TEMA BULANAN : “Panggilan Gereja untuk Memelihara Hidup Harmoni di Tengah Masyarakat Majemuk
TEMA MINGGUAN :Berkat Bagi Bangsa Mulai dari Mulut Keluarga
TEMA BULANAN : “Panggilan Gereja untuk Memelihara Hidup Harmoni di Tengah Masyarakat Majemuk
TEMA MINGGUAN : Berkat Bagi Bangsa Mulai dari Mulut Keluarga

BACAAN ALKITAB: Kejadian 49:1-28

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Keluarga adalah persekutuan hidup antara ayah, ibu, dan anak. Inilah yang disebut dengan keluarga kecil atau keluarga inti. Keluarga wajib berbuat baik, karena setiap perbuatan baik yang kita lakukan kepada siapapun, kapanpun dan dimana pun adalah sebagai bentuk ucapan syukur karena Tuhan selalu memberkati kita.

Kasih di antara suami istri, di antara orang tua terhadap anak harus terus meningkat (1 Korintus.13:4-7). Kasih yang mencakup komitmen, perhatian, perlindungan, pemeliharaan, pertanggungjawaban dan kesetiaan. Ketiadaan kasih di antara orang tua dapat dirasakan oleh anak, akibat selanjutnya adalah mengganggu pertumbuhan watak mereka.

Keluarga adalah bagian dari bangsa ini dan harus menjadi berkat bagi Bangsa dan Negara yang kita cintai. Kita harus mendoakannya, agar para pejabat Negara atau pemerintah menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab. Kerinduan akan keadaan yang semakin baik, maka harus dimulai dari keluarga. Dengan demikian maju mundurnya suatu bangsa dapat ditentukan dari dalam keluarga.

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Di dalam wejangan perpisahan kepada putra-putranya, Yakub tampil bagaikan nabi luar biasa. Dia memanggil putranya secara bergiliran ke pembaringannya untuk mendengarkan kata berkat, teguran dan kutukan. Ucapan berkat teguran Yakub terhadap anak-anaknya berdasarkan karakter dan perilaku anak-anaknya (ayat.1-2), seperti:

Ruben, memiliki keunggulan di antara saudara-saudaranya. Namun dia kehilangan hak-hak alaminya. Kedudukannya sebagai anak sulung yang diutamakan, diberikan kepada Yusuf. Pemimpin suku-suku Israel, yaitu haknya sebagai raja, akan diserahkan kepada Yehuda. Dengan demikian Ruben yang diberkahi dengan martabat, hak sebagai anak sulung dan kelebihan-kelebihan alamiah, akan kehilangan setiap kesempatan untuk menduduki kursi pimpinan. Dosanya yang memalukan dengan Bilha (Kejadian 35:22) merupakan bukti perbuatan amoral yang berarti kehancuran, (membual sebagai air) di dalam bahasa Ibrani dilukiskan sebagai “air terjun tak tertahankan yang jatuh kedalam arus berbuih” (ayat. 3-4)

Simeon dan Lewi, putra kedua dan ketiga Yakub dari Lea. Yakub tidak pernah melupakan kekejaman mereka mem-bantai penduduk Sikhem. Kini sang ayah terbaring di pembaringannya menjelang kematian, mereka mendengar kata-kata kutukan yang tajam darinya, bahwa mereka tidak akan memilih wilayah yang menjadi milik mereka sendiri, tetapi akan  tersebar di antara suku lainnya (ayat. 5-7.).

Yehuda, putra keempat Yakub dari Lea, menerima pujian total yang pertama dari Yakub. Yehuda adalah orang yang melanjutkan pengharapan Israel dalam dirinya. Tanpa memi-liki hak kesulungan, martabat luar biasa ataupun kekuatan rohani, dia akan tampil sebagai pemimpin yang berkuasa dari sebuah umat yang akan mengagumi dan memuji dirinya dengan penuh semangat. (Yehuda artinya memuji). Bangsa mana saja dapat berbahagia, aman dan terhormat jika Yehuda menjadi pemimpin dan pelindungnya (Ayat.8-12).

Zebulon, putra keempat Yakub dari Lea, akan ditempatkan di dalam situasi di mana kegiatan dan kemakmuran komersial dapat terwujud. Nubuat ini berarti wilayah yang berada di sepanjang pantai akan dimiliki oleh suku Zebulon (Ayat.13).

Isakhar, putra kelima Yakub dari Lea. Ia diumpamakan sebagai orang yang kuat (Kata Ibrani hamor = bertulang kuat, bagaikan keledai yang mengasihi ketenangan dan keda-maian). Dengan demikian benarlah perkataan Yakub bahwa ia akan tunduk kepada bangsa-bangsa di Kanaan yang menyerbu dan akan menjajah mereka, sekalipun Isakhar kuat, tetapi dia rela menundukkan diri untuk ada dalam perbudakan (Ayat.14-15).

Dan, adalah putra pertama dengan Bilha. Ia menjadi pembela yang kuat, melindungi dan menolong bangsanya di dalam perjuangan untuk mencapai kemerdekaan. Yakub menyebut Dan sebagai ular di jalan (Ayat.17). Maksudnya ia akan menjadi ancaman terhadap lawan dan bangsa-bangsa lainnya. Di  kemudian hari suku Dan menggenapi perkataan Yakub, dengan ketepatan yang menakjubkan, yaitu tentang keberanian dan pengharapannya pada keselamatan dari Tuhan (Ayat. 16-18).

