TEMA BULANAN : “Gereja yang Mencerdaskan”
TEMA MINGGUAN : “Berguna dan Berkualitas Sampai Tua”
Bacaan Alkitab : Roma 4:16-25
ALASAN PEMILIHAN TEMA

“Sapa bilang lansia nyanda berguna” itulah salah satu slogan (pertanyaan sekaligus pernyataan) yang menyiratkan komitmen serta dilema yang dihadapi di masa hidup lanjut usia. Kemunduran pada usia tua semakin cepat teralami apabila memiliki motivasi atau “self image” yang rendah. Sebaliknya jika tetap memiliki “self image” (citra diri) yang kuat kemunduran akan melambat.

Lansia memiliki peran strategis untuk mengupayakan hidup yang berkualitas, kendati diperhadapkan dengan per- kembangan fisik yang kian menurun yang akan mempengaruhi kondisi psikisnya serta tidak adanya ruang dan tempat untuk mengembangkan diri (marginalisasi).

Sosok Abraham yang teguh berpegang pada janji Allah dengan memelihara  imannya sekalipun berhadapan dengan realitas tanpa harapan yaitu kondisi fisik di usia tua semakin lemah kiranya menjadi model bagi lansia untuk tetap membangun kemampuan diri agar tetap berguna dan berkualitas sampai tua.

PEMBAHASAN TEMATISPEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Perikop Roma 4 : 16 – 25 adalah catatan implikatif teologis Paulus tentang dikotomi (dua hal yang bertentangan) antara dibenarkan oleh iman atau dibenarkan oleh hukum Taurat.

Menurut Paulus keselamatan adalah anugerah Allah. Pemikiran ini berdasarkan kajian teologis terhadap kisah Abraham dan alasan mengapa kisah Abraham ini ditulis. Melalui kisah Abraham (Kejadian 17) pemberian janji tentang keturunan, penetapan Abraham menjadi bapa banyak bangsa dan janji untuk memiliki bumi (Kejadian 17) bukan berdasarkan pada ketaatan Abraham kepada Hukum Taurat melainkan berdasarkan pada anugerah atau kasih karunia Allah dalam bentuk dibenarkan oleh iman.Kisah  Abraham dibenarkan karena iman terjadi sebelum ia disunat (Roma 4:9-10), lagipula masa hidup Abraham sudah ada jauh sebelum pemberlakuan Hukum Taurat. Kesediaan menerima janji anugerah Allah itu dijalani Abraham dengan penuh penyerahan diri dalam iman kepada Allah pencipta, yaitu : Allah yang menghidupkan orang mati dan menjadikan dengan firmanNya apa yang tidak ada menjadi ada. Dengan iman yang kuat Abraham percaya Allah tak pernah salah dan tak akan pernah gagal. Kendati ada banyak alasan untuk tidak berharap, atau tidak ada dasar untuk berharap, Abraham tetap berharap dan percaya kepada firman Allah. Dalam hal ini walaupun Abraham mengetahui tubuhnya sudah sangat lemah (Yun : nenekromenos = sudah mati) karena telah berusia kira-kira 100 tahun, dan rahim Sarah telah tertutup (Yun : nekrosis = keadaan mati) karena telah berusia 75 tahun, imannya tidak menjadi lemah. Berkat pengharapan iman inilah Abraham dibenarkan oleh Allah dan mengalami kasih karunia keselamatan yaitu lahirnya Ishak sebagai keturunan yang dijanjikan, bahkan masa hidup Abraham boleh bertambah 75 tahun sehingga mencapai usia  175 tahun (Kejadian 25:7), dan Sarah  bertambah 52 tahun hingga mencapai 127 tahun. Hal ini memperlihatkan bahwa sekalipun realitas yang dihadapi jauh berbeda/ bertentangan dengan Firman Allah. Abraham tidak bimbang dan tidak meragukan janji Allah. Bagi Abraham tidak ada alasan untuk meragukan kuasa Allah. Justru melalui pergumulan itu imannya semakin diperkuat sehingga mengalami keajaiban kuasa Allah yang menghidupkan orang mati. Karena itu ia telah memuliakan Allah dengan penuh keyakinan bahwa Allah berkuasa melaksanakan apa yang Ia janjikan. Dalam hal ini Abraham percaya bahwa kuasa Allah tidak dapat dibatasi oleh syarat-syarat lahiriah. Keyakinan iman itulah yang diperhitungkan Allah kepada Abraham. Oleh iman manusia dibenarkan Allah untuk menerima keselamatan sebagai Kasih karunia. Pembenaran dan keselamatan tak akan mungkin diperoleh melalui usaha manusia kecuali pemberian Allah. Itulah sebabnya apa yang diperhitungkan Allah kepada Abraham akan diperhitungkan juga kepada kita yang percaya kepada Allah yang membangkitkan Yesus Tuhan kita dari antara orang mati. Menurut Paulus, kematian dan kebangkitan Yesus adalah puncak penyataan kasih karunia Allah yaitu dibenarkan oleh iman.

