Baptisan Sebagai Tanda

Matius 3:16

Menurut ayat 15 yang dihubungkan dengan ayat 16 tentang Yesus dibaptis, ternyata untuk menggenapkan kehendak Allah. Jadi dapatlah dimengerti bahwa Baptisan di masa itu sebagai “salah satu ketentuan” aturan untuk menggenapkan kehendak Allah. Menurut pasal 3: 11, baptisan air menurut Yohanes sebagai tanda pertobatan. Tentu kita mengerti di sini bahwa Yesus menerima baptisan bukan karena Yesus “perlu” bertobat, tetapi sebuah penggenapan kehendak Allah.

Baptisan yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis tentu berbeda dengan baptisan yang diajarkan oleh Yesus Kristus yakni berlangsung “Dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus (lihat Matius 28: 19). Ini menjadi rumusan baptisan Kristen yang dilakukan Gereja dari abad ke abad sebagai tanda dan meterai bagi orang yang sudah percaya. Baptisan dilakukan oleh Gereja, sebagai bentuk ketaatan atas perintah Tuhan dan menerimanya dengan ucapan syukur.

Karena itu, marilah kita sebagai keluarga GMIM, melaku-kannya sebagai tanda ketaatan dan ucapan syukur atas perintah Tuhan, bukan melihat “cara” nya:  “berapa umur seseorang” dan berapa banyak jumlah (volume) air yang digunakan. Amin.

Doa: Tuhan Yesus, terima kasih atas pengorbanan-Mu melalui kematian dan kebangkitan, kami yang percaya telah diselamatkan. Ajarlah kami untuk bersedia dan rela melakukan ajaran-ajaran-Mu sebagai bentuk ketaatan dan ucapan syukur kami. Amin.