Kesengsaraan Yesus yang Menyelamatkan

Yohanes 19:4-7

        Kehidupan yang dijalani oleh orang percaya seringkali mengalami pergumulan berat sehingga dapat saja menjadi putus asa. Namun tidaklah demikian seperti Yesus yang rela sengsara untuk menanggung dosa manusia.

Bacaan kita hari ini sebagaimana Pilatus tidak dapat menggunakan kewibawaan dan kuasanya untuk membebaskan Yesus, justru ia membawa Yesus yang baru saja disesah, diperlihatkan kepada orang banyak tetapi tujuannya hanya supaya orang banyak yang melihat keadaan Yesus merasa kasihan terhadap Yesus, namun usahanya ini tidak berhasil. Untuk kesekian kalinya Pilatus mengalami kegagalan dalam menentukan kebenaran di hadapan pengadilan yang dipimpinnya. Untuk menghidarkan diri dari ejekan, sekaligus membenarkan dirinya sendiri ia mengatakan “Ambil Dia dan salibkan Dia; sebab aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya”, namun tanpa disadari justru melalui ucapannya ia semakin terjebak dalam kesalahan yang lebih dalam, karena bila ia berani mengatakan bahwa tidak mendapati kesalahan pada diri Yesus, maka seharusnya dengan kuasa dan wewenang yang ada padanya ia sudah dapat membebaskan Yesus.

Keluarga Kristen hendaknya menegakkan kebenaran di atas segala-galanya sehingga membawa kita pada  suatu situasi yang damai.  Memang dalam kisah ini terkesan bahwa kebenaran dikalahkan oleh perilaku yang jahat, baik oleh orang Yahudi, imam-imam dan tua-tua Yahudi, maupun oleh Pilatus. Kita diajak untuk  menghayati kesengsaraan Yesus yang mendatangkan keselamatan bagi kita dan semua manusia.  Kesengsaraan Yesus membawa kita ke alam ciptaan baru, yakni keselamatan yang kekal. Amin.

 

Doa: Terpujilah nama-Mu ya Yesus Tuhan kami, sebab oleh pengorbanan-Mu kami beroleh keselamatan yang kekal. Amin.