Janji kepada Allah

Nehemia 5:13

Perenungan kita di hari ini merupakan ayat terakhir dalam perikop pembacaan kita di sepanjang minggu ini. Untuk lebih menguatkan tentang sumpah dan janji dari para pemuka dan penguasa, maka Nabi Nehemia melakukan suatu tidakan simbolisasi. Nehemia menunjukkan visualisasi dengan mengebas lipatan bajunya sebagai tindakan simbolisasi. Dengan berkata: ”Demikian setiap orang yang tidak menepati janji ini akan dikebas Allah dari rumahnya dan hasil jeri payahnya. Demikianlah dia dikebas dan menjadi hampa”. Jadi jika para pemuka dan penguasa tidak menepati sumpah dan janji mereka yaitu mau mengembalikan semua harta milik dan menghapus hutang, konsekwensinya mereka akan di kebas oleh Allah. Harta milik mereka pasti akan lenyap atau akan habis mejadi hampa. Sebab Allah tidak menghendaki perbuatan mereka yang memeras, menindas dan melecehkan orang yang lemah dan miskin. Ungkapan Nehemia tentang Allah akan mengebaskan orang tidak benar orang jahat di sambut atau direnpons dengan perkataan “Amin”. Artinya mereka mengiakan dan setuju dan menguatkan apa yang dikatakan oleh Nabi Nehemia. Karena itu mereka memuji-muji, memuliakan dan bersyukur kepada Tuhan Allah.

Janji atau berjanji seringkali juga kita lakukan dengan orang lain. Namun ada janji yang terpenuhi tapi ada janji yang diingkari. Janji tetap janji. Sebagai keluarga Kristen kita dituntut untuk menepati janji yang sudah disetujui bersama. Mengapa? Karena kita belajar dari Allah yang kita percaya. Allah kita tidak pernah mengingkari janji tapi selalu menepati-Nya. Amin.

Doa: Ya Tuhan Allah janji-Mu bagi kami tidak pernah berubah dan selalu ditepati. Karena itu ajar kami untuk tetap setia melakukan janji di antara kami. 

SHARE

Ingin Publikasi informasi kegiatan jemaat/wilayah atau kegiatan apa saja tentang GMIM di website ?
Silakan Hubungi Bidang Data dan Informasi
Telp : (0431) 352123 Email : info@gmim.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here