Ekspresi Sukacita

Lukas 15:22-24

Ada berbagai cara seseorang mengekspresikan kreativi-tasnya, ada yang menangis ketika ia sukses dalam studi atau berhasil meraih medali emas dalam suatu kompetisi kesenian atau olahraga. Ada yang tertawa gembira menyambutnya.  Bahkan ada yang mengadakan pesta gembira melalui makan dan minum.

Bacaan kita hari ini mengambarkan seorang ayah yang sangat mengasihi anaknya, sulit sekali menyembunyikan kebahagiaannya ketika lama tak berjumpa dan secara tak terduga  anak bungsu yang hilang itu datang kembali dengan jati dirinya. Maka ayahnya itu tidak memperhitungkan apa saja dan berapa banyak yang akan ia habiskan dalam suatu pesta sukacita perjumpaannya kembali dengan anaknya itu. Ayahnya mengenakan jubah yang terbaik, cincin dan sepatu.  Ayahnya berkata anakku ini telah mati tapi hidup kembali, maka marilah kita bersukaria. Sorga bergembira dan bersuka-ria ketika orang berdosa bertobat.  Pesta karena kesembuhan rohani lebih penting dan berarti daripada pesta karena alasan-alasan fisik. Si bungsu yang kembali ke rumah bapanya, bukan sekedar pulang tapi terutama datang dan menyadari kesalahan-kesalahannya.

Sebagai keluarga Kristen, perumpamaan ini memberi pengajaran kepada kita bahwa ketika kita menyadari kesalahan dan dosa maka Tuhan Yesus menerima kembali  dan memahkotai kehidupan sorgawi yang kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Amin.

Doa: Terima kasih ya Tuhan atas kesempatan yang Engkau berikan kepada kami untuk memaknai hidup ini dengan menjadi berkat bagi banyak orang. Amin