Inilah Anak-Ku yang Kukasihi

Matius 3:17b

Inilah suara yang terdengar dari sorga ketika Yesus keluar dari air (sungai) setelah dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Sekali lagi peristiwa ini menjadi peristiwa khusus bagi Yesus dan pelayanan Yohanes Pembaptis. Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, memberi petunjuk bahwa Allah Pencipta memiliki “kedekatan” khusus dengan Yesus, yang dimengerti dalam Keesaan Allah yang berwujud dalam Bapa, Anak dan Roh Kudus. Kita yang disebut anak-anak Allah, sejak kita mengakui-Nya sebagai Bapa. Hubungan ini menjadi dekat bukan karena kita, tetapi karena Ia yang mengasihi umat ciptaan-Nya. Karena itu, menghargai status sebagai anak-anak Allah, harus terwujud dalam kesetiaan dan ketaatan hidup kita sepenuhnya kepada Dia. Ungkapan menjadi anak-anak Allah, janganlah hanya menjadi ungkapan “verbal” dalam pengakuan tanpa diikuti dengan “tindakan” yang benar dan baik.

Marilah sebagai keluarga GMIM, sepatutnya menjadi contoh yang benar dan baik bagi lingkungan tempat kita tinggal dan bekerja untuk mengaktualisasikan makna bahwa Inilah Anak-Ku yang Kukasihi (kita orang percaya yang juga telah menjadi anak-anak-Nya). Yesus Kristus sebagai pusat kepercayaan gereja yang telah menjadikan kita sebagai anak-anak-Nya. Amin.

Doa: Ya Bapa, terima kasih atas status yang Kau berikan kepada kami sebagai anak-anak Allah. Ajarlah kami untuk senantiasa taat pada ajaran-ajaran-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.