TEMA BULANAN : “Keluarga Sebagai Pangkalan Misi”
TEMA MINGGUAN : “Keluarga: Ikutlah Jalan Tuhan
 BACAAN ALKITAB : Mazmur 37:34-40
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Dunia dimana kita tinggal terus berkembang dan berubah.  Kita sekarang berada pada era globalisasi yang digerakkan oleh teknologi sehingga membuat masyarakat mengalami perubahan.  Perubahan tidak hanya dalam bentuk fisik tetapi juga menyentuh sampai pada nilai-nilai moral dan etika manusia yang berdampak pada keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan anak-anak. Keluarga adalah lembaga yang sangat vital, sangat penting artinya bagi kehidupan suatu masyarakat. Keluarga Kristen diimani sebagai keluarga Allah. Keluarga merupakan gagasan karya nyata Allah bagi manusia maka keluarga menjadi segala-galanya bagi Allah untuk dipelihara.

Menjadi keluarga Allah adalah sangat penting untuk mengenal jalan-jalan Tuhan. Jalan Tuhan menunjuk pada jalan kesela-matan atau kehendak Allah. Kita tidak dapat pungkiri bahwa sekarang ini banyak keluarga Kristen yang tidak lagi berada pada jalan yang dikehendaki Tuhan. Mereka membangun jalan sendiri hingga menyimpang dari jalan Tuhan, tidak dapat lagi membedakan mana yang jahat dan mana yang baik.  Keluarga tidak mampu lagi menjadi tempat yang aman untuk mentransfer nilai-nilai kebaikan, tapi justru telah terkontaminasi dengan berbagai prilaku yang tidak berkenan kepada Tuhan. Akibatnya keluarga kehilangan arah, kebahagiaan, dan ketiadaan damai sejahtera serta kegagalan melandanya. Karena itu tema minggu ini adalah “Keluarga: Ikutilah Jalan Tuhan “.

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Mazmur 37 berisi petunjuk tentang hikmat rohani berciri khas didaktis sehingga dikategorikan pada Mazmur hikmat dan pendidikan yang menggambarkan bagaimana Tuhan Allah mendidik umat-Nya tentang kebenaran yaitu sikap orang percaya terhadap orang fasik yang hidupnya berhasil dan kesukaran hidup orang benar“.  Mazmur 37, mengangkat dua prilaku manusia yang saling bertentangan yaitu prilaku orang jahat dengan segala kejahatannya dan prilaku orang benar yang berkenan kepada Tuhan dengan segala konsekwensi masing-masing.  Pemazmur hendak meyakinkan bahwa betapa rentan dan terbatasnya hidup orang yang berbuat jahat, mereka mudah jatuh dan hancur. Berbeda dengan hidup orang benar, dimana pemazmur menghimbau agar orang “jangan marah” dan meninggalkan “panas hati” (Mazmur. 37:1. 7, 8). Ini menunjukkan bahwa umat Tuhan berada dalam suasana hati yang tidak nyaman, timbul rasa cemburu terhadap realitas hidup dimana ada orang yang hidup jujur, tulus dan benar dihadapan Allah tetapi mengalami kehidupan yang susah dan menderita.  Sementara orang yang jahat hidup dalam kenyamanan, keamanan dan kemakmuran serta lebih beruntung dari kehidupan orang benar. Hal ini dirasakan sebagai sebuah ketidakadilan sebab dalam perspektif religius bangsa Israel mereka menganut pandangan bahwa hidup taat mendatangkan  berkat, dan hidup tidak taat  mendatangkan kutuk.

Mazmur 37 : 34 – 40, secara khusus berisi perbedaan antara hidup orang fasik dan hidup orang benar. Ditegaskan bahwa orang fasik yang hidup tidak mengikuti jalan Tuhan, sombong, maka mereka akan lenyap dan tidak memiliki masa depan (ayat 34 – 36, 38). Orang fasik yang digambarkan seperti pohon aras Libanon yang terkenal dengan kayunya yang kuat kokoh dan tak tergoyahkan ternyata tidak bertahan lama dan mudah lenyap. Hal ini memperlihatkan bahwa situasi orang fasik yang serba positif (mengalami kemakmuran), itu semu adanya dan bersifat sementara. Mereka segera lisut dan layu  (ayat 2) mereka akan dilenyapkan dan binasa.

Sedangkan orang benar yang mengikuti jalan Tuhan (ayat 34) yang memiliki 3 (tiga) ciri kehidupan yakni tulus, jujur dan suka damai (ayat 37), kepada mereka ada masa depan dan diselamatkan oleh Tuhan (ayat 39) dan mereka akan mewarisi negeri. Karena itu ayat 34 ada perintah dan janji bersyarat yang berbunyi: Nantikanlah Tuhan dan tetaplah ikuti jalan-Nya maka Ia akan mengangkat engkau untuk mewarisi negeri. Nantikan Tuhan artinya tidak bertindak sendiri, memberi kesempatan kepada Tuhan dan menunggu dengan tidak mendahului Tuhan.  Menantikan Tuhan adalah suatu bukti bahwa kita menempatkan Tuhan atas hidup kita. Mengikuti jalan Tuhan menunjuk pada kehendak (Hukum) Allah, tujuan Tuhan, jalan hidup manusia yang ditunjuk Allah. Jalan Tuhan menurut Mazmur 25:10 yaitu “Segala Jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian dan peringatan-peringatan-Nya”. Jalan Tuhan berdasarkan Matius 7 : 14 sebagai jalan menuju kehidupan. Mengikuti jalan Tuhan adalah suatu bukti bahwa janji dan pertolongan Tuhan yang diandalkan. Bagian manusia adalah menantikan Tuhan dan mengikuti jalan-Nya dan upahnya adalah mewarisi negeri, mewarisi negeri berkaitan dengan berkat jangka panjang antar generasi. Seperti orang Israel disebut sebagai umat Tuhan dan kepada mereka diberikan tanah Kanaan sebagai tempat tinggal mereka sesuai janji-Nya kepada Abraham. Jadi mewarisi tanah merupakan tanda bahwa Tuhan menyertai dan memberkati mereka.

