Tanah Darah Atau Tanah Berkat

Kisah Para Rasul 1:19-20

Yudas Iskariot salah seorang Murid Yesus yang menjadi pengkhianat. Kota Yerusalem pernah gempar atas insiden Yudas. Uang hasil ‘kongkalikong” antara Yudas dan Pimpinan agama dibelikan tanah, sebagai aset yang kemudian disebut dalam bahasa Aram, Hakal Dama atau tanah darah sebab lokasi itu menjadi kuburan orang-orang terhina seperti Yudas atas jabatan yang disalah gunakannya. Hal itu, pernah juga disebut Daud ratusan tahun sebelumnya. Tempat itu sunyi, jarang dikunjungi orang.

Menghasilkan uang dengan cara yang tidak ‘bersih’ merupakan idaman para pemalas dan pencari jalan pintas. Para petani, tukang dan nelayan, buruh, pekerja rumahan bekerja keras siang dan malam, hujan dan panas untuk mengais rezeki. Zaman ini, etos kerja seperti itu sudah tidak populer lagi karena itu mulai ditinggalkan. Semua digampangkan. Orang berlomba mengejar jabatan-jabatan strategis dalam segala bidang padahal tidak sedikit orang ‘jatuh’ merana karena jabatan.

Uang-uang gelap karena direngkuh dengan mudah tidak akan berfaedah apa-apa untuk memenuhi keinginan-keinginan kita. Tuhan memberikan kita potensi rahmat kerja yang cukup untuk kekayaan hidup yang cukup. Hakal Dama adalah kisah tragis atas prestasi yang terbatas. Hakal Dama adalah tempat orang-orang terhina yang menghina rahmat Allah. Tuhan menempatkan kita di tanah berkat bukan tanah darah tetapi kenapa manusia cenderung ke tanah yang sunyi itu? Amin.

Doa: Ya Tuhan, berilah kami petunjuk-Mu yang meluluhkan niat kami untuk menghina semua rahmat-Mu atas diri kami. Pengejaran terhadap pekerjaan dan jabatan yang gelap terus menerus menjadi godaan. Ajarilah kami menjadi pekerja setia-Mu yang menjunjung tinggi panggila-Mu, agar kami diberkati dan tidak ditinggalkan. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here