Melihat tapi Melewati

Lukas 10:31-32

Mata fungsinya untuk melihat. Ketika kita mengadakan suatu perjalanan, banyak yang akan dilihat. Ada kesan bahkan pesan. Perjalanan yang ditempuh melewati laut dengan menggunakan speedboat tentunya berbeda dengan mengadakan perjalanan melewati daratan dengan berjalan kaki, ataupun dengan bersepeda. Jarak yang ditempuh sering mempengaruhi kondisi fisik sehingga yang dilihat belum tentu diperhatikan bahkan sering dilewati saja.  Sikap yang ditunjukkan oleh Imam bahkan orang Lewi dalam bacaan kita sekarang ini menyadarkan kita bahwa sering kita juga berperan demikian “Melihat tapi melewati”, segudang alasan bila itu ditanyakan kepada kita.  Masihkah kita akan bertahan dengan pola pikir dan sikap yang demikian? Negara Kesatuan Republik Indonesia membutuhkan orang-orang yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi untuk menjadi pemimpin di negeri ini; bahkan untuk bisa hidup berdampingan satu dengan yang lain. Orang yang menderita, penuh dengan darah, telanjang, dan hampir mati; selalu ada disekitar kita. Mereka sangat memerlukan pertolongan kita. Menghindari sesama berarti mendatangkan murka, karena perbuatan tersebut melanggar kedua Hukum Utama, yaitu Hukum Kasih, yakni Kasih kepada Tuhan dan sesama. Imam dan orang Lewi mengetahui dengan baik perintah Allah ini; namun mereka memiliki alasan untuk tidak melakukannya.  Kita bukan untuk menjadi hakim bagi yang lain; namun marilah kita memulai dari diri kita sendiri untuk memiliki kepekaan melihat dan tidak melewatinya. Ada sesuatu yang dapat kita buat ketika kita melihat ada yang membutuhkan baik pikiran, perkataan dan perbuatan kita. Amin.

Doa: Jadikan kami umat-Mu yang memiliki mata yang mampu melihat dan  dapat  melayani sesama yang membutuhkan pertolongan. Amin.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here