TEMA BULANAN :“Yesus Datang Menghadirkan Kedamaian, Keadilan dan Keutuhan Ciptaan”
TEMA MINGGUAN : “Bimbingan Tuhan Memberi Ketentraman”
Bahan Alkitab : Keluaran 33:1-23

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Kondisi kehidupan manusia di zaman ini menggambarkan berbagai dosa dan pelanggaran. Kejahatan kian marak terjadi di berbagai tempat termasuk di daerah kita sehingga mengakibatkan suasana kehidupan yang tidak mengalami ketentraman. Kasus-kasus seperti tawuran, perjudian, mabuk-mabukan, narkoba, seks bebas, penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, dll, membuat sua-sana begitu memprihatinkan.

Kehidupan yang tentram adalah harapan semua orang. Tentram menunjuk pada pengertian damai, aman, tidak terdapat kekacauan, tenang hati dan pikiran.

Orang percaya yakin bahwa tidak ada hidup yang tentram di luar Tuhan. Kehidupan yang tentram bersumber dari Tuhan, sehingga setiap orang percaya membutuhkan Tuhan dalam dalam hidupnya. Kehidupan yang tentram dimulai dari perencanaan untuk masa depan yang sukses. Masa depan yang sukses berada dalam bimbingan, arahan dari Tuhan dalam perjalanan hidup manusia.

Di minggu ini, perenungan Firman Tuhan dituntun dengan Tema: “Bimbingan Tuhan Memberi Ketentraman. Hal ini berkaitan dengan pembacaan Alkitab dalam Keluaran 33 : 1-23.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Perjalanan menuju tanah perjanjian begitu banyak mujizat. Tuhan memberi makan “mana” dan Tuhan menyatakan kuasa-Nya dengan membelah Laut Teberau. Namun umat menyembah patung lembu emas buatan sendiri, hal ini membuktikan  mereka menduakan Tuhan. Akibatnya Tuhan marah, karena itu mereka  disebut bangsa  yang tegar tengkuk.

Dalam Keluaran pasal 32, Musa berusaha melunakkan hati Tuhan supaya mereka jangan dibinasakan. Ia tidak ingin, orang Mesir berkata bahwa Dia membawa mereka keluar dari Mesir untuk menimpakan malapetaka dan membinasakan mereka. Musa meminta Tuhan mengingat kembali janji-Nya kepada Abraham, Isak, Yakub. Kemudian Tuhan menyuruh Musa membawa umat yang dipimpinnya. Sekalipun Tuhan tidak secara langsung akan berjalan di tengah-tengah, Dia hanya mengutus malaikat-Nya. Hal ini terjadi karena keberdosaan umat Israel. Dosa itulah yang membatasi kasih karunia Allah (ayat 3). Keadaan seperti itu mendorong Musa berdoa minta kehadiran Allah dalam kemuliaan di tengah-tengah bangsa itu.

Setiap kali ingin berjumpa dengan Tuhan, Musa datang ke kema pertemuan seperti kepada temannya sendiri. (band. ay 7-11). Dan Yosua dikatakan turut menyaksikan percakapan itu.

Kehadiran Allah dalam perjalanan umat menuju tanah perjanjian memberikan kepastian perkenanan Tuhan dan menjadi tanda pengakuan Tuhan, mereka adalah milik kepunyaan-Nya, ayat 14 sangat jelas jawaban Tuhan atas seru doa Musa bahwa Tuhan sendiri yang akan membimbingnya dan memberi ketentraman kepadany. Ungkapan-ungkapan kalimat dalam doa Musa membuktikan ia kuatir bahkan takut jika Tuhan tidak benar-benar hadir dan memyertai perjalanan umat-Nya. Karena itu meskipun sudah ada jawaban langsung dari Tuhan  tapi di ayat 15 Musa masih mengatakan jika Tuhan sendiri tidak membimbing mereka (dia dan umat Israel) jangan suruh mereka berangkat dari sini. Kepada Tuhan ia berkata; bagaiman cara dia tahu Tuhan bersama mereka, sebab bagi dia umat Tuhan harus beda dengan bangsa lainnya. (ayat16). Dia ingin Tuhan memperlihatkan kemuliaan-Nya (ayat 18) maksudnya adalah melihat lebih lagi pekerjaan Tuhan dan mengenal lebih dalam dan luas keberadaan Tuhan.

