TEMA BULANAN:
“Kasih yang menghadirkan damai sejahtera”
TEMA MINGGUAN:
“Perilaku jahat menghilangkan damai sejahtera”
Bahan Alkitab:
Mazmur 59:1-15,20

ALASAN PEMILIHAN TEMA – Di lingkungan gereja kita, perayaan minggu -minggu Adven sebagai masa-masa penantian kelahiran Yesus Kristus dan kedatangan-Nya kembali ke dalam dunia, mendapat perhatian khusus dari anggota jemaat dengan berbagai respon  ersiapan dan perayaannya. Kidung perayaan Natal mulai terdengar. Pemasangan pohon natal dengan berbagai aksesorisnya terlihat di mana-mana. Demikianpun ibadah menyambut natal di lingkungan gereja dan masyarakat luas dirayakan penuh antusias. Tak ketinggalan persiapan makanan, minuman dan pakaian yang memakan biaya banyak. Semua persiapan dan perayaan tersebut bermaksud untuk menghayati, merayakan dan menikmati kasih Allah yang menghadirkan damai sejahtera yang dikaruniakan Allah untuk manusia melalui Yesus Kristus (band. Yoh.3:16), walaupun demikian ternyata banyak orang tak dapat menikmatinya karena selain persiapan dan perayaan minggu Adven lebih terarah pada persiapan materi lahiriah dan pemborosan, juga karena banyak perilaku dosa yang justeru dipraktekkan pada masa-masa ini, seperti pemabukan, perjudian, seks bebas dan tindakan kriminal lainnya. Dalam sejarah penyelamatan Allah sejak Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru memperlihatkan bahwa dosa dalam segala bentuknya adalah penghambat kehadiran Syalom atau keselamatan dan damai sejahtera yang dikaruniakan Allah dalam Yesus Kristus.

Tema mingguan= “Perilaku jahat menghilangkan Damat Sejahtera” dipilih agar di minggu-minggu Adven ini, warga gereja akan benar mempersiapkan diri sesuai kehendak Tuhan dan menjauhkan diri dari perilaku Jahat karena dapat menghambat keselamatan atau menghilangkan damai sejahtera. Sebaliknya hidup Kristiani berperilaku yang didasarkan kasih Allah satu sama lain sehingga damai sejahtera dalam Yesus Kristus dapat dirayakan dan dinikmati dengan benar.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese) – Pasal 59:1-15,20 yang dibaca ini termasuk dalam kelompok pasal 56-66 bagian akhir kitab Yesaya yang menyoroti umat Allah yang ada di Yerusalem setelah kembali dari pembuangan sekitar tahun 539- Mereka diajak untuk melakukan kehendak Allah, menjauhkan diri dari dosa dan melakukan perintah-Nya termasuk memperjuangkan keadilan bagi orang lain. Mereka mendapatkan pengharapan bahwa keselamatan dari Tuhan telah menjadi bagian mereka. Itulah sebabnya mereka bersiap untuk membangun kembali Yerusalem dan Bait Allah, dan membaharui perjanjian mereka dengan Tuhan. Dengan maksud tersebut nabi Yesaya memberi bimbingan, karena ternyata mereka masih berperilaku jahat di mata Tuhan Mereka diingatkan tentang berita keselamatan Allah dan ditegur karena dosa dapat menghambat keselamatan yang Tuhan karuniakan bagi mereka.

Berita keselamatan yang disampaikan nabi Yesaya menyebutkan bahwa sesungguhnya, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar [ay.1). Tetapi ada hal yang menjadi pemisah antara umat Israel dan Tuhan Allah, yang mengakibatkan IA menyembunyikan diri dan tidak mendengar mereka. Hal itu adalah perilaku jahat atau dosa-dosa mereka.

