Pemimpin yang Diteladani

Yakobus 5:10-11

          Kita telah hidup di dunia di mana semakin banyak pemimpin tidak memberi teladan bagi yang mereka pimpin. Keteladanan hidup harus dimulai dari pemimpin, karena pemimpin adalah orang-orang yang memberi contoh pada hal-hal yang baik dan benar. Tak jarang orang yang kita pimpin, tidak hanya mendengar apa yang kita katakan, tetapi juga melihat dan mencontohi apa yang kita perbuat. Apalagi ketika pemimpin yang rela berkorban bagi yang mereka pimpin.

Dalam bagian Alkitab hari  ini, Yakobus mengambil contoh para nabi (ayat 10) dan Ayub (ayat 11) yang ketika mereka dipanggil menjadi nabi, mereka benar-benar menjadi “penyambung lidah Allah”. Berkata kepada umat, sesuai dengan yang dikatakan/diperintahkan Tuhan Allah. Sekalipun, kita ketahui banyak di antara para nabi harus menderita karena konsisten dengan panggilan mereka untuk menyampaikan apa yang Tuhan kehendaki. Hal yang menarik dalam teks ini, bahwa dalam kondisi menderita sekalipun, mereka disebut berbahagia oleh Yakobus. Memang Yakobus menghubungkan ungkapan penderitaan dengan ketekunan. Hanya orang tekun yang mampu bertahan dalam menghadapi berbagai penderitaan hidup.

Sebagai keluarga Kristen di zaman Perjanjian Baru, kita tidak menggunakan lagi “jabatan” nabi, tetapi kita dipanggil untuk menjalankan fungsi kenabian. Fungsi sebagai nabi, tetap melekat kepada kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, karena kita tidak pernah berhenti untuk menyampaikan perintah dan kehendak Tuhan kepada jemaat dan semua orang. Jadi sebagai orang-orang yang percaya, kita semua dapat menjalankan fungsi kenabian yang menyampaikan perintah dan kehendak Allah, sekaligus menjadi teladan bagi sesama  manusia  dalam kata dan tindakan kita. Amin.

 

Doa: Ya Tuhan,  tambah-tambahkan hikmat kepada kami orang-orang yang percaya, supaya kami dengan setia menjalankan fungsi kenabian kami dalam keluarga, jemaat dan masyarakat. Amin.