Menyikapi Penderitaan dengan Kesabaran

Yakobus 5:7-8

          Kesabaran sebuah kata yang  banyak kali diucapkan dari seseorang kepada orang lain, namun tidak mudah untuk dipraktekkan dalam kehidupan nyata, apalagi dalam kondisi mengalami ketidakadilan. Namun demikian, kita juga harus mengakui ada banyak orang dengan rela menanggung berbagai penderitaan dengan sabar. Ternyata sabar adalah suatu keadaan dimana seseorang atau semua orang dapat “mengendalikan” dengan suatu sikap yang benar.

Bacaan  hari ini, tentu saja ketika Yakobus mengajak orang-orang benar untuk bersabar sampai kedatangan Tuhan. Disebutkan (ayat 7 dan 8) dan kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat. Orang-orang benar yang berprofesi sebagai buruh upahan di ladang pertanian, mengalami ketidakadilan dari orang-orang kaya. Mereka sering mengalami hukuman, bahkan dibunuh. Karena itu, dalam kondisi yang sangat menderita seperti ini, dapatlah dimengerti bahwa Yakobus menguatkan dengan kata-kata bersabarlah sampai dua kali, dan ini pun harus dihubungkan dengan pengharapan tentang kedatangan Tuhan kembali. Pengharapan atas kedatangan Tuhan kembali, membuat orang-orang benar boleh menjadi kuat dan teguh.

Kita hidup di dunia yang semakin “sulit”. Sulit, karena banyak persoalan yang harus kita hadapi dan berupaya menyelesaikannya. Tak jarang kita harus mengalami berbagai penderitaan yang dapat saja membuat kita berputus asa dan kehilangan semangat. Sebagai orang percaya dan keluarga Kristen, kita dingatkan untuk bersabar. Sabar membutuhkan latihan mengendalikan diri untuk menyikapi dengan benar setiap persoalan yang kita hadapi. Di Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS), kita diajak untuk bersabar. Mengajari anak-anak dan cucu-cucu kita untuk sabar menuntut ilmu dengan belajar mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK sampai ke jenjang Perguruan Tinggi. Tidak sedikit,  kesulitan yang harus kita hadapi, tetapi hadapilah dengan kesabaran  seperti menanti kedatangan Tuhan kembali. Amin.

Doa: Ya Bapa di Surga, ajar terus kami sebagai orang-orang percaya untuk menaruh pengharapan pada kedatangan-Mu kembali dan tetap bersabar menghadapi kesulitan hidup ini, termasuk menyekolahkan anak-anak kami. Amin.