TEMA BULANAN : “Memperkokoh Sinergisme demi Keutuhan dan Kesinambungan Pelayanan”
TEMA MINGGUAN : “Pelayan yang Percaya Pada Allah”
Bacaan Alkitab : 2 Korintus 1:3-11
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Dapat dipastikan bahwa tidak ada pelayan gereja yang tidak percaya kepada Allah. Tetapi dalam praktek banyak hal yang kita temukan tindakan-tindakan para pelayan yang secara parsial memperlihatkan bahwa mereka belum sepenuhnya memahami dan menghayati kepercayaan mereka itu. Banyak pelayan yang gagal melaksanakan tugas panggilan pelayanannya mulai dari skala yang paling kecil sampai pada skala yang terbesar. Mulai dari hal-hal yang “tetek bengek” sampai pada hal-hal yang sangat mendasar. Memang  pelayan itu bukanlah manusia sempurna. Tetapi pelayan itu harus melaksanakan tugas panggilan pela-yanan berdasarkan kepercayaannya kepada Allah secara mutlak. Kepercayaan kepada Allah yang demikian bukan hanya berguna bagi dirinya sendiri tetapi juga berguna bagi jemaat, gereja dan masyarakat. Oleh sebab itu pemahaman dan kepercayaan dari setiap pelayan kepada Allah harus terus menerus diasah, ditingkatkan dan dikembangkan sehingga dapat  memperkokoh sinergisme demi keutuhan pelayanan.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Maksud penulisan surat ini terkait erat dengan pertikaian yang pernah terjadi sebelumnya. Berdasarkan hal itu Paulus ingin membenarkan diri dari tuduhan yang sudah dikenakan pada dirinya, sekaligus menjelaskan bahwa ia adalah rasul yang sebenarnya dan bukan rasul palsu seperti yang mereka tuduhkan. Surat ini juga mencatat ungkapan syukur Paulus karena segala sesuatu yang sudah dibenarkan, dan bahwa Tuhan selalu menghiburnya ketika mengalami masa-masa sulit, hal ini disampaikan untuk menghibur jemaat Korintus yang juga sedang mengalami masa-masa sulit.

Kata ‘terpujilah’ (Yun. Eulogetes) dalam ayat 3, selalu dipakai dalam hubungan dengan yang Ilahi untuk melukiskan kebaha-giaan dan berkat yang tidak terbatas dari Allah. Penghiburan Allah (ayat. 4) bersifat aktif, luas jangkauannya, memiliki tujuan, menyentuh dan mengatasi penderitaan yang berdampak bagi orang lain. Penghiburan Allah di dalam Kristus pertama-tama bagi orang percaya. ‘Kesengsaraan Kristus’ (ayat. 5) menunjuk kepada penderitaan Mesias yang diurapi. Dan ‘berlimpah-limpah’ meru-pakan ciri khas Kitab ini. ‘Beroleh kekuatan’ (energeo) senantiasa berarti kekuatan yang misterius atau adikodrati yang hanya berasal dari Allah (bandingkan.  2 Korintus 4:12; Roma 12:6,11; Galatia 5:6; Efesus 3:20; Kolose 1:29, 1Tesalonika 2:13; 2Tesalonika 2:7; Yakobus 5:16). Pengharapan yang teguh (ayat. 6) berhubungan dengan keselamatan. ‘Mengambil bagian’  (keinonos) berarti menemani secara fisik (bdg.  2Korintus 8:23), ikut serta secara moral (bdg.  Matius 23:30; 1Korintus 10:18,20; Ibrani 10:33), dan terjadi kesatuan rohani (bdg.  1Petrus 5:1; 2 Petrus 1:4).

Penderitaan Paulus menunjuk pada kekerasan sekelompok orang di Efesus (bandingkan. Kisah Para Rasul 19:23-31; 1Korintus 15:32) suatu pengalaman  yang sangat mengerikan (bandingkan. Kisah Para Rasul 9:16; juga  Mazmur 69:1 dst.; Yesaya 43:2). Keselamatan yang dialami Paulus (ayat.9-10) merupakan: pemeliharaan Allah yang menakjubkan;  suatu nubuat yang pasti; dan sebuah janji yang indah. Penyelamatan yang akan datang tersebut digenapi di dalam 2Timotius 4:17. Sebagai Pelayan, Paulus tidak menaruh kepercayaan kepada diri sendiri tetapi menaruh kepercayaan kepada Allah.