Makna dan Implikasi Firman

Tindakan Allah yang memperhitungkan iman Abraham menjadi jaminan bagi semua orang percaya bahwa iman yang kuat dapat menuntun kita untuk melihat keajaiban Allah yang menghidupkan dan menyelamatkan.

Abraham dibenarkan karena iman membuktikan bahwa kasih karunia Allah bersifat inklusif (terbuka) yaitu berlaku untuk semua orang yang percaya dan yang mau hidup penuh penyerahan diri kepada Allah. Penetapan Abraham sebagai bapa banyak bangsa memperlihatkan rencana penyelamatan Allah yang bersifat universal. Pembenaran oleh iman sebagai kasih karunia  Allah telah digenapi di dalam Kristus Yesus melalui kematian dan kebangkitan-Nya.

Hidup berguna dan berkualitas sampai tua hanya dapat diraih dengan cara hidup beriman yang penuh penyerahan diri kepada Tuhan dan tetap memiliki tujuan hidup yang taat dan setia memberlakukan firman Tuhan. Jika dibandingkan dengan Mazmur 92:13-16 maka masa tua bukan kendala tetapi kesempatan untuk membuktikan kasih karunia Allah, karena itu keadaan lemah dan tak berdaya selama fisik sebagai kenyataan yang menghambat adalah saat yang tepat untuk lebih mengandalkan kehendak Tuhan tetap setia, tetap sehat dan kuat, tetap beriman sehingga hidup itu menjadi warisan nilai kesaksian bagi banyak orang, lebih khusus kepada anak, cucu turun temurun untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

  1. Bagaimana menjaga dan mempertahankan masa tua supaya tetap berguna dan berkualitas seperti halnya Abraham?
  2. Bagaimana bentuk-bentuk program pelayanan gereja yang melibatkanlansia dan yang bermanfaat bagi kesejahteraan hidup mereka?

 

NAS PEMBIMBING : Mazmur 92:13-16

POKOK – POKOK  DOA :

  • Para Lansia yang bergumul dengan sakit dan kelemahan fisik
  • Kesejahteraan hidup lansia
  • Program pelayanan yang melibatkan lansia

 

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK V 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Ajakan Menghadap Hadirat Tuhan: NKB No. 1 Hai Kristen Nyanyilah

Bersekutu Dalam Nama-Nya : KJ No 17 Tuhan Allah Hadir

Ungkapan Sembah : KJ No 7 Ya Tuhan Kami  Puji Nama-Mu Besar

Pengakuan Dosa: KJ No. 27 Meski Tak Layak Diriku

Bersyukur Atas Anugerah Allah : KJ No. 22 Mari Bersukaria Datang Kepada-Nya

Seb Pembacaan Alkitab : NNBT No. 12 Diamlah

Berilah Yang Baik : NKB No. 126 Tuhan Memanggilmu

Tembang Tekad KJ No. 345 Sertai Kami Tuhan

ATRIBUT :

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

SHARE
Ingin Publikasi informasi kegiatan jemaat/wilayah atau kegiatan apa saja tentang GMIM di website ? Silakan Hubungi Bidang Data dan Informasi Telp : (0431) 352123 Email : info@gmim.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here