.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

HARI MINGGU BENTUK IV

NYANYIAN YANG DIUSULKAN :

Pembukaan: NNBT No.7 Mari Puji Tuhan Yesus

Ses Doa Pembukaan: KJ No.51 Kitab Suci Hartaku

Ses Doa Pengakuan Dosa: NNBT 8 Banyak Orang Suka Diampuni

Ses Janji Anugerah Allah: NKB No.73 Kasih Tuhanku Lembut

Ses Pembacaan Alkitab: Firman-Mu Pelita

Persembahan: NKB No. 197 Besarlah Untungku

Nyanyian Penutup: KJ No. 396 Yesus Segala-Galanya.

ATRIBUT:

Warna Dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here