Bersatu dalam Perbedaan

Efesus 2:11-12

Bangsa Indonesia baru saja melaksanakan Pemilihan Umum untuk memilih anggota Legislatif serta memilih Presiden dan Wakil Presiden. Pada pemilihan ini kita telah menunjukkan perbedaan pilihan Politik. Sekarang kita mengetahui bahwa ada yang terpilih, ada yang tidak; bahkan kita juga menyadari ada sengketa pemilu, tetapi kita aminkan bahwa Tuhan telah memakai rakyat Indonesia untuk memilih mereka yang akan dipakai-Nya. Tidak harus ada permusuhan atau pertengkaran hanya karena perbedaan pilihan politik. Gereja terpanggil untuk bersatu dan bersama-sama membangun kehidupan umat Tuhan yang menjadi alat damai sejahtera dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam Alkitab hari ini, Paulus ingin menegakkan suatu ajaran yang benar bahwa orang Kristen tidak lagi tergantung pada syarat untuk disunat dan  kewarganegaraan dari keturunan Israel  yang diwariskan bukan lagi pada pemberlakuan hukum Taurat tetapi pada penerimaan  Kristus sebagai  syarat  pengenapan janji Allah.

Sebagai keluarga Kristen, kita tidak boleh memposisikan diri menjadi yang ekslusif, terpisah dari yang lain, menutup diri dan membenarkan diri. Tetapi menjadi gereja yang inklusif, terbuka dan mau hidup bersama dengan yang lain. Dalam iman kita mengaku bahwa gereja dihadirkan Tuhan di seluruh dunia adalah arak-arakan orang percaya yang hidup, mati dan bangkit bersama Kristus, diutus untuk  bersaksi dan melayani di tengah keragaman budaya, tradisi etnis, ras kepercayaan dan agama untuk menghadirkan keselamatan dan tanda-tanda kerajaan Allah yang penuh damai sejahtera bagi semua orang percaya. Amin.

 

Doa: Ya Tuhan Yesus Kristus Kepala gereja, tuntunlah gereja-Mu yang ada di Indonesia dan seluruh dunia, untuk menjadi berkat dan alat perdamaian. Amin.