Kamis, 28 Juni 2012
Hanya Tuhan yang Kekal-Abadi
Yunus 4 : 6 – 8

     Begitu gembiranya Yunus ketika dilihatnya sebuah pohon jarak yang tumbuh dengan cepat menaungi tempat pondoknya. Akan tetapi keesokan harinya datanglah seekor ulat menggerek pohon itu hingga layu, tak lama berselang datanglah angin timur yang panas dan matahari semakin terik. Yunus akhirnya lemas tak berdaya dan berharap agar dirinya mati saja.

Dalam kehidupan ini betapa kita begitu bergantung terhadap apa yang kelihatan, harta benda, pangkat, kekuasaan dan begitu banyak kenikmatan lain yang ditawarkan dunia. Kita menjadi sombong dan mengandalkan yang duniawi sebagai yang utama, hidup kita akhirnya hanya tertuju untuk meraih semua itu tapi kemudian akhirnya lupa kemanakah tujuan hidup yang sesungguhnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here