TEMA BULANAN : “Karya Keselamatan Allah Di Bumi Milik Tuhan
TEMA MINGGUAN : Pemulihan yang Holistik

BACAAN ALKITAB : Yehezkiel 47:1-12

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Pemulihan yang holistik (menyeluruh dan utuh) merupakan suatu harapan dari orang percaya yang hidup dialam ciptaan Tuhan ini. Dimana-mana telah terjadi berbagai kerusakan alam akibat keserakahan manusia; alam yang tadinya indah kini menjadi rusak, gersang dan menakutkan. Kehidupan yang damai di alam ciptaan ini menjadi impian setiap insan yang kini berubah menjadi kehancuran karena ulah manusia yang menebang pohon tanpa memperhatikan kelestariannya, meng-geruk alam untuk mendapatkan hasil tambang: emas, perak, tembaga yang mengiurkan, maka bencana alam pun terjadi dimana-mana, tanah longsor, banjir, kebakaran lahan, serta kekeringan, bahkan yang lebih besar lagi ialah terjadinya global warming yang berakibat pada kerusakan lapisan ozon.

Manusia bukan hanya merusak alam tapi lebih dari itu merusak dirinya sendiri dengan melakukan hal-hal yang jahat. Sikap saling menjatuhkan antar manusia membuat dunia ini tidak aman dan damai lagi. Manusia sebagai mahkluk ciptaan Allah yang termulia yang dipercayakan untuk menjaga dan memelihara bumi ini tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Bumi telah rusak, hubungan persaudaraan antar manusia hancur, sungguh manusia telah kehilangan kemuliaannya, maka kita butuh peran Allah untuk memulihkan kembali semua ciptaan-Nya menjadi sempurna. Pemulihan yang Holistik adalah jawaban untuk segala pergumulan itu.

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Yehezkiel artinya Allah menguatkan. Yehezkiel adalah putera dari imam Busy (Yehezkiel 1:3) dan ia sendiri juga adalah seorang imam. Pada tahun 597 SM (2 Raja-raja 24:14-17) ia dibuang bersama-sama dengan Yoyakhin ke Babel. Tema-tema yang ada pada kitab Yehezkiel selalu mengangkat soal kesucian, keagungan Tuhan dan pertobatan umat Israel. Kitab Yehezkiel 47:1-12 termasuk salah satu pasal yang isinya bersifat eskatologis yang banyak menggunakan bahasa-bahasa simbol yang isi cerita dapat dibagi dalam dua bagian, yaitu:

Ayat 1-5, berisi penglihatan air yang keluar dari bait Allah yang terus mengalir dan akhirnya menjadi sungai yang dalam. Pada bagian ini kita dapati ada 4 hal yang penting: Pertama; Seorang yang kelihatan seperti tembaga yang memegang tali lenan di tangannya dan tongkat. Penjelasan tentang siapa orang ini kurang begitu jelas hanya saja orang ini adalah sebagai utusan Tuhan, karena pertemuan orang ini dengan Yehezkiel terjadi karena Allah yang mempertemukan mereka (bnd.Yehezkiel 40:3.). Peran orang ini sangat penting karena dialah yang menuntun Yehezkiel dalam penglihatannya. Dia juga yang memperlihatkan kepada Yehezkiel tentang adanya air di bawah Bait Allah, serta ke mana perginya air itu. Dia juga yang menyuruh Yehezkiel untuk mengikuti aliran air itu, serta mengukur kedalaman air itu. Jadi jelaslah bahwa orang ini di utus Allah khusus mengukur air itu. Kedua; Yehezkiel adalah orang yang mendapat penglihatan dari Allah tentang berbagai peristiwa kehidupan umat Israel di Babel. Ia juga adalah pribadi yang taat dan setia melakukan perintah Allah, karena itu apa yang diperintahkan oleh utusan Tuhan itu, bahkan apa yang dinyatakan dalam setiap penglihatan dapat dipahami dan dilakukan oleh Yehezkiel. Ketiga; Air yang keluar dari Bait Allah telah dilihat sebagai bentuk pertolongan Allah yang mengubah kehidupan umat Israel. Debet air yang bertambah dari kecil hingga menjadi aliran sungai yang besar, lebih dilihat sebagai kekuatan kuasa Allah yang akan terjadi di tengah bangsa Israel, bahkan air ini dilihat sebagai simbol kehidupan baru yang mendatangkan sejahtera bagi umat Israel, memberi kesuburan yang ditandai dengan bertumbuhnya pohon-pohon baru, serta adanya ikan-kan di sungai, berubahnya air laut yang asin menjadi tawar dan semuanya menjadi gambaran pertolongan Tuhan yang akan mengubah kehidupan bangsa Israel yang menderita di pembuangan menjadi bangsa yang diselamatkan dan akan hidup sejahtera dan bahagia. Keempat; Bait Allah adalah sumber “Air Kehidupan” bagi umat Tuhan, sebab Bait Allah selalu manjadi tanda kehadiran Allah yang memberi kehidupan bagi umat Tuhan. Bait Allah juga menjadi sentral persekutuan umat Tuhan, karena dari Bait Allah selalu diyakini mengalir kehidupan yang mensejahterakan.