Gad adalah putra pertama Yakub dari budak perempuan Lea yakni Zilpa. Gad artinya sebuah pasukan, untuk menunjuk kepada keganasan dan kekejaman para penyerbu dari gurun itu. Perkataan Yakub bahwa Gad akan menang dan sanggup menghancurkan musuh-musuh (Ayat.19).

Asyer, putra kedua Zilpa, mempunyai nama yang berarti bahagia. Yakub melukiskan dia berada di tanah yang subur di mana gandum dan anggur serta minyak akan dihasilkan dengan berkelimpahan. Dia akan makmur dan memperoleh kekayaan (Ayat. 20).

Naftali, putra kedua Yakub dengan Bilha, kehadirannya menunjukkan kasih yang luar biasa terhadap kebebasan. artinya dia diandaikan seperti rusa betina yang terlepas, senang akan kebebasan. Ilustrasi ini melukiskan hewan liar, lari cepat, namun cantik yang menyenangi kebebasan yang disediakan oleh lembah-lembah penuh pohon dan terbuka (Ayat. 21).

Yusuf, putra pertama Yakub dari Rahel. Yusuf dalam kata ibrani nezir, menunjuk kepada “orang yang dipisahkan,”. Seorang Nazir adalah seorang yang telah dipersembahkan kepada Allah dan melalui nazar khusus senantiasa terikat untuk mengabdi kepada-Nya. Dia merupakan yang teristi-mewa dan menjadi kekaguman di antara suku-suku Israel, ia menerima pujian tertinggi di antara saudara-saudaranya sebagai orang yang memiliki visi, mimpi dan kekuatan moral spiritual, dia menjadi teladan dari segala sesuatu yang terbaik dalam kehidupan Perjanjian Lama. Singkatnya, Yusuf akan senantiasa dipandang sebagai orang yang teristimewa di antara saudara-saudaranya. Namun hal didapatkannya karena kekuatan dan perlindungan dari Tuhan (Ayat.22-26).

Benyamin, putra bungsu Yakub dari Rahel, dilukiskan sebagai serigala yang galak dan berbahaya yang bisa mengakibatkan kerusakan besar. Serigala itu bergerak secara tekun dan diam-diam. Kata Ibrani taraf berarti mencabik-cabik. Serigala malam sama galak dan buasnya dengan serigala siang. Suku ini menjadi terkenal sebagai ahli panah dan ketepel. Ungkapan-ungkapan ini hendak menunjukkan tentang keberanian, kasih dan keadilan dari Benyamin (Ayat 27).

Makna dan Implikasi Firman

Kita tidak pernah tahu keadaan di depan, tetapi dapat mempercayakan kehidupan dan masa depan anak-anak kepada Tuhan karena Dia menginginkan hidup kita diberkati dan berhasil. Kita dapat mempercayai dan mengandalkan Tuhan dan janji-Nya. Pertama, Tuhan menjanjikan masa depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11). Kedua, Tuhan memberikan kekuatan untuk berhasil. Tuhan tidak mem-berikan kita harta, tetapi kekuatan untuk memperoleh harta kekayaan (Ulangan 8:18).

Sama seperti Yakub memberkati anaknya, kita juga bisa memberkati anak-anak kita. Walaupun berkat yang diberikan pada saat ini tidak dapat meramalkan secara tepat masa depan, tetapi dapat mendorong dan menolong anak-anak  dan orang lainnya untuk menetapkan dan  mencapai tujuan yang berarti dalam hidup mereka. Berkat akan membuat anak-anak merasa aman dan membantu mereka bertumbuh dengan percaya diri dimasa yang akan datang. Berdoalah dan berkatilah mereka. Berkatilah anak-anakmu dan biarlah mereka menerima janji-janji Allah dalam hidup sehingga bangsa dan Negara pun akan merasakan berkat-Nya.

Berkat telah diberikan kepada masing-masing dan harus menghargai dan menghormati berkat tanpa menyepelekan yang lain atau saling iri satu sama lain. Perkataan-perkataan yang baik dari orang tua adalah dalam rangka membangun keharmonisan keluarga, untuk menjadi berkat bagi gererja dan bangsa.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

  1. Apa yang dapat dipelajari dalam Kejadian 49:1-28 tentang tugas Yakub sebagai orang tua?
  2. Apa yang kita pahami bahwa menjadi berkat bagi bangsa dimulai dari keluarga kita?
  3. Bagaimana sikap kita sebagai orang tua dalam mengawal pertumbuhan iman anak-anak untuk menjadi berkat?

 NAS PEMBIMBING:Galatia 3 :29

 POKOK-POKOK DOA:

  • Cinta kasih dalam keluarga, orang tua dan anak-anak
  • Masa depan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa
  • Pemerintah bangsa dan Negara Indonesia

 TATACARA IBADAH YANG DIUSULKAN:

HARI MINGGU BENTUK II

 NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan: KJ No.18 Allah Hadir Bagi Kita

Sesudah Doa Penyembahan: NNBT No. 24 Kuasa-Mu Tuhan S’lalu Kurasakan

Pengakuan Dosa: NNBT No. 10 Ya Tuhan Yang Kudus

Janji Anugerah Allah: KJ. No. 40 Ajaib Benar Anugerah

Puji-Pujian: NKB No. 3 Terpujilah Allah

Ses Pembacaan Alkitab: NKB No. 116 Siapa Yang Berpegang

Ses Pengakuan Iman: NKB No. 211 Pakailah Waktu Anug’rah Tuhanmu

Persembahan: NKB No. 199 Sudahkah Yang Terbaik Kuberikan

Nyanyian Penutup: NKB. No. 126 Tuhan Memanggilmu

 ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.