Berbagai jenis perilaku jahat yang mengakibatkan Tuhan menyembunyikan diri dari umat-Nya, secara garis besar dapat didaftarkan sebagai berikut (ay 3-8) tangan yang cemar oleh darah, mulut orang mengucapkan dusta, tidak mengajukan pengaduan dengan alasan benar dan menghakimi dengan alasan teguh hingga melahirkan kelaliman (maksudnya  melahirkan kejahatan itu sendiri); menetaskan telur ular beludak (dalam Alkitab, orang jahat sering digambarkan dengan ular berbisa) dan menenun sarang laba-laba (perbuatan menjerat orang); perbuatan kelaliman, kekerasan menumpahkan darah orang yang tidak bersalah; tidak mengenal jalan damai dan mengambil jalan-jalan yang bengkok.

Sebagai akibat dari perilaku jahat (ay. 9-15) adalah tidak adanya keadilan, kebenaran, terang dan cahaya yang ada adalah kegelapan dan kekelaman; orang berjalan seperti orang buta, tersandung di waktu tengah hari; meraung seperti beruang suara menjadi redup; keselamatan tetap jauh. Bahkan hukum telah terdesak ke belakang keadilan menjauh, kebenaran tersandung, kebenaran ditolak dan siapa pun menjauhi kejahatan menjadi korban rampasan.

Yesaya mengatakan bahwa Tuhan melihat semua perbuatan jahat dan akibat-akibatnya bagi umat Israel (ay.15b). Bahkan adalah jahat dimata-Nya bahwa tidak ada hukum. Oleh sebab itu Tuhan akan datang sebagai penebus untuk Sion (Yerusalem) dan untuk orang-orang Yakub yang bertobat dari pemberontakannya (ay.20).

Makna dan Implikasi Firman –  Berita yang disampaikan nabi Yesaya dalam pasal 59 pada intinya menyampaikan tiga hal. pertama bahwa anugerah keselamatan telah menjadi bagian umat Allah sehingga mereka boleh kembali ke Yerusalem. Kedua, mereka diingatkan tentang dosa-dosa yang mengakibatkan mereka terbuang ke tanah Babel. Ketiga, supaya mereka yang telah menerima anugerah penebusan dari Allah tidak lagi melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, sebab jika tidak demikian keselamatan dari Tuhan akan terhambat dan damai sejahtera-Nya tak dapat mereka nikmati selanjutnya dalam keseluruhan berita pengharapan keselamatan dalam kitab Yesaya ini, oleh penulis Perjanjian Baru dipahami sebagai pengharapan dalam Mesias sebagai keturunan Daud yang menunjuk pada Yesus Kristus yang membawa keselamatan dan damai kekal atau damai sejahtera (Yesaya 9:5-6,11:1-9).

Dengan demikian pembacaan ini mengingatkan kita bahwa anugerah Allah dalam Yesus Kristus telah menjadi bagian kita oleh sebab itu dalam mempersiapkan diri di minggu-minggu Adven untuk menyambut kedatangan-Nya maka segala sesuatu yang disebut perilaku jahat harus ditinggalkan. Jika tidak maka damai sejahtera yang telah dikaruniakan Allah dalam Yesus Kristus tak dapat dinikmati. Perilaku jahat yang dimaksud adalah segala bentuk dosa sebagaimana yang disebutkan dalam ayat 3-9, atau pun dosa-dosalain di masa kini.

Dengan menjauhkan diri dari berbagai perilaku jahat berarti menghargai dan menghormati karya Allah dalam Yesus Kristus yang telah menebus manusia dari kuasa dosa. Dan tiap-tiap orang sebagaimana nasehat rasul Paulus, baiklah mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera (Rm.14:19). Karena jika damai sejahtera tidak ada maka orang akan saling membunuh (band. Wahyu 6:4)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Perilaku jahat apa saja yang dapat menghambat keselamatan atau damai sejahtera dari Allah menurut perikop pembacaan ini?
  2. Apa yang dikehendaki Allah terhadap umat yang berperilaku jahat di mata-Nya?
  3. Adakah perilaku-perilaku jahat yang muncul di minggu adven seperti ini dan bagaimana cara mengatasinya,agar keselamatan dan damai sejahtera Allah tak terhambat dalam kehidupan kita?

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here