Jangan Keraskan Hati

Kejadian 4:9-12

Firman Tuhan hari ini, Kain meninggalkan nilai-nilai persaudaraan yang sangat penting dan ia menolak untuk menghormati yang abadi. Tampaknya, Kain tidak merendahkan diri dalam penyesalan ataupun pertobatan, karena Kain memisahkan diri dari Tuhan  dan berusaha untuk hidup jauh tanpa pertolongan Tuhan. Atas perbuatannya Kain dikutuk oleh Tuhan. Ketika Kain membunuh Habel adiknya, Tuhan bertanya kepadanya, “dimanakah adikmu”? Kain menjawab: aku tidak tahu, apakah aku penjaga adikku? Kain berdusta kepada Tuhan. Ia tidak bisa mempertanggung-jawabkan perbuatannya. Darah yang ditumpahkan oleh seorang pembunuh, walaupun sudah tertutup tanah, tetap berseru kepada Allah dan Ia mengerti arti seruan itu, dan Ia mengetahui kesalahan Kain. Kutukan pertama, Kain terbuang jauh dari tanah yang telah menerima darah adiknya Habel. Dengan demikian ia diusir dan tidak boleh tinggal lagi dalam perdamaian dan kesejahtraan di taman Eden.  Kutukan yang kedua, tanah yang diusahakannya tidak akan memberikan hasil sepenuhnya kepada Kain. Sebagaimana tanah yang telah menjadi saksi akan kejahatan yang dilakukan oleh Kain terhadap adiknya, maka tanah yang dikutuki Tuhan, tidak memberikan hasil sepenuhnya.

Sebagai keluarga Kristen, jangan keraskan hari kita kepada Tuhan dan apabila kita telah bersalah kepada Tuhan dan sesama manusia, maka datang kepada-Nya untuk mohon pengampunan. Amin.

Doa: Ya Tuhan Yesus, berilah pertolongan-Mu, agar dosa tidak lagi berkuasa atas kami, buatlah kami agar tidak terbeban dan dikejar dosa yang mengakibatkan penghukuman. Pulihkan kami ya Yesus Kristus. Amin.