Selanjutnya, ayat 37, 39, 40 hidup orang benar digambarkan oleh pemazmur dengan hidup yang kokoh karena ditopang oleh Allah, penuh kelimpahan dari Allah dan dipelihara selamanya oleh Allah.  Ayat 37-38, orang benar ciri-cirinya antara lain: tulus, jujur dan yang suka damai, maka masa depan akan dinikmati. Selama ada orang yang melakukan ketulusan, kejujuran dan kedamaian, selama itu pula pengharapan akan masa depan yang baik akan dialami oleh dunia ini. Orang menjadi benar karena melakukan kebenaran dan menjadi jahat karena melakukan kejahatan.

Ayat 39 – 40 apa yang dinantikan dari Tuhan diuraikan dalam bagian ini, yaitu orang yang benar, dimulai dengan Tuhan dan berakhir dengan Tuhan yang memberi keselamatan.  Keselamatan itu mencakup: Tuhan sebagai tempat perlindungan dalam kesesakan, yang menolong dan meluputkan dari orang fasik karena mereka berlindung kepada Tuhan.

 

Makna dan Implikasi Firman

Sekarang ini banyak orang kehilangan pegangan hidup, nilai-nilai yang dipegang dahulu seperti agama, tradisi, budaya yang menjadi nilai yang mulia sebagai pegangan hidup telah bergeser. Banyak orang, baik orang tua maupun anak-anak jatuh pada prilaku seks bebas, minuman/obat-obatan terlarang dan tindakan kekerasan manjadi hal yang biasa terjadi dimana-mana. Balas dendam dan pembunuhan dianggap sebagai wujud keberanian, korupsi merasuki hampir semua strata kehidupan, belum lagi dalam hal perebutan kekuasaan dengan menggunakan cara-cara licik. Juga dalam bidang agama, adanya praktek keagamaan yang radikal dan intoleran sehingga melahirkan teroris. Pengaruh teknologi yang memudahkan akses informasi negatif, terjadinya perselingkuhan, terganggunya  interaksi antar individu (orang tua dan anak) sering terputus karena handphone, facebook dan media masa lainnya dan berbagai perbedaan gaya hidup dan prilaku yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Inilah tantangan dan persoalan yang mengancam keutuhan hidup keluarga.

Orang yang fasik/jahat akan dilenyapkan, dihancurkan dan tidak ada masa depan.  Sedangkan orang benar, yang hidup dalam ketulusan, kejujuran dan suka damai akan menikmati masa depan yang gilang gemilang. Mereka yang  mengikuti jalan Tuhan akan ditopang dan dipelihara selamanya oleh Tuhan.

Dalam keluarga, kita menata masa depan anak-anak kita dengan ketulusan, kejujuran dan kedamaian; jadikan keluarga  dan rumah kita sebagai istana untuk mendidik anak-anak agar menjadi orang yang berkenan dan hidup di jalan Tuhan.  Keluarga dan rumah kita, haruslah menjadi pusat pelatihan diri yang meneladani Kristus dengan mencerminkan Kristus dalam kata dan tindakan kita. Keluarga harus mengikuti jalan Tuhan, jalan kehidupan yang menuju pada keselamatan.  Sebagaimana Yesus berkata : “Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup“ (Yohanes. 14 : 6).

 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

  1. Apa yang membedakan sikap hidup orang fasik dan orang benar dan segala akibatnya menurut Mazmur 37:34-40 ?
  2. Apa yang saudara pahami tentang “ Keluarga: Ikutlah Jalan Tuhan ” supaya menjadi berkat bagi kehidupan?
  3. Bagaimana sikap keluarga Kristen dalam menghadapi perkembangan dan perubahan dunia yang semakin terarah pada penyesatan?

 

NAS PEMBIMBING: Yeremia 17:7-8

 

POKOK – POKOK  DOA :

  • Keluarga yang selalu mengikut jalan Tuhan
  • Terpenuhi kebutuhan keluarga setiap hari
  • Tugas dan pekerjaan sebagai anggota keluarga bekerja dengan jujur dan bertanggungjawab
  • Suami, istri dan anak-anak hendaknya berjalan sesuai perintah Tuhan

 

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

HARI MINGGU BENTUK IV

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan:  KJ. No. 454 Indahnya Saat  Yang Teduh

Pembukaan:  NNBT No. 26 Tuhan Yesusku, Mutiara Hatiku

Ses Pengakuan Dosa           : KJ No.36 Dihapuskan Dosaku

Ses Pengampunan: NNBT No. 36 Barangsiapa Yang Percaya Kepada Tuhan.

Persembahan:  NKB No. 133 Syukur Padamu, Ya Allah

Nyanyian Penutup:  KJ. No. 370 Ku Mau Berjalan Dengan Jurus’lamatku

 

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.