Ayat 11 dapat berarti: peranan doa di dalam penyelamatan Paulus;  karunia yang dianugerahkan kepada sang rasul;  ucapan syukur atas doa-doa jemaat. Paulus sangat percaya pada kekuatan doa syafaat (bandingkan.  Roma 15:30,31; Filipi 1:19; Kolose 4:12). Dengan saling mendoakan.

Makna dan Implikasi Firman

  • Ucapan syukur orang percaya bukan berdasarkan fasilitas yang dimilikinya, tetapi berdasarkan kasih karunia Tuhan Yesus Kristus (2 Korintus 1:3).
  • Rahasia keberhasilan pelayanan ada di dalam belas kasihan Allah. Allah-lah yang menjadi sumber keuatan dan peng-hiburan kita, bukan diri kita sendiri.
  • Di dalam kuasa kemuliaan Allah itulah, penderitaan tidak berdampak buruk melainkan mampu memberi dampak positif bagi setiap orang percaya, yakni dapat menghibur orang percaya lainnya. Bukankah dampak anugerah sedemikian yang membuat dunia takjub akan Injil Kristus?
  • Biasanya kita mengartikan dan mengharapkan mukjizat dalam arti berubahnya kondisi tidak baik menjadi baik. Misalnya, penyakit hilang, orang menjadi sembuh, masalah disingkirkan, orang percaya luput dari persoalan. Akan tetapi perikop ini mengajarkan kepada kita, mukjizat yang Paulus alami adalah mukjizat besar menurut prinsip yang Tuhan Yesus sendiri alami. Mujizat semacam inilah juga yang seharusnya kita harapkan terjadi.
  • Penderitaan tetap harus dipikul, masalah tetap harus dihadapi, aniaya tetap harus dirasakan, karena kekuatan anugerah Allah terus bekerja di dalam diri orang percaya yang menghasilkan kesabaran, ketahanan, kesukaan, kegembiraan dan kesaksian hidup. Begitulah seharusnya sikap kita menghadapi berbagai penderitaan.
  • Penghiburan dan kehadiran dari Allah yang membawa kebahagiaan, kesukacitaan dan berkat yang berlimpah seyogiyanya memperkokoh sinergi demi keutuhan dan kesinambungan pelayanan. 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

  1. Apa kunci keberhasilan pelayanan Paulus? Bergantung pada siapa dan hal apa keberhasilannya?
  2. Bagaimana kita merefleksikan 2 Korintus 1:9, dan mengaplikasinnya dalam pelayanan keseharian kita sebagai Gereja/Jemaat.
  3. Bagaimana dan dalam hal-hal apa belas kasihan dan penghiburan Allah terjadi/berlaku dalam pelayanan kita. Dan bagaimana kita menjadikan hal-hal itu sebagaimotivasi untuk memperkokoh sinergisitas demi keutuhan dan kesinambungan pelayanan? 

NAS PEMBIMBING: Yeremia 17:5-8 

POKOK – POKOK  DOA:

  • Agar para pelayan khusus GMIM tetap percaya kepada Allah Bapa di dalam Yesus Kristus
  • Agar para pelayan khusus GMIM terus menerus diberi kekuatan iman untuk memperkokoh sinergisitas demi keutuhan dan kesinambungan pelayanan
  • Agar seluruh warga GMIM mampu memaknai kehadiran Allah yang penuh belas kasihan yang memberi penghiburan dalam pelayanan yang penuh dengan tantangan.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK IV 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan: DSL 109 Api Maha Tuhan

Ses Nas Pembimbing: NNBT No.30 Allah Tuhan Kekuatanmu

Pengakuan Dosa dan Pengampunan: NNBT No. 11 Ya Allahku Kami Mengaku Dosa

Persembahan: NKB No 197 Besarlah Untungku

Nyanyian Penutup: NNBT No 21 Pergilah Kamu.

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here