Waktu Tuhan yang Maha Agung

Yohanes 19:14

          Perkataan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya, seperti dalam kitab Injil Markus 14:21 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan”, adalah sebuah kecaman terhadap yang tidak dapat menentukan kebenaran di atas yang benar. Kendatipun segala sesuatu ada dalam waktu Tuhan (kairos Tuhan).

Tuhan menentukan waktunya untuk memperlihatkan kepada manusia akan kuasa dan kasih-Nya. Yohanes mencatat bahwa waktu yang ditentukan oleh Bapa di sorga pada hari menjelang Paskah Yahudi pada pukul  dua belas  siang. Waktu ini adalah saat dimana orang banyak sedang berbondong-bondong memasuki kota Yerusalem. Berarti Yesus yang dianiaya, menderita dan disalibkan menjadi tontonan yang menarik. Namun kairos Tuhan tentu memiliki maksud yang berbeda, yakni menampakkan kuasa dan kasih-Nya dihadapan banyak orang. Sebab terbukti bahwa peristiwa salib akhirnya bukan menjadi hinaan melainkan menjadi kesempatan dan waktu Allah untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah Anak-Nya, ketika kemudian langit menjadi gelap gulita, tabir Bait suci terbelah dua (Matius 27:45, 51 dan 52).

Hari ini, kita merayakan Hari Jumat Agung, hari kematian Tuhan Yesus. Maka kesempatan diperayaan ini kita mengintrospeksi diri tentang penderitaan dan pengorbanan Tuhan Yesus untuk kita. Karena itu, inilah waktu Tuhan yang Maha Agung yang menghentar kita untuk mensyukuri akan kebaikan Tuhan Yesus yang menyelamatkan kita dari dosa dan maut. Amin.

 Doa: Terima kasih ya Tuhan Yesus, sebab oleh pengorbanan dan penderitaan-Mu kami diselamatkan. Dimuliakanlah nama-Mu untuk selama-lamanya. Amin.