Miliki Ketulusan

Matius 26:9

     Ketika perempuan di Betania mengurapi Yesus dengan minyak yang mahal ternyata menimbulkan reaksi dari para murid. Melihat tindakan perempuan itu murid-murid gusar (marah) diikuti dengan ungkapan tajam “untuk apa pemborosan ini”. Para murid tidak setuju, mereka menyayangkan dan menganggap bahwa apa yang dilakukan perempuan itu sebetulnya tidak perlu terjadi. Kritikan para murid terucap pedas begitu lantang dengan alasan minyak itu dapat dijual dengan mahal dan hasilnya diberikan kepada orang-orang miskin. Perkataan yang kedengaranya sangat tulus tapi juga di sisi lain menganggap perempuan itu berbuat salah. Pertanyaan sekarang apakah benar yang dikatakan murid-murid itu tulus? Jawabanya dapat diketahui di ayat 10 yang dimulai dengan kata tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Hal ini menunjukan bahwa Yesus mengetahui isi pikiran mereka yang tidak tulus sekaligus membela perempuan itu yang telah melakukan perbuatan baik.

Sebagai keluarga Kristen, kita mendapat pelajaran berharga disaat menghayati minggu-minggu sengsara Yesus agar selayaknya kita memiliki ketulusan meskipun cobaan datang silih berganti. Niscaya dengan ketulusan yang kita miliki untuk berbuat baik seperti yang diinginkan Tuhan, maka ada berkat yang diberikan kepada kita. Amin.

Doa: Ya Tuhan, Firman-Mu bagaikan kompas yang mengarahkan langkah hidup kami agar tidak tersesat. Layakan kami menjadi teladan dalam hal menunjukan ketulusan. Amin.