Makna dan Implikasi Firman

Baru saja kita melewati perjalanan tahun 2016, kini kita sudah berada di minggu ke dua tahun baru 2017, harus diakui kita boleh sampai di tahun ini, karena penyertaan dan pemeliharaan Tuhan. Sebagaimana Musa, kita ingin kepastian akan penyertaan Tuhan yang membimbing perjalanan hidup  di Tahun yang baru.

Kata bimbingan dalam tema minggu ini berarti “petunjuk untuk  menyelesaikan sesuatu atau juga tuntun dan pimpinan” (kamus Bahasa Indonesia). Sesungguhnya bimbingan Tuhan menyatakan kehidupan manusia akan di tuntun dan dipimpin sepanjang tahun yang berjalan ini. Kewajiban kita adalah bergaul akrab dengan Tuhan, berdoa dan menjadikan Tuhan seperti sahabat terdekat. Mengetahui keinginan dan kemauan-Nya. Seperti kepada Musa  maka kita percaya Tuhan memberikan kepastian penyertaan bahwa Dia sendiri yang akan membimbing dan memberikan ketentraman yang membuat kita nyaman sehingga berani untuk berjalan maju. Kenyataan dalam hidup masih banyak orang yang belum sungguh-sungguh percaya pada kebesaran kuasa Tuhan, atau tidak mengandalkan Tuhan sebagai satu-satunya pemimpin dan penguasa dalam hidup ini. Mereka masih pergi mencari peramal, di antaranya berkaitan dengan membuka usaha agar sukses. Secara mata jasmani memang Tuhan tidak dapat dilihat, tapi kita pasti akan merasakan kehadiran-Nya, yang menuntun, mengarahkan hidup orang benar. Sebagaimana umat Israel, Tuhan hadir dan menyatakan diri-Nya dalam perjalanan menuju tanah perjanjian.

        Untuk itu kita yang percaya di zaman sekarang, Allah yang hadir dan menyatakan diri-Nya dalam Yesus Kristus yang telah beerjanji menyertai orang percaya sampai akhir zaman (Matius 28:20). Sehingga di tahun baru ini kita di ajak untuk berjalan bersama-Nya, menerima bimbingan-Nya, makas kita dapat merasakan ketentraman hidup dalam keluarga, jemaat dan masyarakat. 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Apa yang melatarbelakangi dan apa tujuan bimbingan Tuhan bagi umat Israel?
  2. Bagaimana gereja mewujudkan “bimbingan Tuhan yang memberi ketentraman” dalam program pelayanan di tengah keluarga, jemaat dan masyarakat?

NAS PEMBIMBING: Yesaya 43:1-2 

POKOK-POKOK DOA:

  • Besyukur atas penyertaan dan pemeliharaan Tuhan
  • Memohon pertolongan Tuhan supaya tetap kuat dan kokoh dalam iman menghadapi tantangan hidup
  • Untuk pemimpin bangsa agar melaksanakan tugasnya dalam takut akan Tuhan
  • Pelayan-pelayan Tuhan selalu mengandalkan bimbingan Tuhan dalam melaksanakan pelayanannya.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK II 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Kemuliaan Bagi Allah  : KJ No.457 Ya Tuhan tiap jam

Ses Doa Penyembahan: KJ. No. 402 Kuperlukan Juru selamat

Ses Pengakuan Dosa: NKB No. 19 Dalam Lautan yang Kelam

Janji Anugerah Allah : NNBT No.9 Ku Akan Selalu Bersyukur

Ses Puji-pujian :KJ No. 3 Kami Puji Dengan Riang

Ses Pembacaan Alkitab: NKB  No.119 Nyanyikan Lagi Bagiku

Ses Pengakuan Iman: NNBT No.34 Tuhanlah Perlindunganku.

Persembahan :NKB No. 197 Besarlah Untungku

Nyanyian Penutup: KJ No.406:1-3 Ya Tuhan Bimbing Aku

ATRIBUT:

Warna dasar putih dengan lambang lilin di atas palungan.

SHARE

Ingin Publikasi informasi kegiatan jemaat/wilayah atau kegiatan apa saja tentang GMIM di website ?
Silakan Hubungi Bidang Data dan Informasi
Telp : (0431) 352123 Email : info@gmim.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here