Tuhan Tak Mengingkari Janji-Nya

Yeremia 33:19-21

Ketika Tuhan Allah memberikan janji-Nya kepada orang Yehuda, Dia meneguhkan janji itu sampai pada generasi penerus dari raja dan imam yang dikenan-Nya. Otoritas Allah ini tidak dapat dibatalkan oleh siapapun, termasuk oleh tentara Babel yang menindas umat Israel atau oleh bangsa Asyur yang lebih kuat dari Babel dan oleh umat Israel sendiri.

Janji Allah itu dimaksudkan supaya generasi penerus tetap menceritakan kebaikan Tuhan Allah, yang tidak lalai menepati janji-Nya dan Dia dimuliakan oleh segenap ciptaan-Nya.

Janji Tuhan hendak menyatakan kedaulatan cinta kasih Allah, yang tak pernah berhenti mendampingi umat-Nya. Allah yang berjanji adalah Allah yang setia terhadap janji-Nya, termasuk janji nubuatan akan datang-Nya Mesias, digenapi dalam diri Yesus Kristus.

Sebagai keluarga yang diberkati Tuhan, kita semua telah menerima janji anugerah Allah, yaitu keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Karena itu, mari kita meresponi janji selamat Allah, dengan melakukan segala sesuatu yang berkenan kepada Tuhan. Hiduplah saling menghargai dan menguatkan dalam segala jerih juang kita, mulai dari dalam keluarga kita. Sebagai suami isteri, jagalah janji hidup kudus sebagaimana yang diucapkan dalam peneguhan dan pemberkatan nikah. Sebagai orangtua dan anak, jagalah nama baik keluarga, supaya Tuhan dipuji dan dimuliakan dalam hidup kita. Sebagai pelayan khusus dan pemimpin, ada janji yang harus dihayati dan laksanakan. Setialah dalam janji dan jangan berjanji, jika tidak mampu melakukannya. Amin.

Doa: Allah yang suci dan kudus, terima kasih untuk Firman hari ini. Tolong kami supaya dapat memelihara janji selamat-Mu bagi kami, melalui cara hidup yang berkenan kepada-Mu. Amin.

SHARE

Ingin Publikasi informasi kegiatan jemaat/wilayah atau kegiatan apa saja tentang GMIM di website ?
Silakan Hubungi Bidang Data dan Informasi
Telp : (0431) 352123 Email : info@gmim.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here