Gusar Melahirkan Dosa

Matius 26:8

     Ada orang yang memiliki ego yang sangat tinggi, dan temperamental sehingga tidak dapat mengalihkan emosi saat  menghadapi kondisi yang tidak sesuai dengan keinginannya. Bahkan ada yang tak dapat membendung kemarahan sehinggan memendam amarahnya dan mengungkapkan kemarahan dengan cara yang tidak pantas. Hal yang seperti ini dapat kita jumpai pada saat berlangsungnya pesta demokrasi.

Murid-murid bereaksi keras ketika melihat tindakan perempuan betania yang mengurapi Yesus dengan minyak wangi yang mahal ke atas kepala-Nya.Reaksi para murid itu bukan hanya nampak dari ekspresi yang gusar (marah, geram) tapi juga disertai perkataan yang bernada menentang, untuk apa pemborosan ini? Murid-murid Yesus sama sekali tidak mengerti mengapa sampai pemborosan itu terjadi. Mereka mengkritik cara perempuan yang dianggap terlalu kerdil dan hanya menganggap buah pikiran merekalah yang paling benar. Tidak hanya terkesan menghakimi tapi juga menyalahkan tindakan perempuan itu. Menghakmi bukan hak kita tetapi sepenuhnya adalah hak Tuhan. Kritik itu boleh-boleh saja sejauh tidak memojokan atau menjatuhkan.

Melalui bacaan Firman pada hari ini kita diajak untuk menjadi keluarga Kristen yang selalu berusaha menciptakan hidup yang saling menghargai dan menghormati. Jangan sampai kemarahan itu membawa  kita pada dosa. Ingat selalu kata firman “Apabila  kamu menjadi marah, jangan kamu berbuat dosa”. (Efesus 4:26a). Amin.

Doa: Ya Bapa yang mengasihi kami, mampukan kami untuk meredam amarah yang sering kami praktekkan dalam hidup ini.Ajarlah kami untuk mengasihi sesama manusia.Amin.