Kejujuran Melahirkan Kebenaran

Matius 27:11-14

        Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berhadapan dengan persoalan manusiawi yang berhubungan dengan kejujuran dan ketidak-jujuran atau kebenaran dan ketidakbenaran. Bagi kita sebagai orang percaya kejujuran dan kebenaran adalah dua hal yang harus berjalan bersama dalam kehidupan, bahkan keduanya akan saling menopang satu dengan yang lain, agar damai sejahtera akan terjadi dalam kehidupan sosial manusia.

Melalui bacaan Alkitab hari ini, kita melihat tindakan kebenaran dan kejujuran yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Ketika wali negeri bertanya: Engkaukah raja orang Yahudi, Ia menjawab: Engkau sendiri mengatakannya. Jawaban ini sekaligus menghentar Pilatus untuk mengakui bahwa Dia adalah Raja orang Yahudi. Sementara itu, jawaban Pilatus menunjukkan bahwa ia tidak mampu berkata jujur dan bertindak benar; sebab dia sendiri tahu bahwa tuduhan itu adalah buatan imam-imam dan tua-tua Yahudi untuk menjebak Yesus, tetapi ia tidak melakukannya.

Demikian juga dengan kehidupan kita. Terkadang dituntut untuk berkata jujur dan bertindak benar, tapi banyak kali tidak melakukannya karena kita takut orang lain tersinggung dan marah, bahkan memusuhi kita; padahal tanpa disadari, ketika kita tidak berlaku jujur dan tidak bertindak benar, maka kita telah mengorbankan banyak orang yang merindukan kejujuran; bahkan sebenarnya kita sedang melakukan perlawanan terhadap Tuhan, dan telah mendustai diri kita sendiri; itulah dosa dan kebodohan. Amin.

Doa: Ya Tuhan Allah, berilah kami kemampuan untuk menjadi orang yang berani berkata jujur dan bertindak benar, supaya Engkau dimuliakan, dalam nama Tuhan Yesus. Amin.