Siapa Yang Terbaik?

Kisah Para Rasul 1:23

Tidak ada nama yang buruk, kecuali diburuk-burukkan, apa lagi kalau nama baptis pasti bagus dan baik. Pilihan terbaik dari yang baik. Tetapi, Tuhan bukan pilih nama melainkan memilih orangnya. Kenapa bukan nama tetapi orangnya? Apakah nama terlalu buruk? Atau bolehkan juga tidak punya nama bagi seseorang? Tuhan tidak memisahkan identitas ke-nama-an dengan kepribadian kita. Dia menerima kita dengan utuh dan penuh keadilan.

Yustus dan Matias diusulkan untuk mengisi tempat kosong dalam bilangan kegenapan jabatan rasul. Mereka sama baik, sama berkualitas dan sama punya iman dan ketekunan yang sudah teruji. Tetapi siapa yang terpilih? Yang baik dan pantas, yang bersih dan punya integritas lebihkah? Apa kriteria Tuhan untuk memilih satu dari antara keduanya? Kalau satu dipilih lalu yang lain. Cacadkah yang tidak terpilih di mata Tuhan? Pertanyaan itu, adalah pertanyaan dari manusia pengejar ambisi. Semua punya hak dan status sama di mata Tuhan. Tuhan memilih bukan karena Tuhan mengabaikan yang lain. Kalau orang melihat jabatan itu sebagai ukuran untuk gengsi, karena itu harus dikejar dan direbut dengan segala cara, ini salah. Keliru! Masing-masing orang diberi peran oleh Tuhan, tidak perlu risau dan iri. Semua terbaik di mata Tuhan, termasuk semua peran kita. Terimalah dan hadapi semua peran itu dengan sukacita. Amin.

Doa: Bapa yang adil, kami bersyukur karena kami boleh menyadari bahwa peran hidup kami merupakan anugerah-Mu. Kami mengukur keadilanMu, Tuhan dengan ukuran manusiawi kami. Ampuni kami dan baharui pemahaman kami agar lebih positif memahami pilihanMu untuk peranan hidup kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here