Jumat, 29 Juni 2012
Tak ada yang mustahil
Yunus 4 : 9

     Kita sepakat bahwa kehidupan di dalam dunia ini tidak bebas dari pergumulan. Siapakah manusia yang tidak memiliki pergumulan? Masalah-masalah dalam rumah tangga, pekerjaan, studi, kesehatan, pergaulan, kebutuhan hidup sehari-hari selalu ada dan kita alami. Tak jarang ketika mengalami pergumulan yang berat kita mulai mempersalahkan diri kita, orang lain, bahkan Tuhan. Kita menjadi uring-uringan tak karuan tanpa kendali, tertekan berat dan akhirnya frustasi atas hidup ini.

Untuk kedua kalinya yunus menyatakan amarah dan kekecewaannya terhadap Allah ketika pohoh jarak yang merindangi pondoknya itu layu. Pertanyaan Allah “Layakkah engkau marah…” dijawabnya dengan suatu jawaban yang sungguh mengejutkan “Selayaknyalah aku marah sampai mati”. Jawaban ini tentulah merupakan ekspresi kemarahan yang luar biasa dari seorang Yunus ketika kesenangan dan kenikmatannya diambil. Yunus mengalami frustasi yang luar biasa yang membuat dia putus asa bahkan berani mengecam Allah.

     Kita mengutuki kehidupan pemberian Tuhan ini dan kemudian melakukan hal-hal yang bodoh. Begitu banyak berita dalam media massa tentang kejadian yang diakibatkan oleh rasa frustasi manusia yang akhir-nya merugikan dirinya sendiri bahkan orang lain. Itulah sebuah akibat dari ketidakmampuan manusia mengatasi pergumulannya. Pada dasarnya memangmanusia itu adalah mahkluk yang tidak mampu jika hanya mengandalkan kekuatan sendiri, sebab hanya ada satu kekuatan lain yang dapat memberikan manusia itu mampu menghadapi segenap pergumulannya, kekuatan itu hanyalah Allah di dalam Yesus Kristus. Tidak ada yang mustahil di dalam Dia, dengarkanlah panggilan-Nya, marilah kamu yang berbeban berat, letih dan lesu datang kepada-Ku. Amin.

Doa: Tuhan, berilah kami kemampuan untuk mengendalikan pikiran, perkataan dan tindakan kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here