Ayat 6-12, berisi cerita perjalanan pulang Yehezkiel bersama utusan Tuhan, sambil melihat perubahan yang terjadi akibat mengalirnya air dari Bait Allah. Ternyata air yang mengalir dari Bait Allah benar-benar telah mengubah lingkungan dan alam sekitarnya. Air dari Bait Allah mampu mengubah air laut yang asin menjadi tawar serta pinggiran-pinggiran sungai yang tadinya rusak dan gersang berubah menjadi hijau karena bertumbuhnya pohon-pohon baru. Air dari Bait Allah yang menjadi sungai telah menjadi tempat berkeliapan mahkluk-mahkluk air dan ber-kembang-biaknya berbagai jenis ikan. Jadi air dari Bait Allah telah mensejahterakan semua orang yang hidup di pingiran sungai, terlihat dengan banyaknya penangkap ikan atau pemukat, tepian sungai kini menjadi ramai bahkan sampai di rawa-rawapun berubah menjadi sumber rejeki bagi semua orang.

Adanya perubahan seperti air asin menjadi tawar, ikan-ikan yang banyak, pohon-pohon yang bertumbuh, rawa-rawa menjadi tempat mengambil garam, serta penangkap ikan yang  banyak di tepi sungai, menggambarkan betapa air dari Bait Allah benar-benar mampu memulihkan alam ciptaan Tuhan. Kehadiran air dari bait Allah mengubah segala sesuatu yang rusak menjadi baik yang pada akhirnya, air telah menjadi simbol kehadiran Allah serta kunci satu-satunya yang dapat mensejahterakan dan menyelamatkan bangsa Israel.

Makna dan Implikasi Firman
  • Allah selalu mengasihi umat-Nya, walaupun umat-Nya sering tidak melakukan kehendak-N Allah selalu memberi kesempatan bagi umat yang berbuat dosa untuk bertobat. Kehidupan yang bertobat akan membuat umat mengalami kasih dan selamat dari Allah.
  • Dunia ini rusak oleh perbuatan manusia, tapi kita harus percaya Allah sanggup mengubah dunia yang rusak ini menjadi dunia yang sempurna. Kekuasaan Allah melebihi kekuasaan manusia, tidak ada di kolong langit ini yang dapat menghalangi apalagi menandingi kekuasaan Allah. Allah dapat mengubah tanah yang kering menjadi tanah yang subur, air yang asin menjadi air yang tawar.
  • Kuasa Allah yang mengalir dalam firman-Nya mampu memulihkan keadaan apapun yang dihadapi dan dialami oleh orang percaya, bahkan menyembuhkan yang sakit dan memulihkan kehidupan mengalami pergumulan dan tekanan.
  • Umat manusia harus selalu ingat bahwa Tuhanlah yang menentukan segala sesuatu di dunia ini termasuk masa depan kita, keselamatan kita, kebahagiaan kita Tuhanlah yang mengatur semuanya termasuk berkat, keberuntungan dan rejeki kita. Artinya Tuhan mampu memulihkan semua hal secara holistik.

 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

  1. Apa yang kamu pahami tentang pemulihan menurut Yehezkiel 47:1-12?
  2. Bagaimana ciri-ciri orang percaya yang sudah mengalami pemulihan dari Allah?
  3. Menurut saudara perlukah gereja mendapat pemulihan dari Allah?

NAS PEMBIMBING: Wahyu 21:5

POKOK – POKOK  DOA :

  • Pemulihan akan dunia yang rusak oleh ulah manusia .
  • Pemulihan bagi dunia yang penuh dengan peperangan supaya didatangkan perdamaian.
  • Berdoa bagi daerah-daerah yang dilanda bencana alam, kelaparan, serta kekeringan.
  • Berdoa bagi gereja-gereja Tuhan agar menjadi gereja yang terus dibaharui.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

HARI MINGGU BENTUK I 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Panggilan beribadah: NNBT No.2. Dunia Tercipta Oleh Kar’na Tuhan-Mu

Ses.Nas Pembimbing: KJ No. 64 Bila Kulihat Bintang Gemerlapan.

Ses.Pengakuan Dosa : KJ No. 29 Di Muka Tuhan Yesus.

Ses.Pemberitaan Anugerah Allah: KJ No. 40 Ajaib Benar Anugerah.

Ses,Hukum Tuhan: NNBT No.19 Allah Besar Agung Nama-Nya

Persembahan : KJ No. 289  Tuhan Pencipta semesta

Nyanyian Penutup: NKB No. 197 Besarlah Untungku

ATRIBUT :

Warna dasar putih dengan lambang bunga bakung dan salib berwarna kuning.