Hati yang Peduli

Lukas 10:33-35

Ada ungkapan mengatakan: “hatiku adalah rajaku! Itu berarti sikap hati menentukan apa yang dilakukan seseorang.  Orang Samaria yang tergerak hatinya oleh belas kasihan dan bertindak (membalut luka-lukanya dan membawa ke tempat penginapan serta rela berkorban membayar biayanya adalah merupakan gambaran kehidupan manusia di dunia ini yang masih memiliki sikap hati peduli dan berbagi. Hidup di dunia hanyalah sementara; sadarlah bahwa pada akhir masa hidup kita akan diminta pertanggung jawaban (diadili) berdasarkan cinta kasih (memiliki hati yang peduli dan berbagi). Sejauh mana kita menjalani hidup ini dengan  cinta kepada Allah dan sesama secara konkrit; dengan kata lain nyata  kepada orang-orang yang ada disekitar kita?.  Pelajaran yang sangat penting dari Yesus untuk kita adalah melalui kisah orang Samaria yang murah hati.  Sesungguhnya orang Samaria tidak disukai oleh orang Yahudi, namun dialah yang merupakan teman, saudara yang bisa berbuat di waktu dan kesempatan yang tepat. Pesan khusus untuk memiliki hati yang berbelas kasih; peduli dan berbagi yang diajarkan oleh Yesus melalui perumpamaan ini, Yesus mau mengatakan bahwa jika kita mau memperoleh kehidupan kekal maka kita harus pergi dan berbuat serupa. Tidak melihat kepada siapa kita melakukan tindakan itu! Entah mereka yang miskin, yang menderita, yang kesepian, yang membutuhkan simpati dan empati kita, mereka itulah sesama kita. Kita dipanggil untuk berada bersama mereka. Kita dipanggil untuk membantu mereka yang memerlukan pertolongan. Amin.

Doa: Berilah kami hati yang berbelas kasih; mampu peduli dan berbagi, agar hidup ini memiliki arti yang sesungguhnya bagi sesama kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here