Kehidupan yang Dibaharui oleh Tuhan

Mazmur 104:29-30

Wajah Tuhan menunjuk pada kehadiran-Nya sungguh nyata dalam kehidupan umat Israel. Dengan kehadiran-Nya memberi jaminan rasa aman bagi umat Israel, seperti seorang bayi yang merasa aman bila dekat dengan ibunya. Wajah Tuhan sebagai perlambang bahwa Ia pemberi hidup, sehingga apabila Ia menyembunyikan wajah-Nya maka umat Israel akan merasa terkejut (panik). Oleh karena itu pemazmur mengajak umat Israel untuk mencari wajah Tuhan (Mazmur 27:8; 105:4; juga 1 Tawarikh 16:11).

Roh dalam ayat ini menunjuk pada hidup yang sejajar dengan nafas dalam Kejadian 2:7. Nafas manusia itulah roh Tuhan,  sehingga kalau  Tuhan mengambil roh/nafas manusia maka matilah ia dan kembali menjadi debu. Namun sebaliknya kita bersyukur bahwa dalam bagian perikop ini diakhiri dengan Tuhan Allah memberi Roh-Nya pada manusia maka mereka tercipta (memperoleh hidup). Bukan hanya itu saja, Tuhan Allah juga membaharui muka bumi, seperti datangnya musim semi karena turunnya hujan membasahi bumi setelah beberapa waktu lamanya mengalami kekeringan dimusim panas. Hal ini menunjukkan pada kita bahwa Tuhan Allah sangat meng-hendaki bumi dan segala isinya selalu dibaharui, agar ada kehidupan yang berkelanjutan. Karena itu Tuhan tidak meng-hendaki manusia dan bumi ini binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal.

Bacaan firman Tuhan  hari ini memberi pesan firman pada kita untuk selalu mencari Tuhan, merasakan kehadiran-Nya. Biarkanlah Roh Tuhan berkuasa dalam hidup kita. Jadikanlah diri kita sebagai mitra Allah dalam membaharui/melestarikan bumi  ciptaan-Nya. Yesus datang ke dalam dunia supaya kita mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelim-pahan (Yohanes 10:10b). Haleluyah. Amin.

 Doa: Ya Tuhan Yesus kami rindu menjumpai-Mu dalam susah dan senang. Kiranya dimasa adven ini kami selalu dibaharui oleh-Mu dan menjadi mitra dalam melestarikan bumi ini. Amin.