Anak yang Menjadi Berkat

Mazmur 128:3b

Setiap orang yang menikah pasti mendambakan kehadiran anak dalam keluarganya. Namun tidak semua keluarga diberikan kesempatan untuk mendapatkan anak. Maka berbahagialah mereka yang dipercayakan Tuhan dengan kehadiran anak dalam keluarganya untuk dikasihi dan dididik dalam takut akan Tuhan.  Dan bagi mereka yang belum diberikan untuk mendapatkan dan mendidik anak, berbahagialah dalam Tuhan. Sebab ada tanggungjawab yang besar untuk merawat dan mengasihi serta mendidik anak yang adalah anugerah Tuhan. Ketika orang tua hidup dalam takut akan Tuhan, maka anaknya pun pasti akan dididik pada jalan yang dikehendaki Tuhan.

Pemazmur menggambarkan bahwa anakmu akan seperti tunas pohon Zaitun di sekeliling meja. Minyak pohon zaitun sangat harum aromanya sehingga membuat wajah berseri-seri dan melahirkan suasana yang menyenangkan. Juga dari tunas pohon itu akan menghasilkan buah yang lebat. Tunas membawa pengharapan yang membuat keluarga bersukacita dimana anak-anak ibarat anak panah yang melesat jauh daripada apa yang orang tua bisa lakukan. Anak-anak yang diibaratkan tunas pohon Zaitun yakni yang mudah berkembang dan memberikan minyak pada waktunya, anak yang sehat dan diberkati.  Zaitun melambangkan daya hidup yang berkelanjutan. Di sini kita dapat mengerti bila pemazmur mau mengatakan bahwa anak-anak yang  menghormati dan mengasihi orangtuanya maka pasti masa depan anak akan bahagia. Karena  rancangan yang Tuhan siapkan bagi setiap anak-anak adalah rancangan damai sejahtera untuk memberikan hari depan yang penuh harapan  (bnd. Yeremia 29:11).

Sebagai keluarga Kristen, anak-anak  kita adalah masa depan keluarga, jemaat dan bangsa. Untuk itu didiklah mereka dalam hidup takut akan Tuhan maka ia akan memberikan ketentraman dan mendatangkan sukacita kepada kita (bnd.Ams.29:17). Ia adalah tulang punggung keluarga, gereja dan bangsa maka tugas orangtua untuk mempersiapkan masa depan mereka agar menjadi berkat bagi gereja dan bangsa. Amin.

 

Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami sebagai orang tua agar mampu mendidik anak-anak kami untuk hidup dalam takut akan Tuhan. Amin.